Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

Perpanjangan / Renouvellement Visa Long Séjour di Préfecture

Récépissé

Halo, teman-teman. Sekarang, aku membuka jasa konsultasi via voice call wa/line untuk memudahkan teman-teman yang malas / ga hobi / ga ada waktu untuk membaca. Aku akan membantu menjelaskan tahap-tahap yang teman-teman butuhkan melalui voice call, sedetail mungkin sesuai pengalamanku yang selama ini aku share di blog. Untuk informasi lebih lanjut, bisa langsung follow dan dm ke instagram : @laviedelika. Sampai ketemu! 😉]


Halo.

Setelah sekian lama ga update di blog, akhirnya ada bahan untuk menulis lagi. Hehe.
Kali ini, aku akan membagikan pengalamanku memperpanjang izin tinggalku di Prancis (perpanjangan Visa Long Séjour-Conjoint Français / VLS-CF).


Untuk apply VLS-CF ini , sudah aku bahas di topik blog-ku sebelumnya. Bisa dilihat disini.



VLS-CF ini sendiri hanya berupa stiker Visa di dalam paspor dan hanya berlaku selama 1 tahun. Dan untuk memperpanjangnya, maka kita harus membuat appointment terlebih dahulu untuk rendez-vous di Pérfecture tempat kita tinggal. Pembuatan appointment ini biasanya via online, tetapi tetap tergantung lagi Préfecture dimana teman-teman tinggal. Setelah perpanjangan ini, nantinya kita akan mendapatkan Carte de Séjour yang berupa Kartu Residen.



Pengambilan tanggal rendez-vous secara online di website Préfecture ini aku sarankan untuk dilakukan kurang lebih 8-9 bulan sebelum masa visa habis untuk mendapatkan tanggal rendez-vous 2 bulan sebelum masa visa habis (sesuai dengan persyaratan yang ada di website Préfecture).



Dari pengalamanku, masa VLS-CF ku berakhir pada bulan Januari 2020. Maka dari itu, aku harus mendapatkan tanggal rendez-vous dengan Préfecture du Rhône (kota tempatku tinggal) pada bulan November 2019. Dan untuk mendapatkan tanggal appointment di bulan November 2019 ini, aku harus log-in ke website Préfecture mulai dari bulan Mei 2019 (8 bulan sebelum masa visaku habis).



Dan voilà! Tanggal 23 Mei 2019 aku berhasil mendapatkan appointment untuk perpanjangan VLS-CF ku untuk tanggal 18 November 2019 (2 bulan sebelum visa habis). Nanti kita akan menerima email yang berisi surat tanda bukti rendez-vous / convocation jika sudah berhasil terdaftar. Bagi teman-teman yang tinggal di kota Lyon dan sekitarnya, berikut website Préfecture Rhône : http://www.rhone.gouv.fr/

Convocation dari Préfecture


Setelah mendapatkan tanggal yang diinginkan, maka sekarang kita harus menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan saat rendez-vous berlangsung. Oh iya, dokumen yang diperlukan untuk memperpanjang VLS-CF ini juga tergantung dari Préfecture masing-masing kota, namun pada garis besarnya sama. Jadi, tetap cek di website préfecture masing-masing ya. Berikut list dokumen yang aku bawa saat rendez-vous, sesuai dengan yang tertera di website Préfeture Rhône (bisa dilihat disini) :


  1. Paspor ASLI & FOTOCOPY lembar identitasnya
  2. VLS-CF yang berada di dalam Paspor & FOTOCOPY-nya
  3. Akte lahir keluaran capil ASLI & FOTOCOPY-nya
  4. Akte lahir terjemahan Prancis ASLI & FOTOCOPY-nya → aku pakai akte terjemahan yang diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah di Indonesia (Pak Soegeng) bulan April 2018 dan diterima oleh Préfecture.
  5. Livret de Famille ASLI & FOTOCOPY-nya
  6. Acte de Mariage Français terbaru ASLI & FOTOCOPY-nya → penjelasan dibawah
  7. Carte National d'Identité suami yang ASLI & FOTOCOPY-nya
  8. Certificat Medicale dari OFII ASLI & FOTOCOPY-nya
  9. Certificat bahasa dari OFII ASLI & FOTOCOPY-nya
  10. Certificat DELF B2 ASLI FOTOCOPY-nya → kalo ada, kalo gaada gapapa, ini hanya pelengkap.
  11. Certificat formation civique jour 1-4 dari OFII ASLI & FOTOCOPY-nya
  12. Contrat Integration Republicaine dari OFII ASLI & FOTOCOPY-nya
  13. 3 Pas Foto terbaru → aku foto di photomaton 3 hari sebelum rendez-vous
  14. FOTOCOPY Fraktur pembayaran listrik yang atas nama berdua selama setahun → aku bawa yang tahun 2019 
  15. FOTOCOPY fraktur pembayaran apartemen atas nama berdua selama 3 bulan terakhir → aku bawa dari bulan Juli-November 2019
  16. FOTOCOPY rekening koran bank suami dan istri 3 bulan terakhir (hanya halaman depan yang ada nama dan alamat) → kalo ada rekening bersama lebih baik. Tapi kalo ga ada, rekening koran masing-masing juga ga apa-apa, yang penting alamat nya sama. Aku bawa rek. koran masing-masing dari bulan Juli-Oktober 2019.
    Rekening koran masing-masing (suami-istri) dengan alamat yang sama
  17. FOTOCOPY Attestation d'Assurance → punya kita dari "MAAF".
  18. FOTOCOPY Attestation de Droit À l'Assurance Maladie suami dan istri → download dari applikasi "Ameli".
  19. FOTOCOPY 
  20. FOTOCOPY Taxe d'habitation atas nama berdua → tapi kalo masih atas nama suami tetap dibawa aja. Waktu aku, karena masih atas nama suami, petugasnya ga jadi ngambil.
  21. FOTOCOPY Avis d'Impots punya suami → bawa untuk jaga-jaga, tapi ternyata ga diminta
  22. FOTOCOPY nomor pajak Prancis → kalo ada. Waktu aku, aku gabawa karena nomor pajak-ku masih error, kasi penjelasan ke petugasnya dan petugas mengerti.
Kurang lebih seperti ini list dokumennya. Dokumen yang diserahkan kepada petugas hanya yang fotocopy-nya. Yang asli hanya untuk ditunjukkan didepan petugas.
Oh iya, usahakan untuk bukti hidup & tinggal bersama-nya, bawa bukti dokumen lebih dari 2 (harus yang atas nama berdua). Contohnya bukti pembayaran listrik dan apartemen atas nama berdua, asuransi bersama, atau rekening bersama. Tapi menurut pengalamanku, kalo memang belum punya rekening bersama, print aja halaman depan rekening pribadi masing-masing yang ada nama dan alamatnya. Yang penting adalah alamatnya sama. Gapapa.

Sebenarnya, tidak diharuskan / tidak ada dalam list dokumen untuk memperbarui acte de mariage français ini. Tetapi, untuk amannya saja, aku memperbarui-nya. Dan saat mengumpulkan dokumen di Préfecture, petugas meminta acte de mariage yang diperbarui tersebut. 
Memperbarui acte de mariage française ini, untuk kita yang menikah di luar Prancis (misalnya di Indonesia) tetapi berdomisili di Prancis, maka kita bisa mengajukan permohonan pembaruan akte tersebut melalui online di : https://pastel.diplomatie.gouv.fr/dali. Permohonan ini akan di proses selama 7-9 minggu bahkan bisa lebih dan setelah jadi, akte akan dikirimkan melalui post. Saranku, lakukan pembaruan akte 1-2 bulan sebelumnya.

Pengalamanku sendiri, kami mengajukan permohonan acte de mariage française tanggal 6 September 2019 via online. Kemudian akte tersebut sampai di alamat rumah kami tanggal 5 November 2019. Kurang lebih memakan waktu 2 bulan. 
Acte de Mariage Français


Untuk proses perpanjangan VLS-CF di Préfecture-nya sendiri, karena ini merupakan perpanjangan VLS-CF yang pertama, maka suami harus datang dan ikut menemani. Jadi, suami harus mengambil congé / day off / cuti selama 1 hari. 
Menurut surat bukti rendez-vous, kami harus datang ke Préfecture pada tanggal 18 November 2019 antara jam 08:30-10:30 pagi. Gapapa datang 15-30 menit sebelum waktu rendez-vous, karena walaupun harus mengantri, kita akan tetap bisa masuk karena sudah mempunyai bukti rendez-vous tersebut. 

Namun saat itu, kami tetap datang dan mengantri dari jam 07:30 pagi. Antrian saat itu masih tidak terlalu panjang, saat aku hitung, kami kira-kira ada di antrian nomor 30an. Jam 08:35 akhirnya Préfecture mempersilahkan antrian kami masuk satu persatu dan ternyata masih banyak yang salah mengantri ataupun tidak punya bukti rendez-vous 😖. Merekapun harus keluar dari antrian.
Préfecture
Di dalam gedung Préfecture, kami mengantri lagi untuk mendapatkan nomor antrian. (yes sangat banyak mengantri hari itu 😪😁) Kami mendapatkan nomor antrian 12 dan menunggu kurang lebih 10 menit (pukul 08:53) sampai akhirnya kami dipanggil ke depan guichet / loket. Kami diterima oleh petugas wanita dan langsung meminta dokumen-dokumen yang sudah kami siapkan. Ada beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh petugas seperti tanggal berapa kami menikah, tanggal berapa aku tiba di Prancis, pertanyaan-pertanyaan yang simple. Setelah itu, kami disuruh mengisi dan menanda-tangani attestation sur l'honneur / pernyataan bahwa kami menikah dan tinggal bersama sejak aku tiba di Prancis, lalu si petugas mengambil sidik jari-ku.

Setelah dokumen semua lengkap dan terkumpul, maka kita akan menerima kertas yang bernama "Récépissé de Demande de Carte de Séjour". Récépissé ini berfungsi sebagai surat yang menyatakan bahwa Carte de Séjour (CdS) kita masih dalam proses. Jadi, walopun VLS-CF kita sudah habis dan kita punya Récépissé ini, maka kita tetap menjadi residen legal di negara Prancis.  Récépissé ini punya masa berlaku yang bermacam-macam. Masa berlaku récépissé-ku sendiri sampai dengan bulan Juli 2020.

Kami selesai dari loket dan bisa langsung pulang kurang lebih pukul 09:15. 😇 Puji Tuhan, dokumen kami semua lengkap dan diterima.
Récépissé

Ketika CdS kita sudah jadi dan siap diambil, maka kita akan menerima SMS dari Préfecture yang memberitahukan tanggal dan jam kita bisa mengambil CdS tersebut di Préfecture beserta jumlah pajak yang harus kita bayarkan (Timbre Fiscal). Biasanya untuk Conjoint Français, pajak (Timbre Fiscal) yang harus kita bayarkan sebelum mengambil CdS adalah sebesar 269€. Pajak ini bisa kita bayarkan lewat online di : https://timbres.impots.gouv.fr/index.jsp. 
Untuk masa berlaku CdS sendiri, sepengetahuanku ada yang 1 tahun, ada yang 2 tahun, dan ada yang 10 tahun. 
Untuk yang berlaku 1 dan 2 tahun persyaratannya hampir sama. Tetapi yang 10 tahun ada persyaratan tambahan yaitu umur pernikahan harus >3 tahun dan mempunyai sertifikat bahasa Prancis minimal DELF A2.

Aku berharap dapat yang 2 tahun, supaya perpanjangan yang ke-2 nanti, aku bisa langsung apply yang 10 tahun karena sudah memenuhi persyaratan tambahan. Akan aku update lagi kapan CdS ku keluar.

Doakan semoga semua lancar ya. Terima kasih sudah membaca, bonne journée. 😀

Cara Membuat Akte Kelahiran di Arab Saudi

9  langkah membuat akte kelahiran anak di KSA;


  1. Form appointment dari MOI (kantor catatan sipil)
  2. Surat keterangan lahir dari RS
  3. form 87 ahwal madani*
  4. Fotocopy iqama ayah
  5. Fotocopy iqama ibu
  6. Fotocopy passport ayah
  7. Fotocopy passport ibu
  8. Nama anak dalam huruf alfabet
  9. Tambahan --> surat nikah asli & terjemahan (yg sudah dilegalisir). 
Gambar: Cara Membuat Akte Kelahiran di Arab Saudi

Cara Mengurus Visit Visa Saudi Arabia (Terbaru)

Assalamualaikum, Mengurus visit visa Saudi Arabia sekarang bisa di lakukan sendiri tanpa agen. Caranya seperti ini:

Cara Apply Visa Mandiri

  1. Apply dulu undangan di https://visa.mofa.gov.sa
  2. Chambers of Commerce yg point 1 (minta ke sponsor untuk proses COC, biaya 35 SAR)
  3. Tunggu sampai keluar statusnya di website MOFA. Kurang lebih 1 pekan status request akan keluar. Apakah ditolah atau diterima. Kalau ditolak, kembali ke point 1.
  4. In parralel, siapkan dikument persyaratan keluarga yg mau dibawa/yg mau diundang. Persyaratan ada di https://www.vfstasheel.com
  5. Kalau sedah keluar hasil request point 3, ke website berikut untuk apply di Indonesia dan buat appointment: https://www.vfstasheel.com
  6. Semua persyaratan dan procedure ada di website di atas.
  7. Setelah proses apply di vfstashel selesai, akan dapat surat undangan, persyaratan yg harus dibawa dan uang yg harus dibayar. Ada biaya tambahan asuransi yg tidak termaktub dalam surat invitation. besarnya variasi. tergantung yg mau diundang. kalau high risk lebih mahal. sekitar 500K per passport.
  8. Setelah dokumen masuk atau proses enjaz selesai, biasanya 3 hari kerja visa akan keluar.
Gambar: Cara Mengurus Visit Visa Saudi Arabia (Terbaru)

Catatan dan Tips

  1. Dokument akte kelahiran dsb diterjemahkan ke arabic dan di sahkan depkumham dan deplu. Kalau mau mandiri juga mudah insya Allah. Berikut cukup membantu: https://www.biayaumrohplus.com/2018/04/legalisir-akte-lahir-di-kemenkumham.html
  2. Jika terjemahan dikeluarkan oleh KBRI, tidak perlu melalui tips 1 di atas.
  3. Passport harus 3 suku kata
  4. Baca baca persyartan dan procedure di https://www.vfstasheel.com
  5. Saat di kantor vfs, pede abis.. soalnya biasanya ada aja yg nyamperin dan nakut nakutin. Tapi senyum aja. dan hati harus tenang dan nyaman.
  6. Penulis melakukan cara di atas di kantor VFS yang di EpicWalk, Kuningan, Jakarta Selatan. Menurut penulis, cukup provessional.
  7. Ini harusnya yg paling pertama, Doa, semoga Allah mudahkan.
Semoga Bermanfaat dan jangan lupa untuk share ^-^

Sampai di Prancis : Apa yang harus dilakukan?

Lyon, fevrier 2019


 Halo, teman-teman. Sekarang, aku membuka jasa konsultasi via voice call wa/line untuk memudahkan teman-teman yang malas / ga hobi / ga ada waktu untuk membaca. Aku akan membantu menjelaskan tahap-tahap yang teman-teman butuhkan melalui voice call, sedetail mungkin sesuai pengalamanku yang selama ini aku share di blog. Untuk informasi lebih lanjut, bisa langsung follow dan dm ke instagram : @laviedelika. Sampai ketemu! 😉]

EnfinBienvenue en France! 😍 
Puji syukur kepada TUHAN , akhirnya hari Minggu tanggal 20 Januari 2019, aku sampai di Lyon, Prancis dan bisa kembali berkumpul bersama suami.
Nah kali ini, aku akan membahas apa saja yang harus dilakukan setelah sampai di Prancis. 

Siap-siap ya, blog kali ini panjang banget 😂 berikut aku taruh poin-poinnya dulu supaya bisa langsung skip sesuai kebutuhan kalo memang tidak dirasa perlu untuk dibaca semuanya hehe 😉 Nanti tinggal di scroll sendiri ya untuk cari poin yang ingin dibaca.

  1. OFII / Office Français de l'Immigration et de l'Intégration
  2. Lapor diri ONLINE di website KBRI Paris
  3. Membuat Sécurité Sociale (Asuransi Kesehatan Umum Prancis) di Kantor CPAM
  4. Penambahan nama belakang suami di halaman 'Catatan Pengesahan' Paspor
  5. Membuka rekening Bank & Membuat nomor pajak Prancis
Okay, sekarang kita mulai.


1. OFII / Office Français de l’Immigration et de l’Intégration (Kantor Imigrasi & Integrasi Prancis)
Per tanggal 18 Februari 2019, ada prosedur baru untuk pemegang Visa Long Sejour Conjoint Français (VLS-CF) atau yang biasa juga disebut VLS-TS (Titre de Séjour). Dalam 3 bulan setelah sampai di Prancis, kita harus mendaftarkan dan memvalidasi visa kita di website : https://administration-etrangers-en-france.interieur.gouv.fr/ supaya memastikan bahwa kita terdaftar untuk menjadi penduduk legal di Prancis.
Prosesnya gampang dan cepat, tinggal mengikuti instruksinya saja. Dan sepertinya, dengan sistem baru ini, kita tidak perlu lagi mengisi formulir OFII dan mengumpulkannya di TLS Jakarta saat meng-apply VLS-CF. 
Info terbaru dari websita TLS Contact Jakarta


Disini, aku akan menjelaskan prosedur OFII saat aku tiba di Prancis bulan Januari 2019 (prosedur lama). Kalo kalian ingin langsung membaca bagaimana persiapan sebelum rendez-vous / pertemuan dengan OFII dan prosesnya saat rendez-vous / pertemuan dengan OFII, bisa gulir langsung kebawah ke update #2 dan update #3. 😉


Saat paspor kita dikembalikan oleh Kedubes Prancis di Jakarta, formulir OFII yang sudah kita isi bagian atasnya akan dikembalikan juga oleh Kedubes. Nah formulir ini lah yang harus kita kirim ke kantor OFII di tempat kita berada. Jangan lupa lanjutkan mengisi bagian bawah formulirnya seperti di bawah ini ya.

Form OFII yang harus dilengkapi

Setelah dilengkapi, maka siapkan dokumen-dokumen yang harus dikirim sebagai berikut :


  • Formulir yang sudah dilengkapi seperti yang sudah dijelaskan diatas
  • Fotocopy halaman data diri paspor kita
  • Fotocopy halaman visa yg berisi tempelan visa VLS-CF 
  • Fotopy halaman visa yang berisi stempel imigrasi yang berisi tanggal kedatangan kita di Prancis / Negara Schengen
Halaman visa VLS-CF beserta stempel imigrasi Prancis

Kemudian masukkan kedalam amplop coklat dan kirimkan lewat post seluruh dokumen yang sudah disebutkan keatas ke alamat kantor OFII di tempat kalian. Kusarankan teman-teman harus mengirimkan dokumen ini H+1 setelah kita sampai di Prancis. Lebih cepat lebih baik, karena untuk menerima tanggal rendez-vous dari OFII membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 bulan. Aku sendiri langsung mengirimkan semuanya ke kantor OFII di tempatku keesokan harinya yaitu Senin, 21 Januari 2019. Dan sampai sekarang (tanggal 10 Februari 2019) aku belum menerima surat balasan dari OFII.

UPDATE! 12 Februari 2019 → H+23 setelah tiba di Prancis, akhirnya aku mendapatkan surat balasan dari OFII. Surat ini sebenernya hanya berupa Attestation de Reception / Surat pernyataan yang menyatakan bahwa OFII sudah menerima dokumen yang aku kirim. Aku mengirimkan dokumen via post tanggal 21 Januari 2019 (H+1 setelah aku tiba di Prancis) dan di surat OFII menjelaskan mereka menerima dokumenku tanggal 28 Januari 2019. Attestation ini juga dikirimkannya bersamaan dengan lembar penjelasan tambahan prosedur OFII. Karena surat-surat ini dalam bahasa Prancis, minta tolong suami/istri untuk menjelaskan lebih jelas ya.

Attestation de Reception dari OFII
Penjelasan Tambahan tentang prosedur VLS-CF OFII
Nah selanjutnya, kalo kita sudah menerima "Attestation de Reception" ini, maka kita bisa langsung menelpon/mengirimkan email ke OFII untuk memberitahukan kapan kita bisa melakukan rdv / memberitahukan jadwal kosong kita, supaya pihak OFII bisa segera mengatur janji temu dan mengirimkan surat panggilan/convocation untuk rendez-vous & medical check-up. Dan kitapun ga menunggu terlalu lama. 
Email OFII


Oh iya, pastikan lagi alamat kantor OFII di tempat kalian ya, bisa dicek di internet. Karena biasanya mereka tidak update di list alamat OFII.

Kalo kalian tidak mendarat di Prancis, alias transit di salah satu negara Schengen, maka kalian akan mendapat stamp dari negara tersebut. Tidak masalah. Dengan syarat kalian tidak tinggal di negara Schengen tersebut >5 hari. Makanya seperti yang aku jelaskan diatas, langsung kirimkan dokumen yang dibutuhkan ke kantor OFII H+1 setelah kalian sampai atau setidaknya dalam minggu pertama dari tanggal ketibaan kalian di Prancis.
Untuk penjelasan lainnya, kalian bisa baca sendiri difoto dibawah ini ya.

Alamat Kantor OFII & Penjelasan lanjutan

UPDATE #2!! 1 Maret 2019 → H+40 setelah tiba di Prancis, surat panggilan untuk rendez-vous dengan OFII (lettre de convocation) akhirnya tiba juga 😍 Didalam surat dituliskan bahwa rendez-vous dengan OFII akan dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2019. Dalam surat ini kira-kira berisi apa saja yang harus kita bawa saat rdv dengan OFII, kemudian penjelasan mengenai apa saja kegiatan yang akan kita ikuti saat pertemuan tersebut. Oh iya, dalam pertemuan ini selain medical check-up, kita juga harus melakukan foto rontgen (X-Ray), yang di tiap kantor OFII berbeda prosedurnya. Kantor OFII Lyon sendiri meminta aku untuk membuat appointment (sebelum tanggal rdv), di Clinique yang sudah ditunjuk mereka utk melakukan rontgen dada, karena khusus pemeriksaan rontgen ini tidak dilakukan pada saat rdv. Jadi perhatikan lagi isi surat convocation kalian ya. Surat untuk membuat appointment di Cinique Imagerie untuk rontgen ini bisa dilihat dibawah, di page 4.
(Aku sendiri langsung melakukan appointment di Clinique yang ditunjuk tersebut untuk rontgen tanggal 4 Maret 2019. Prosesnya cuma sebentar dan hasil rontgennya pun langsung jadi dan bisa langsung dibawa pulang. Tapi jangan lupa untuk membawa lagi hasil rontgennya pada saat rdv dengan OFII ya.) Berikut isi surat convocation dari OFII. Aku akan terus update kalo sudah selesai ya. Doakan semuanya lancar. 😇💪
Lettre de Convocation, page 1 & 2

Lettre de Convocation, page 3 & 4
Lettre de Convocation, page 5 & 6

UPDATE #3!! 20 Maret 2019 Akhirnya setelah ditunggu-tunggu selesai juga proses OFII ini. Stiker OFII akhirnya sudah tertempel manis di Paspor dan ini sekaligus menegaskan bahwa Visa Long Séjour kita (yang ditempel oleh Kedubes Prancis Jakarta) sudah otomatis menjadi Titre de Séjour / Kartu Izin Tinggal kita di Prancis. 
Stiker OFII di Paspor
Sekarang aku akan menceritakan apa saja yang dilakukan saat pertemuan dengan OFII berlangsung. Pertama kali datang di Kantor OFII, nanti kita akan masuk ruangan seperti ruang kelas dan akan ada perkenalan dan penjelasan mengenai apa saja yang dilakukan hari ini, yaitu
 tes bahasa, interview, menanda-tangani kontrak integrasi Republik Prancismedical check-up, lalu administrasi. Ada 3 orang petugas OFII yang nanti berbicara secara bergantian. Petugas pertama menjelaskan dalam bahasa Prancis, petugas kedua dalam bahasa Inggris, dan petugas ketiga dalam bahasa Arab. Jadi tenang saja ya kalau belum terlalu menguasai bahasa Prancis. Oh iya, pertemuan ini kurang lebih hanya 1,5 jam saja. Jam rendez-vous ku mulai dari jam 08:30 pagi dan selesai & sudah bisa pulang sekitar jam 10an. 

Untuk tes bahasa di OFII (Lyon, tempatku) ada 2 yaitu secara tertulis (dengan waktu 30 menit) dan production orale (20 menit). Karena aku sudah punya (menujukkan sertifikat) DELF B2 , jadi aku tidak perlu lagi mengikuti tesnya. Sedikit penjelasannya : setelah mengikuti tes ini, hasil tes akan langsung keluar dan ini yang akan menentukan apakah kalian perlu mengikuti kelas bahasa (level A1 - A2) yang diberikan oleh OFII secara gratis. Kelas ini disebut formation linguistique. Untuk rentang waktu lamanya juga tergantung dari hasil tes, bisa dapat yang 100 jam, 200, 400, dan 600 jam. 

Kemudian lanjut interview. Interview face to face dengan petugas OFII dalam bahasa Prancis. Namun kalau belum fasih, sepertinya mereka bisa meng-interview berbahasa Inggris. Awalnya, petugas mencocokan data diri kita terlebih dahulu kemudian baru deh kita di wawancara oleh mereka. Wawancaranya bersifat santai dan informal kok, jadi tenang aja. Sebenarnya pertanyaan2nya juga lebih ke supaya mereka tau sampe dimana kita mengerti tentang sistem administrasi mereka. Kalo belum tau, maka mereka akan langsung menejelaskan. Berikut pertanyaan-pertanyaannya yang masih aku ingat ya : 
"tanggal berapa tiba di Prancis,  berarti sampe hari ini sudah berapa bulan disini,  ada kesulitan ngurusin dokumen ga disini,  ada yang bantu ga untuk ngurusin dokumen disini,  setelah lulus SMA di Indonesia lanjut ke universitas ga,  jurusan apa,  udah punya ijazah belum,  kalo udah ijazahnya bisa berlau di Prancis ga,  ato ijazahnya udah di convert untuk bisa dipakai disini ga,  di Indonesia kerja apa,  dsini sudah kerja,  kalo belum mau cari kerja ga disini,    udah ada CV belum,  lalu udah tau pôle emploi itu apa,  ada asuransi kesehatan ga disini,  sudah daftar sécurité seociale,  tau ga apa itu sécurité sociale,  kalo mutuelle tau ga fungsinya untuk apa,  dll,  etc." 
Santai aja ya, kalo memang gatau, bilang gatau supaya bisa denger penjelasannya mereka. Petugasnya baik-baik dan ramah.

Setelah semuanya selesai maka kita harus menandatangani CIR / Contrat d'Intégration Républicaine atau Kontrak Integrasi Isinya kurang lebih bahwa kita akan patuh dengan konstitusi negara Prancis dan bersedia mengikuti semua formasi yang sudah disediakan.
CIR / Contrat d'Intégration Républicaine / Kontrak Integrasi

Formasinya ada 2 yaitu formation linguistique atau kelas bahasa DAN formation civique atau kelas sipil. Khusus untuk kelas bahasa, bagi kita yang sudah punya salah satu sertifikat antara DELF A2 sampai DELF C2, maka kita bisa skip formasi ini dan langsung menerima sertifikat yang bernama "Attestation de Dispense de Formation Linguistique" (ADFL).
"Attestation de Dispense de Formation Linguistique" (ADFL)
Jadi, dengan sertifikat AFDL ini, kita bisa melewatkan formation linguistique tersebut karena sudah dianggap mampu berbahasa Prancis dan kita hanya WAJIB mengikuti formation civique / kelas sipil yang biasanya diadakan selama 4 hari. 
 Mulai tahun 2019 ini, formation civique yang tadinya hanya selama 2 hari, berubah menjadi 4 hari. Menurut cerita dari teman2 sebelumnya, kelas sipil ini untuk menjelaskan tentang sejarah Prancis, sejarah raja2 dan ratu Prancis, lambang negara, sistem administrasi, dlsb. Mungkin seperti kita kelas PPKN dan Sejarah kalo di Indonesia kali ya. Hehehe. Setelah kelas sipil ini nanti kita menerima sertifikat yang sangat diperlukan untuk memperpanjang Titre de Séjour / izin tinggal kita di Perfecture.

Nah untuk yang belum punya salah satu sertifikat setifikat DELF A2-C2, maka kedua formation ini (formation linguistique & formation civique) WAJIB diikuti

Dalam interview ini juga, petugas akan menyampaikan kapan dua formation ini bisa diikuti. Aku sendiri hanya mengikuti formation civique selama 4 hari. Namun, jadwalnya baru hanya keluar untuk 2 hari pertama yaitu tanggal 10 dan 17 April 2019. Untuk 2 hari selanjutnya sepertinya harus menunggu dua hari pertama ini diselesaikan dulu. Yes, untuk hari ke-3 formation civique, convocation/ surat panggilan-nya akan dibagiakan saat hari ke-2 selesai. Hari ke-3 formation civique-ku akan diadakan tanggal 16 Mei 2019, sebulan dari hari kedua. Nanti akan aku update lagi kelanjutannya ya.
Lettre de Convocation à la Fromation Civique, jour 1 & 2.

Selesai di interview, kita lanjut medical check-up & foto rontgen (X-Ray) dada. Nah karena aku sudah melakukan X-Ray di klinik lain (yang ditunjuk OFII, penjelasan ada diatas) , jadi tinggal melakukan medical check-up saja dan menunjukkan hasil rontgennya. Kita akan diperiksa oleh dokter dan akan ditanya riwayat imunisasi dan vaksinasi. Kalau lupa, ya jujur saja. Dokternya baik kok hehe. Setelahnya kita akan dapat "Certificat de Controle Medicale" yang menjelaskan bahwa kita sudah diperiksa oleh Dokter di OFII.
Certificat de Controle Medical

Lalu setelah  medical check-up, kita akan diarahkan ke loket administrasi. Nanti disini baru deh kita menyerahkan semua dokumen yang dibawa dari rumah yaitu paspor asli, pas foto terbaru minimal 6 bulan ukuran 3,5 x 4,5 latar belakang putih (aku pake sisa foto dari apply VLS di kedubes Prancis di Jakarta 2 bulan lalu), copy bukti tempat tinggal (bukti pembayaran apartemen/listrik atas nama kita dan suami), dan print bukti kita sudah bayar timbre pajak sebesar 250€ (beli Online). Setelah semua lengkap, et voilà, vignette / stiker OFII akan tertempel manis di Paspor. 

Pesan dari petugas loket administrasi OFII : untuk perpanjangan Visa Long Séjour atau Titre de Séjour (TdS) kita ini, siap-siap untuk rajin mengecek website perfecture masing2 departemen/kota kurang lebih 6 bulan sebelum masa visa habis untuk membuat janji temu persis 2 bulan sebelum visa habis. Terlalu lama bisa ditolak oleh Perfecture, dan harus buat janji temu ulang, terlalu lambat maka kita bisa kena denda.
Bingung? 😅 

Jadi gini, contohnya visaku (TdS-ku) habis Januari 2020. Untuk memperpanjang izin tinggalku disini (Titre de Séjour), maka aku sudah harus melakukan perpanjangan TdS (submit persyaratan dokumen) di Perfecture bulan November 2019 (2 bulan sebelum masa visaku habis). Untuk mendapatkan tanggal janji temu di bulan November tersebut, aku harus selalu rajin2 mengecek website Perfecture Rhône (tempatku tinggal) mulai dari bulan Mei atau Juni 2019. Karena slot janji temu mereka biasanya baru akan terbuka untuk 5-6 bulan kedepan.

Seperti kemarin, tanggal 19 Maret pukul 08:35 pagi waktu Prancis, aku coba2 membuka website perfecture untuk membuat janji temu. Dan betul, slot yang terbuka adalah untuk tanggal 20-23 Agustus 2019 (5 bulan dari sekarang). Tanggal sebelum 20 Agustus tidak bisa diklik karena sudah penuh dan tanggal sesudah 23 Agustus masih belum keluar / belum muncul. Jadi harus selalu rajin2 mengecek ya. Kalo teman-teman ingin melihat bagaimana update perpanjangan VLS-CF di Préfecture bisa dilihat disini





2. Lapor Diri online di website KBRI Paris
Langkah selanjutnya adalah melaporkan diri secara online di website KBRI Paris. Per Februari 2019, lapor diri WNI yang tinggal di luar negeri hanya dilakukan secara online. KBRI sudah tidak lagi men-cap paspor kita. 

Lapor diri Online

Untuk lapor diri online ini, yang pertama harus disiapkan adalah sebagai berikut :
  • Scan dalam bentuk Jpeg/Foto KTP kita
  • Scan dalam bentuk Jpeg/Foto Paspor kita halaman data diri
  • Scan dalam bentuk Jpeg/Foto Visa VLS-CF kita
  • Foto bukti kita tinggal di Prancis : contohnya slip abonnement listrik Prancis / slip kontrak / kepemilikan rumah atau apartemen atas nama kita dan suami. Nama kita harus ada. (pengalamanku, karena menambahkan namaku di slip kontrak apartemen membutuhkan waktu yang lama, maka kami menambahkan namaku di slip abonnement listrik Prancis terlebih dahulu. Kami memakai listrik dari "Direct Energie". Caranya masuk ke applikasi "Direct Energie" ini, tambahkan nama kita dan voilà! 5 menit kemudian nama ku sudah ada di slip abonnement listrik yang dikirim ke email kita.
  • Slip Abonnement Listrik Prancis atas namaku & suami

Setelah semuanya sudah siap di galeri foto smartphone kita, langsung masuk ke web lapor diri KBRI Paris disini → https://peduliwni.kemlu.go.id/beranda.html . Kemudian sign-up dengan email dan verifikasi. Lalu, ikuti langkah-langkahnya. Isi formulir dan upload dokumen yang dibutuhkan (KTP, Paspor, Visa VLS-CF, & bukti tinggal di Prancis). 

Langkah-langkah lapor diri online di website KBRI Paris

Kalau sudah selesai, maka nanti kita akan mendapat pemberitahuan & email bahwa lapor diri kita SEDANG diverifikasi.
Pemberitahuan & Email

Tunggu beberapa hari, nanti kita akan mendapat email bahwa lapor diri kita sudah berhasil dan terverifikasi.
Email lapor diri sudah terverifikasi
Tanda Bukti Lapor Diri

Oh iya lapor diri ini hanya berlaku sesuai visa atau titre/carte de sejour (kartu ijin tinggal Prancis) kita ya. Untuk perpanjangan aku rasa akan gampang aja kok karena sekarang sudah online.

Dan jangan lupa, lapor diri ini wajib dilakukan untuk kita WNI yang  tinggal di luar negeri ya teman-teman. Selain kita akan mendapatkan perlindungan jika terjadi sesuatu, kita juga bisa mendapatkan pelayanan WNI di luar negeri. Contohnya legalisir akta lahir/kawin oleh KBRI, layanan pencatatan kelahiran anak diluar negeri, perpanjangan atau pembuatan paspor, dll. Jadi, jangan lupa lapor diri ya. 





3. CPAM / Caisse Primaire d'Assurance Maladie / Sécurité Sociale (Asuransi Kesehatan Prancis)
Carte Vitale

Untuk Asuransi Kesehatan di Prancis yang berlaku secara general namanya adalah Sécurité Sociale yang nanti berupa kartu berwarna hijau atau yang biasa disebut Carte Vitale. Jadi 2 hal ini sama ya.

Nah untuk Sécurité Sociale ini sejujurnya aku menyerahkan pengurusannya ke suamiku karena memang dia yang lebih mengerti. Persyaratan dan formulirnya bisa didownload  disini. Setelah membaca persyaratannya di formulir tersebut (ada di halaman ke-2), kami memutuskan untuk pergi langsung ke kantor CPAM terdekat dengan membawa seluruh dokumen yang diperlukan, walaupun disitu ditulis harus menunggu 3 bulan setelah tiba di Prancis. Saat itu kami pergi H+7 setelah tiba di Prancis.

Dan ternyata, voilà! Kami diterima dengan sangat baik dan seluruh dokumen pun diterima. Puji Tuhan! 😇 Tapi ini tergantung lagi dengan masing-masing kantor CPAM di tiap daerah ya. Puji Syukur, kantor CPAM di daerah kami (Lyon 9ème) sangat baik birokrasinya. Menurut petugas yang menerima dokumen kami, khusus untuk istri/suami WN Prancis, tidak harus menunggu untuk tinggal selama 3 bulan di Prancis. Pernikahan kita dengan WN Prancis sudah membuktikan bahwa kita akan & sudah cukup "stabil" di Prancis. Jadi, kita bisa langsung datang dan mengurus Sécurité Sociale ini.

Adapun dokumen yang kami bawa ke kantor CPAM pagi itu berupa :
  • Formulir demande d'ouverture des droits à l'assurance maladie yang sudah diisi dan ditanda-tangani oleh kita. Formulir bisa didownload disini. (Kalo kesulitan mengisinya, bisa minta bantuan suami/istri).
  • Copy paspor halaman data diri kita
  • Copy paspor halaman yang ditempel visa VLS-CF & stamp imigrasi
  • Copy livret de famille
  • Copy acte de mariage française
  • Copy akte lahir yang bahasa indonesia
  • Copy terjemahan akte lahir bahasa Prancis oleh penerjemah tersumpah (→ nah kalo yang ini untung-untungan yaa. Karena menurut pengalaman teman-teman yang tinggal di kota lain, bahkan tinggal di 1 kota tapi kantor CPAM yang berbeda, petugas CPAM kadang tidak mau menerima terjemahan akta lahir kita yang diterjemahkan DI Indonesia. Walaupun yang menerjemahkan adalah penerjemah tersumpah yang diakui oleh Kedubes Prancis di Jakarta. Pengalamanku sendiri, aku menerjemahkan akta lahirku di Indonesia oleh penerjemah tersumpah Drs. Soegeng Saleh. Dan aku melegalisir akta lahir terjemahanku ini di Kemenkumham, Kemenlu, dan Kedubes Prancis (bisa dilihat disini). Menurut suamiku, legalisir oleh Kedubes Prancis inilah yang mungkin membuat akta lahir terjemehanku lolos diterima oleh petugas CPAM. Sekali lagi, case ini untung-untungan ya. Kalau memang tidak diterima, maka kita bisa menerjemahkan akta lahir kita oleh penerjemah tersumpah DI Prancis atau di KBRI. Infonya cari di google ya :p aku sendiri karena belum butuh makanya tidak mencari infonya terlebih dulu hehee)
  • Copy justificatif de domicile / bukti tinggal di Prancis berupa copy kontrak/kepemilikan rumah atau apartemen ATAU copy slip abonnement listrik atas nama suami/istri & kita. Harus sudah atas nama berdua ya biar lebih aman. Cara mendapatkannya sudah aku bahas diatas.  (pengalamanku, karena menambahkan namaku di slip kontrak apartemen membutuhkan waktu yang lama, maka kami menambahkan namaku di slip abonnement listrik Prancis terlebih dahulu. Kami memakai listrik dari "Direct Energie". Caranya masuk ke applikasi "Direct Energie" ini, tambahkan nama kita dan voilà! 5 menit kemudian nama ku sudah ada di slip abonnement listrik yang dikirim ke email kita.
  • Copy carte national d'identité / id card suami/istri WN Prancis
Saat ini kami tinggal menunggu kabar selanjutnya lagi mengenai Sécurité Sociale ini. Mudah-mudahan semua lancar dan tidak kekurangan apapun lagi.

UPDATE!! 18 Maret 2019 → persis 7 Minggu setelah submit dokumen ke CPAM (28 Januari 2019), akhirnya aku mendapatkan surat dari mereka. Surat ini berisi "temporary number" / nomor sementara dari Sécurité Sociale yang sudah bisa kita pakai kalo2 kita sakit atau mengalami keadaan darurat. Nomor permanen biasanya akan dikirimkan kurang lebih 3-6 bulan setelah submit dokumen ke CPAM.  Akan aku update terus kelanjutannya ya.
Surat yg berisi nomor sementara Sécurité Sociale

UPDATE #2!! 26 April 2019 → 5 minggu setelah menerima nomor sementara / temporary number dari Sécurité Sociale (atau 3 bulan setelah aku submit dokumen ke CPAM) akhirnya aku menerima surat dari CPAM yang berisi nomor permanent Sécurité Social-ku 😀 nomor inilah yang nanti akan dipakai di Carte Vitale. Setelah mendapatkan nomor permanent ini, kita bisa langsung masuk di website https://www.ameli.fr/ dan membuat akun Ameli kita. Akun ini baru akan aktif kurang lebih 8 hari.
Nomor permanent Sécurité Sociale

Selain surat yang berisi nomor permanent, di dalam amplop juga ada surat yang harus kita kirim balik ke kantor CPAM untuk mendapatkan Carte Vitale ini dan amplop lain untuk mengirimkan kembali surat tsb. Surat ini harus kita tandatangani dengan tinta hitam dan dilengkapi dengan menempel foto ukuran 3,5 x 4,5 cm berlatar belakang putih (aku pakai sisa fotoku saat apply VLS). Kemudian kirim bersama dengan copy paspor kita. Jangan lupa di amplop di taruh perangko ya. Sebenarnya, kita bisa apply Carte Vitale via website https://www.ameli.fr/ tapi, karena harus buat akun dulu dan menunggu kurang lebih 8 hari lagi, jadi aku putuskan untuk mengirim manual saja persyaratan untuk mendapatkan Carte Vitale ini. Mudah-mudahan Carte Vitale-nya bisa selesai bersamaan dengan aktifnya akun Ameli-ku. Akan aku update lagi bagaimana kelanjutannya ya.
Formulir/Surat yang harus kita kirim balik ke CPAM utk mendapatkan Carte Vitale


UPDATE #3!! 20 Mei 2019 → Akhirnya, 24 hari setelah aku mengirimkan kembali seluruh persyaratan untuk mendapatkan Carte Vitale, kartu ini sampai juga di tanganku. 😄 senang dan lega rasanya setelah menyelesaikan salah satu dokumen penting di Prancis. Berikut surat yang berisikan Carte Vitale yang aku terima via post. Untuk timeline-nya akan aku persingkat dibawah ya. Semangat untuk teman-teman yang masih mengurus carte vitale-nya.
Surat yang berisi Carte Vitale


TIMELINE Pengurusan Sécurité Sociale / Carte Vitale
  • 20 Januari 2019  tiba di Prancis
  • 28 Januari 2019 → submit seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk mengurus Sécurité Sociale langsung di kantor CPAM 
  • 18 Maret 2019 menerima nomor sementara / numero provisoire de la Sécurité Sociale melalui post
  • 26 April 2019 menerima nomor permanent / numero d'immatriculation définitif de la Sécurité Sociale. Kemudian membuat akun Sécurité Sociale di website https://www.ameli.fr/ dan menunggu kurang lebih 8 hari untuk pengaktifan akun tersebut.
  • 27 April 2019 mengirimkan seluruh dokumen persyaratan ke kantor CPAM melalui post untuk mendapatkan Carte Vitale
  • 9 Mei 2019 →  Akun Sécurité Social sudah aktif. Download applikasi "Ameli" via PlayStore (Android) / AppleStore (iPhone). Kemudian login dan berhasil.
  • 20 Mei 2019 menerima kartu hijau Carte Vitale melalui post.




4. Penambahan nama belakang suami di Halaman Pengesahan / Endorsement Paspor
Halaman Catatan Pengesahan Paspor / Endorsements
Langkah ini sebenernya tidak urgensi atau tidak dilakukan pun tidak apa-apa. Dari pengalamanku, aku memutuskan untuk menambahkan nama suami di halaman pengesahan / endorsement Pasporku karena akhir bulan Februari ini, KBRI Paris akan menyelenggarakan "Warung Konsuler" di kota tempat aku tinggal. Selain itu, aku juga akan lebih sering traveling bersama suami in the future. Jadi biar lebih aman dan nyaman saja. Plus memanfaatkan waktu Warung Konsuler oleh KBRI. 

Tujuan Warung Konsuler oleh KBRI Paris ini adalah untuk memudahkan WNI yang tinggal di kota-kota yang jauh dari Paris mendapatkan pelayanan KBRI. Makanya akhirnya aku pun memutuskan untuk menambahkan nama.

Email Kedubes untuk Penambahan Nama Suami
Adapun dokumen persyaratan yang dibutuhkan untuk penambahan nama suami di halaman pengesahan / endorsement paspor adalah sebagai berikut :
  • Paspor kita ASLI
  • Copy acte de mariage française
  • copy livret de famille
  • copy akta perkawinan suami & istri catatan sipil (→ mulai dari point ini kebawah, semua aku tambahin sendiri ya. Karena dari email kurang jelas akta perkawinan yang mana yang diminta. Selain itu, aku lengkapi selengkap-lengkapnya dokumen yang akan ku kirim supaya ga ngirim 2x)
  • copy salinan lengkap akta perkawinan
  • copy KTP kita
  • copy id card dan paspor suami/istri WN Prancis
Aku mengirimkan seluruh dokumen tersebut dengan menggunakan amplop Chronopost (Chrono13) yang bisa dibeli di kantor La Poste. Pengiriman ini bisa di track dan akan sampai keesokan harinya sebelum pukul 13:00 dengan biaya pengiriman (Lyon-Paris) sebesar €26. Lucky untuk teman-teman yang berdomisili di Paris, bisa langsung datang mengantarkan dokumennya ke KBRI Paris di 47-49 rue Cortambert 75116 Paris. Untuk jam datangnya aku kurang tau mungkin bisa di search di google. Oh iya, jangan lupa untuk lapor diri online dulu ya (kalo belum). Untuk biaya penambahan nama suami di halaman pengesahan paspor di KBRI Paris ini gratis ya.

Sekali lagi, ini merupakan penambahan nama suami di halaman catatan pengesahan / endorsement Paspor ya. BUKAN di halaman data diri Paspor! Jadi gaakan mengubah dokumen apapun di Indonesia (dokumen seperti KK, KTP, Ijazah, Akta Lahir/Kawin ga berubah). Kalo ingin menambahkan nama suami di halaman data diri Paspor, harus melalui pengadilan di Indonesia. Ini yang nantinya akan mengubah seluruh dokumen Indonesia. Prosesnya ribet dan panjang. I don't even wanna know. 😬 Dan ga pengen ngerubah juga untuk dokumen Indonesia, karena kami sendiri tidak tinggal di Indonesia.
Halaman Data Diri Paspor → TIDAK ADA yang berubah / ditambahkan





5. Membuka Rekening BANK & Membuat Nomor Pajak Prancis
Nah untuk yang ini, aku juga menyerahkan sepenuhnya ke suamiku. Heheh jadi aku ga bisa terlalu banyak bercerita. Yang paling penting adalah membuat nomor pajak Prancis supaya pajak yang dibebankan kepada suami tidak sebesar saat suami masih berstatus single. Apalagi kalo kita belum bekerja. Jadi jangan lupa mengingatkan suami untuk update status pajaknya ya. Itung-itung potongan pajak yang lebih kecil bisa jadi tambahan uang belanja! Hehehe 😝


Sekian pengalamanku setelah tiba di Prancis. Aku akan update lagi terutama setelah rendez-vous dengan OFII dan kelanjutan dari Sécurité Sociale. Doakan semoga semuanya lancar ya.

Terima kasih sudah membaca 😇 bonne journeé et à bientôt!
💢Instagram : @laviedelika