Recent Posts

Nasab Nabi Muhammad, Hingga Nabi Ibrahim, Hingga Nabi Adam

Ikhwan 8:52 AM Add Comment

Bismilllah

Sebagai seorang muslim, pasti dari kita mempunyai pikiran seperti ini "Saya ingin tahu siapa saja sih, Nasab Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam, katanya keturunan Nabi Ibrahim Alaihi Sallam ?" Alhamdulillah kali ini admin akan menjelaskannya dari kitab Sirah Nabawiyah Perjalanan hidup rasul yang agung Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam dari kelahiran hingga detik-detik terakhir karya Syaikh Shafiy yurrahman al-Mubarakfuri. dan disini admin akan menjelaskannya dengan Mudah membacanya.

Nasab Nabi Shalallahu Alaihi wa sallam terbagi kedalam tiga Klasifikasi :

  1. Yang pertama adalah yang disepakati oleh Ahlus Siyar wal Ansab (Para sejarawan dan Ahli Nasab), yaitu urutan Nasab Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa sallam hingga kepada ➜ Adnan. dan disini masih tidak ada perselisihan karena terdapat hadits yang kuat menjelaskan nasabnya.
  2. Yang Kedua, dan disini masih terdapat perselisihan antara orang-orang yang mengambil sikap diam dan tidak berkomentar dengan yang berpendapat dengannya, yaitu urutan Nasab Nabi Muhammad ➜ Adnan hingga ke ➜ Nabi Ibrahim Alaihi Sallam.
  3. Yang Ketiga, Penting sekali! dan diurutan ini terdapat Nasab Riwayat yang tidak shahih,Yaitu pada urutan Nasab Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam ➜ Adnan ➜ Nabi Ibrahim ➜ Nabi Adam.

Dan kesimpulannya dari ketiga Klarifikasi diatas, yang masih dapat kita tahu keasliannya antara nasab Klasifikasi ke 1 dan ke 2 dan di ke 2 ini masih ada keraguan, akan tetapi masih dapat kita Ambil karena Rasulullah Sendiri menyebutkan bahwa Nasabnya hingga ke Nabi Ibrahim Alaihi Sallam. akan tetapi untuk nasab dari Nabi Ibrahim ke adam sendiri tidak dapat dijadikan Nasab yang shahih, karena masih terputus putus jalan Nasabnya Wallahu A'lam.

BERIKUT ADALAH NASAB DARI KE TIGA KLASIFIKASI

1. Klasifikasi Pertama,
Muhammad Shalallahu Alaihi wa sallam bin Abdullah bin Abdul Muthalib (Nama aslinya, Syaibah) bin Hasyim (nama aslinya, Amr) bin Abdu Manaf (nama aslinya, al-Mughirah) bin Qushay (Nama aslinya, Zaid) bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr (dialah yang dijuluki sebagai Quraisy yang kemudian suku ini dinisbatkan kepadanya) bin Malik bin an-Nadhar (nama aslinya, Qais) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (nama aslinya, Amir) bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan. (Lihat Ibnu Hisyam,op.cit.,1/1,2; Tarikh ath Thabari,II/239-271)

2. Klasifikasi Kedua, (Urutan nasab diatas Adnan),

Adnan bin Add bin Humaisi' bin Salaman bin Awsh bin Buz bin Qimwal bin Ubay bin Awwam bin Nasyid bin Haza bin Baldas bin Yadhaf bin Thabikh bin Jahim bin Nahisy bin Makhiy bin Idh bin Abqar bin Ubaid bin ad-Di'a bin Hamdan bin Sunbur bin Yatsribi bin Yahzan bin Yalhan bin Ar'awi bin Idh bin Disyan bin Aishar bin Afnad bin Ayham bin Muqashshir bin Ahits bin Zarih bin Sumay bin Mizzi bin Udhah bin Uram bin Qaidar bin Ismail Alaihi Sallam, bin Ibrahim Alaihi Sallam. (Thabaqat Ibnu Sa'ad,op.cit.,1/56/57; Tarikh ath-Thabari,op.cit.,2/272. Untuk mengetahui perbedaan seputar klasifikasi ini lihat juga dalam kitab Tarikh ath-Thabari,2/271-276 dan Fath al-Bari, 6/621-623)

3. Klasifikasi Ketiga (Urutan diatas nabi Ibrahim),

Ibrahim Alaihi Sallam, bin Tarih (Nama aslinya, Azar) bin Nahur bin Saru (atau Sarugh) bin Ra'u bin Falikh bin Abir bin Syalikh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh 'Alaihi Sallam bin Lamik bin Mutawasylikh bin Akhnukh (ada yang mengatakan bahwa dia adalah Nabi Idris 'Alaihi Sallam) bin Yarid bin Mihla'il bin Qaynan bin Anusyah bin Syits bin Adam 'Alaihi Sallam. (Ibnu Hisyam, ibid., hal. 2-4; Tarikh ath-Thabari, ibid., hal.276. Sumber-sumber sejarah berbeda-beda didalam pengejaan lafadz sebagian nama-nama tersebut, demikian pula pada sebagian sumber, ada nama yang tidak tercantum)

Sumber Pihak Ketiga

dan itulah Nasab Nabi Muhammad ➜ Adnan ➜ Ibrahim ➜ Hingga ke Adam, dan dari tiga klasifikasi tersebut ada Riwayat yang shahih semisal Riwayat Nabi Muhammad ➜ Adnan sebagaimana sabda Nabi Shalallahu alaihi sallam,

إِنَّاللهَ اصْطَفَى مِنْ وَلَدِإِبْرَاهِيْمَ إِسْمَاعِيْلَ، وَاصْطَفَى مِنْ وَلَدِإِسْمَاعِيْلَ كِنَانَةً، وَاصْطَفَى مِنْ بَنِي كِنَانَةَ قُرَيْشًا، وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ، وَاصْطَفَانِيْ مِنْ بَنِيْ هَاشِمٍ.

Sumber : Arabic-Keyboard.org

"Sesungguhnya Allah telah memilih Isma'il dari anak cucu Ibrahim, memilih Kinanah dari anak cucu Isma'il, memilih Quraisy dari anak cucu Bani Kinanah, memilih Bani Hasyim dari keturunan Quraisy dan memilihku dari keturunan Bani Hasyim. " (HR. Muslim) (Diriwayatkan oleh imam muslim dari wa'ilah bin al-Asqa' bab:Fadhlu Nasab an-Nabi, 2/245 dan at-Tirmidzi, 2/201.)

FREE QUOTES



nasab nabi sendiri mempunyai silsilah keturunan yang terhormat sebagaimana hadits menjelaskan, Dari al-Abbas bin Abdul Muthathalib, dia berkata, "Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

'Sesungguhnya Allah telah menciptakan makhluk, lalu dia menjadikanku sebaik-baik golongan mereka dan sebaik-baik dua golongan, kemudian memilih beberapa kabilah, lalu menjadikanku bagian dari sebaik-baik kabilah, kemudian memilih beberapa keluarga lalu menjadikanku bagian dari sebaik-baik keluarga mereka, maka aku adalah sebaik-baik jiwa diantara mereka dan sebaik-baik keluarga diantara mereka'. (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, kitab'al-manaqib', bab: Ma Ja'afi Fadhl an-Nabi, 2/201.)

dan Riwayat dari Adnan ➜ Nabi Ibrahim masih dapat diambil karena telah dijelaskan dari hadits diatas, dan masih kuat, tapi masih ada sedikit perselisihan dalam urusaan nasab sebagaimana telah dijelaskan di bagian klasifikasi ke dua, namun kita dapat mengetahui Nasab Nabi Muhammad sampai kepada Nabi Ibrahim dengan jelas dari hadits.

selanjutknya dari Nabi Ibrahim ➜ Nabi Adam, dan pada nasab ini banyak sekali perselisihan mengenai Nasab Nabi Ibrahim hingga sampai ke adam karena ada nasab yang terlewat atau belum tercantumkan. wallahu a'lam

dan itulah penjelasan mengenai Nasab Rasulullah hingga ke Nabi Ibrahim dan Adam, Semoga Artikel ini bermanfaat dan menambah ilmu kita, dan admin sendiri menulis artikel ini tidak sembarangan, dan bersumber dari buku yang telah diajarkan oleh para Ustadz lulusan Madinah, melalui kajian kajiannya di tempat tertentu,

Semoga bermanfaat 
Barakallahu Fikum 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

REFRENSI ARTIKEL

  • Sirah Nabawiyah 'Perjalanan hidup Rasul yang Agung Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam dari kelahiran hingga detik-detik terakhir, karya Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Pustaka DH (Darul Haq)

Mengusap Khuf / Kaos Kaki dan Kain Pembalut luka ketika bersuci (wudhu)

Ikhwan 8:41 AM Add Comment

Khuf adalah Sepatu kulit (Seperti kaos kaki) atau kaos kaki yang menutup kedua mata kaki, khuf biasa digunakan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam ketika shalat, saat dalam keadaan cuaca yang dingin. dan Khuf ini menutup kedua mata kaki dan tak mengapa untuk dipakainya, berbeda sekali dengan isbal yang kita harus menghindarinya.


CONTOH KHUF / KAOS KAKI


Khuf Akhwat (wanita) atau yang sejenisnya

Khuf Ikhwan (pria) atau yang sejenisnya


JUDUL POST


Bismillahirahmanirahim kali ini kita akan membahas mengenai Tata cara Bersuci ketika menggunakan Khuf dan perban


PENJELASAN LENGKAP BESERTA DALIL



Kebolehan mengusap khuf dan benda-benda lainnya yang semakna dengannya misalkan seperti kaos kaki, ditetapkan berdasarkan al-Qur'an dan as sunnah. Firman Allah Subhanahu wa ta'ala yang berkenaan dengan hal tersebut telah disebutkan dalam ayat sebelumnya (surah al-,Ma'idah), yaitu lafazh



Dan Kedua Kakimu (Q.S. Al-Maidah : 6)

yang dibaca dengan harakat jar (bunyi : i) karena di'athafkan (diikutkan) kepada lafazh,



"Dan Basuhlah kepalamu," (Q.S. Al-Maidah (5) 06)



maka dibolehkan untuk mengusapnya, sedangkan dalam hadith beliau shalallahu alaihi wa sallam yang menjelaskan tata cara bersucinya ketika sedang menggunakan Khuf, Berikut Sabdanya : 



"Jika Salah Seorang diantara kamu berwudhu, Sementara ia dalam keadaan memakai khufnya, maka hendaklah dia mengusap bagian atasnya dan shalatlah dengannya, dan ia tidak perlu mencopot keduanya jika berkenan, kecuali jika ia dalam keadaan junub." (HR Ad-Daraquthni 1/54, dan Al-Hakim 1/181, dan ia menshahihkannya)

BONUS QUOTES




Hadith ini bersifat mutlak dan tidak ada pembatas waktu . Hadits ini dibatasi dengan hadits yang lain, yang akan dikemukakan dalam pembahasan  berikutnya.



Kemudian ketentuan syari'at yang memperbolehkan mengusap perban yang terdapat dalam sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dikala sahabat nabi yang terluka dikepalanya, dimana ia membasuh kepalanya ketika bersuci lantas mengantarkan kepada kematiannya, seraya beliau shalallahu alaihi wa sallam bersabda:



"Padahal cukup baginya bertayamum dan membalut lukannya dengan perban, lalu mengusapnya serta membasuh anggota tubuhnya yang lain. (HR. Abu Dawud, no. 336, dan mayoritas ulama berpedoman pada hadits ini)

SYARAT SAHNYA MENGUSAP KHUF / PERBAN
Seseorang yang hendak mengusap khuf atau benda-benda lain yang semakna dengannya ketika bersuci diisyaratkan :

  1. Keduannya dipakai dalam keadaan bersih, berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam yang ditujukan kepada Al-Mughirah bin Syu'ban ketika hendak membuka sepasang khuf yang dipakai oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam untuk membasuh kedua kaki beliau ketika berwudhu. 

    "biarkanlah keduanya karena aku memakai keduanya dalam keadaan bersih." (Muttafaq\alaih; al-Bukhari, no.202. Muslim, no.274)
  2. keduannya menutupi bagian kaki yang wajib dibasuh.
  3. Keduanya tebal, sehingga kulit tidak terlihat dari balik keduanya.
  4. Masa mengusap keduannya tidak boleh lebih dari sehari semalam bagi orang yang berada di tempat (muqim) serta tidak boleh lebih dari tiga hari tiga malam bagi orang yang berpergian berdasarkan keterangan yang diutarakan Ali Radhiallahu anhu, "Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah menetapkan tiga hari tiga malam bagi orang yang berpergian serta satu hari satu malam bagi orang yang berada ditempat." (diriwayatkan oleh Muslim, no.276)
  5. Tidak boleh mencopot keduanya, Jika ia mencopot keduannya, maka wajib atasnya membasuh kedua kakinya. Jika ia tidak membasuhnya , maka wudhunya di hukumi batal.
  6. Dalam mengusap PERBAN maka tidak disyariatkan harus suci terlebih dahulu serta tidak ada batasan waktu tetapi kain perbannya disyari'at kan tidak boleh melampaui  tempat luka, kecuali kain perban yang dipakai mengikat; tidak boleh mencopotnya serta lukanya belum sembuh. Sehingga, jika kain perbannya dicopot atau lukanya telah sembuh maka usapannya dihukumi batal dan wajib membasuhnya.

PERINGATAN

  1. Di bolehkan mengusap sorban karena darurat, misalnya karena dingin atau sedang berpergian, berdasarkan hadits rasulullah shalallahu alaihi wa salla yang diriwayatkan oleh Muslim, no.275, Bahwa Nabi Shalallahu alaihi wa sallam berwudhu ketika berpergian, dimana beliau mengusap rambut ubun-ubunnya serta mengusap sorbannya. Jadi disamping mengusap sorban, juga mengusap sebagian rambut ubun-ubun, sebgaiamana tertera dalamhadits tersebut.
  2. Dalam  Mengusap Sepatu, perban, penutup kepala, seperti sorban dan sejenisnya tidak ada perbedaan antara wanita dan laki-laki. Sehingga suatu yang dibolehkan bagi laki-laki, diperbolehkan juga bagi wanita menurut batasan ketentuan yang sama

TATA CARA MENGUSAP KHUF DAN PERBAN / SEJENISNYA

Adapun tata cara mengucapkan khuf dan benda-benda yang semakna dengannya adalah sebagai berikut : Terlebih dahulu membasahi kedua tangannya. lalu meletakan bagian dalam telapak tangannya yang sebelah kiri dibawah tumit sepatu dan bagian dalam telapak tangannya yang sebelah kanan di atas ujung jari-jari kakinya, lalu mengusapkann telapak tangannya yang sebelah kanan hingga kebetisnya dan telapak tangannya yang sebelah kiri diusapkan hingga keujung jari-jari kakinya.

Jika ia hanya menyapu bagian atas sepatunya, tanpa menyapu bagian bawahnya, maka hal itu diperbolehkan. Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam keterangan yang dituturkan oleh Ali radhiallahu anhu, 


"Jika agama itu berdasarkan akal, maka tentunya mengusap bagian bawah khuf lebih utama daripada bagian atasnya." (HR. Abu Dawud, no.162, dengan sanad yang baik).

Sedangkan tata cara mengusap perban yaitu hendaklah membasahi tangannya terlebih dahulu, kemudian mengusapkannnya diatas perban seluruhnya satu kali usapan. jadi ketika sedang terjadi penyakit yang tidak boleh terkena air, cukup basahi bagian yang tidak diperban ketika berwudhu, dan usap perbannya dengan tangan bersih dan tidak menggunakan air untuk mengusapnya

Semoga artikel mengenai khuf dan perban ini bermanfaat
barakallahu fikum
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

REFRENSI ARTIKEL

  • Kitab Minhajul Muslim BAB IV, Pasal keenam, Hal.363-366., Karya Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza 'iri (Pengajar tetap di Masjid Nabawi )
  • Permateri kajian Ustadz Khalid Basalamah : S1 (Universitas Madinah) S2 (Universitas Muslim Indonesia) S3 (Universitas Tun Abdul Razak Malaysia)

Bank Syariah VS Bank Konvensional: Rangkaian Perbedaan yang Perlu Kita Ketahui

Ikhwan 1:48 AM Add Comment
Perbedaan dan Persamaan antara Perbankan Syariah dan Konvensional

Daftar Isi:
  1. Pelarangan Riba
  2. Pelarangan Gharar
  3. Perbedaan Berdasarkan Prinsip Operasional Bank
  4. Prinsip Keadilan
  5. Prinsip Kemitraan
  6. Prinsip Keterbukaan
  7. Univeralitas
  8. Penetapan Bunga (Interest)
  9. Keberadaan DPS (Dewan Pengawas Syariah)

Bank merupakan lembaga keuangan yang berperan sebagai intermediasi keuangan (penghimpun dan penyaluran dana) masyarakat. Saat ini perbankan di Indonesia sudah sangat banyak dan sistem yang digunakanpun beragam macam. Selanjutnya, dari sekian banyak bank dikelompokkan kedalam dua kategori besar yaitu bank konvensional dan bank syariah. Dengan adanya pengelompokan ini sudah pasti kedua jenis perbankan ini memiliki perbedaan yang menarik untuk dibahas, pada artikel kali ini penulis akan mencoba untuk mengulas lebih mendalam mengenai perbedaan tersebut. Berikut ini merupakan perbedaan antara perbankan syariah dengan perbankan konvensional:


1. Pelarangan Riba 


Pelarangan riba pada perbankan syariah berpedoman kepada Al-Quran dan Hadis, salah satu bagian yang termasuk ke dalam riba pada perbankan secara umum yaitu bunga pinjaman, hal ini sesuai dengan kesepakatan jumhur ulama, dimana riba tersebut mencakup berbagai kelebihan atas pinjaman. Oleh karena itu, bank syariah menghindari yang namanya riba agar setiap transaksi yang dilakukan halal secara syariat. Bebeda halnya dengan perbankan konvensional, bunga bank dijadikan sebagai kekuatan dalam hal penghimpunan dana dari masyarakat dan juga menjadi bagian paling diminati oleh para nasabah bank konvensional. Semakin tinggi tingkat bunga yang ditawarkan oleh perbankan konvensional, maka akan semakin banyak orang yang akan menyimpan dananya, dikarenakan adanya harapan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.

2. Pelarangan Gharar


Hal selanjutnya, yang membedakan antara bank syariah dengan bank konvensional yaitu adanya pelarangan gharar (transaksi yang mengandung ketidaktahuan antara kedua belah pihak). Gharar juga sering disebut dengan yang namanya spekulasi, contoh spekulasi yang dimaksud yaitu membeli saham dengan harga rendah lalu menjualnya dengan harga yang sangat tinggi. Spekulasi ini dapat memberikan efek buruk bagi perusahaan dan dapat menzalimi pihak yang membeli saham (Fany Indriyani, 2015).

3. Perbedaan Berdasarkan Prinsip Operasional Bank


Berikut ini merupakan beberapa prinsip yang diterapkan dalam perbankan syariah agar setiap aktivitas perbankan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan (Rifadin, 2010):

1) Prinsip Keadilan


Prinsip keadilan merupakan salah satu prinsip yang diterapkan dalam perbankan syariah. Keadilan yang dimaksud antara lain yaitu adanya kesepakatan antara kedua belah pihak dalam hal pengambilan imbalan ataupun penentuan terhadap jumlah keuntungan (margin). Dengan adanya pinsip keadilan ini tentunya akan menumbuhkan kepercayaan para pihak yang bekerjasama dengan bank syariah untuk terus menjalin hubungan kerja yang baik dengan pihak perbankan.

2) Prinsip Kemitraan


Kedudukan nasabah dalam perbankan syariah setara dengan mitra usaha, sehingga tidak ada yang lebih berhak untuk mengambil keputusan tanpa adanya persetujuan dari salah satu pihak (bank dan nasabah). Begitu juga dalam hal pembagian keuntungan ataupun risiko, maka hal itu akan disepakati terlebih dahulu sesuai dengan keridhaan kedua belah pihak. Dengan demikian Bank Syariah hanya berkedudukan dan berfungsi sebagai pihak yang memberikan jasa pelayanan dana (menghimpun dan menyalurkan dana).

3) Prinsip Keterbukaan


Prinsip ini menjadi salah satu hal yang dapat memikat hati para nasabah, dengan adanya laporan keuangan serta pencatatan terhadap transaksi yang jelas dan terbuka, maka akan memberikan sebuah pandangan baik terhadap perbankan syariah. Dan akan memberikan peluang terhadap keberlangsungan perbankan syariah.

4) Univeralitas


Dalam menjalankan operasionalnya bank syariah tidak membeda-bedakan kelompok nasabah. Baik itu nasabah yang beragama Islam maupun nasabah yang beragama selain Islam tetap akan diutamakan dan diberikan pelayanan serta fasilitas yang baik. Dengan demikian, perbankan syariah tidak hanya berguna bagi umat Islam saja, akan tetapi juga berguna bagi seluruh umat.

Sedangkan prinsip-prinsip yang terdapat dalam perbankan konvensional antara lain yaitu:

1) Penetapan Bunga (Interest)


Penetapan Bunga (Interst) dalam perbankan konvensional bertujuan untuk meningkatkan strategi bersaingnya dalam hal menghimpun dana dari masyarakat. Hal ini tentunya tidak dibenarkan dalam Islam, pelarangan riba dalam Islam bukan tidak memiliki hikmah, diantara hikmah dari adanya pelarangan riba yaitu dapat mencegah terjadinya kegiatan ataupun transaksi yang berakibat kepada ketidakadilan dan kezaliman. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Islam merupakan agama yang peduli akan kepentingan jamaah (kepentingan berkelompok), dimana antara umat yang satu dengan umat yang lainnya harus saling membantu dan peduli dalam hal mencukupi kebutuhannya, Islam tidak menginginkan adanya kegiatan pemaksaan dari orang-orang yang berkelebihan dana terhadap orang yang kekurangan dana dengan cara penetapan bunga pinjaman. Karena kegiatan pemaksaan dengan penetapan bunga dapat mengakibatkan kemiskinan ataupun kesenjangan ekonomi yang berkepanjangan. (Kalsum, 2014)

4. Keberadaan DPS (Dewan Pengawas Syariah)

Perbankan syariah memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS), yang mana DPS ini betugas dan bertanggung jawab dalam hal mengawasi aktivitas ataupun operasional perbankan syariah agar tetap sesuai dengan syariah Islam. Kedudukan DPS dalam perbankan syariah biasanya sederajat dengan dewan komisaris. Para aggota DPS ditetapkan berdasarkan hasil keputusan rapat pemegang saham dari para calon yang sudah mendapatkan arahan dan rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional (DSN) (Hafizh Maulana, 2014). Hal ini berbeda jauh dengan perbankan konvensional dimana dalam operasional dan struktur organisasinya perbankan konvensional tidak memiliki Dewan Pengawas Syariah, akan tetapi perbankan konvensional akan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Daftar Pustaka:

Fany Indriyani. (2015). Komparasi Kinerja Perbankan Syariah dengan Bank Konvensional: Suatu Studi Literatur. Jurnal Muqtasid. Volume 6 Nomor 2, Desember 2015

Rifadin. (2010). Tinjauan Deskriptif Sistem Pembagian Hasil Bank Syariah dengan Bank Konvensional (Sebuah Kajian Konseptual). JURNAL EKSIS. Vol.6 No.1, Maret 2010: 1267 – 1266

Kalsum, U. (2014). Riba dan Bunga Bank dalam Islam (Analisis Hukum dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Umat. Jurnal Al-‘Adl, 7(2), 67–83.

Hafizh Maulana. (2014). Implikasi Kewenangan Dewan Pengawas Syariah Terhadap Sistem Pengawasan di Bank Aceh Syariah. Share: Vol. 3, No. 1, Januari-Juni 2014

Janji Allah kepada Orang yang Munafik, Kafir dan Orang Mukmin

Ikhwan 8:57 AM Add Comment

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jazakumullahu khairan (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan)

Allah Subhanahu wa ta'ala adalah tuhan yang menciptakan segala seseuatu, baik itu semua makhluk tumbuhan, binatang, manusia, gunung dan lain-lain. Oleh karena itu juga Allah menerapkan peraturan yang dibuatnya kepada para hambanya baik yang beriman maupun yang tidak beriman. dan barangsiapa yang tidak mentaati perintahnya maka Allah akan memberikan sesuatu kepadanya bisa berupa siksa yang pedih, dan barang siapa yang mentaati peraturannya Allah akan memberikan ganjaran terbaik untuk dirinya.


Sama Halnya seperti orang Mukmin dan Orang Munafik yang saling bertentangan, sebagaimana bahwasanya orang-orang munafik salah satu contohnya adalah selalu menyuruh berbuat mungkar, dan tidak mau berbuat yang makruf, dan dia telah melupakan Allah dalam kehidupannya seperti, disetiap hidupnya sedikit sekali dia mengingat Allah, sedikit sekali menjalankan perintahnya bahkan apa yang dilarangnya, namun ia lakukan sering dan itu adalah salah satu ciri-cirinya, sebagaimana keterangan ini bersumber dari Q.S. At-Taubah (9) 67.

dan apa balasannya yang diberikan oleh Allah kepada orang-orang munafik & kafir, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :


"Allah menjanjikan (mengancam) orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka jahanam. Mereka kekal didalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi mereka. Allah melaknat mereka mendapat azab yang kekal (Q.S. At-Taubah (9) 68)

FREE QUOTES


Lalu orang-orang Mukmin baik itu Laki-laki maupun perempuan, sangat bertentangan ciri-cirinya dengan orang-orang munafik, bahwasanya kalau orang Mukmin sendiri sering melakukan hal yang makuf dan mencegah yang mungkar, dan menyuruh kepada manusia untuk selalu mengerjakan Hal yang makruf dan mencegah yang mungkar, dan dia selalu melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan rasulnya. dan mereka akan diberi rahmat oleh Allah Subhanahu wa ta'ala,
Sebagaimana Keterangan ini bersumber dari Q.S. At-Taubah (9) 71

lalu apa balasan kepada orang-orang mukmin oleh Allah ta'ala, Allah ta'ala berfirman :


"Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. (akan mendapat surga) yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya dan (mendapat) tempat yang baik di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah Lebih besar. Itulah kemenangan yang Agung. (Q.S. At-Taubah (9) 72)

FREE QUOTES


Semoga Bermanfaat
Barakallahu Fikum 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Fakta Al-Qur'an !! Gunung Pelangi di china yang terdapat dalam AL-Qur'an

Ikhwan 2:48 AM Add Comment

Assalamualaikum Warahmatullahi wa barakatuh
Jazakumullahu khairan (Semoga Allah Membalasmu dengan kebaikan).

PEMBUKAAN

Salah satu tujuan diturunkannya Al-Qur'an kepada manusia adalah untuk menjadi bahan pembelajaran dan renungan, Bagi orang-orang yang berfikir tentang penciptaan Alam Semesta, dan juga sebagai petunjuk dari Allah kepada Umat manusia sebagaimana Allah Ta'ala berfirman :


Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) kami disegenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu ? (Q.S. Fussilat (41) 53)

JUDUL

dan berikut ini kita akan menjelaskan fenomena alam Gunung-Gunung yang bermacam-macam warnanya yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an sejak 1400 tahun yang lalu.

TONTON DI YOUTUBE



ISI POSTINGAN

Fenomena gunung pelangi dan warna-warni, atau biasa disebut juga rainbow mountain, pada awalnya kabar bahwa adanya gunung pelangi itu hanyalah berita kebohongan, namun belakangan ini, fenomena itu makin terungkap setelah berbagai banyak tulisan dan video amatir yang menjadi fakta baru, bahwa memang benar, terdapat suatu gunung pelangi disuatu wilayah,

Gunung pelangi ini terlerletak di zhangye tepatnya diprovinsi Gansu, Negara China bagian tenggara dan barat daya, dan merupakan bagian dari Zhangye Danxia Landform Geological Park, dengan luas 510 kilometer persegi. Sebelumnya taman dan provinsi dari daerah pemandangan itu menjadi bagian dari geopark nasional pada november 2011.

Gunung pelangi ini dinilai sangat menakjubkan karena bukit dan lembahnya terdiri dair lapisan warna, yaitu warna merah, biru, hijau, zamrud, coklat, dan kuning. namun tempat itu tidak ditemukan tumbuhan atau hewan apapun karena kondisi tanahnya yang tandus.


Menurut Telegraph, warna-warni menakjubkan perbukitan tersebut berasal dari batuan pasir merah dan mineral yang terbentuk sejak periode kapur tepatnya pada 24 juta tahun yang lalu. Formasi batuan tersebut kemudian mengalami pergeseran lempeng rektonik yang juga membentuk pegunungan Himalaya. Hujan dan angin yang menerpa daerah itu selama jutaan tahun, juga ikut andil dalam membentuk ceruk, lembah dan pola warna zhangye Danxia. Konon gunung ini akan menampilkan pola warna yang berbeda beda, tergantung kondisi cuaca didaerah tersebut.\

Saat pertama kali Danxia Landform diketahui, khalayak melalui foto-foto yang tersebar didunia maya, banyak yang menganggap pola pelanginya merupakah hasil rekayasa komputer. Apalagi belakangan banyak orang yang merilis video amatir saat usai mengunjungi Danxia Landfrom, dan kini tempat ini menjadi salah satu objek wisata yang paling dicari di negeri china.

The Zhangye Danxia Landfrom juga dikenal sebagai eye candy dari Zhangye. Banyak seniman mengaggumi karya ini laksana lukisan sempurna diatas kanvas. Namun itu semua adalah Hasil Karya Allah Subhanahu wa' ta'ala untuk memperlihatkan kepada manusia sebagian dari tanda-tanda kekuasaannya Sebagaimana Allah Subhanahu wa ta'ala menjelaskan mengenai fenomena gunung pelangi ini didalam Al-Qur'an, Allah Ta'ala berfirman :


"Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan diantara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. (Q.S. Fatir (35) 27)


Sebagaimana Al-Qur'an telah menjelaskan fenomena alam tersebut sejak 14 abad yang lalu,  bahkan sebelum para sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam datang dan berdakwah ke china. dan hal ini menunjukan bahwa Al-Qur'an adalah salah satu bukti terpenting yang memungkinkan kita mengetahui keberadaan Allah ta'ala. Sebagaimana Allah ta'ala berfirman :


"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami disegenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. Tidak cukupkah  (bagi kamu) bahwa tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Q.S. Fussilat (41) 53)

semoga penjelasan ini bermanfaat
barakallahu fikum
Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

Keutamaan membaca surah Al-Kahfi dihari Jum'at

Ikhwan 8:20 AM Add Comment

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jazakumullahu khairan (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan)

Hari Jum'at adalah waktu yang pas untuk membaca surah Al-Kahfi, mengapa harus Al-Kahfi, karena seorang yang membaca surah ini akan mendapat ganjaran yang besar bahkan jika kita menghafal 10 ayat pertama dan 10 ayat terakhir akan terhindar dari fitnah dajjal, dan berikut adalah dalil hadits yang menjelaskan mengenai keutamaan membaca surah Al-Kahfi di hari Jum'at

DALIL HADITS


"Barang siapa yang membaca Surah Al-Kahfi pada malam jum'at, dia akan disinari cahaya antara dia dan ka'bah." (HR. Ad-Darimi, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam shohihul jami' no. 6471)

dan juga dari hadits yang dibawakan oleh An-Nasa'i dan Baihaqi :


"Barang siapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jum'at, dia akan disinari cahaya diantara dua jum'at." (HR. An-Nasa'i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Shohihul jami' no. 6470)

WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEMBACANYA

Sebagaimana Dalil hadits pertama diatas bahwa membacanya pada malam jum'at sedangkan dalil kedua pada hari jum'at, mengisyaratkan bahwa surah ini bisa dibaca 24 jam di hari Jum'at , karena ada dalil yang kuat mengenai waktu untuk membacanya, yaitu dari terbenamnya matahari di hari kamis hingga terbenamnya matahari dihari Jum'at.

Al-Munawi menukil keterangan al-Hafidz Ibnu Hajar,
Kata al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitabnya al-Amali, "Anjuran membaca al-Kahfi ada dibeberapa riwayat, ada yang menyatakan 'Hari Jum'at' dalam riwayat lain 'Malam Jum'at'. Bisa kita kompromikan bahwa waktu yang dimaksud adalah siang dan malam Jum'at." (Faidul Qadir, 6/258)

Al-Munawi juga mengatakan : "Dianjurkan untuk membaca surah Al-Kahfi diari jum'at atau dimalam harinya, sebagaimana ditegaskan as-syafi'i. (Faidhul Qadir, 6/257)

Berdasarkan keterangan diatas bahwa tidak ada waktu khusus untuk membaca surah al-kahfi, anda bisa membacanya selama hari jum'at. dan bisa memilih waktu yang longgar dan nyaman sehingga bisa membaca dengan penuh perenungan.

TERHINDAR DARI DAJJAL


selain dari keutamaan diatas Nabi Shalallahu alaihi wa sallam juga telah menerangkan keutamaan menghafal 10 ayat pertama dalam riwayat lain terakhir disurah Al-Kahfi, bahwasanya bagi si penghafal surah tersebut akan terlindungi dari dajjal sebagaimana haditsnya berikut :

Dari Abu Darda' radhiyallahu 'anhu , ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,


"Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surah al-kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal." (HR.Muslim no. 809)

dalam Riwayat lain disebutkan, "Dari Akhir surah al-kahfi." (HR.Muslim no.809)

Semoga bermanfaat
Barakallahu fikum
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

BONUS QUOTES









Tanda Akhir Zaman | waktu yang serasa makin cepat

Ikhwan 8:18 AM Add Comment

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Jazakumullahu khairan (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan)

waktu menurut sejarah adalah suatu priode atau masa terjadinya suatu kisah perjalanan manusia. waktu terbagi menjadi 3 kelompok yaitu : Masa lalu, masa sekarang, dan masa depan, dalam artian kata bahwa waktu adalah suatu proses perjalanan dalam sebuah garis waktu, yang dimulai dari zaman dulu, zaman sekarang, hingga zaman yang akan datang.

lantas bagaimana jika waktu hari demi hari terasa cepat sekali perputarannya, dan tidak terasa antara jam ke jam, sehingga, hari ke hari seakan cuma beberapa jam, ini sudah dikatakan dari nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam dalam sebuah haditsnya yang berbunyi :


"Tidak akan tiba hari kiamat hingga zaman berdekatan, setahun bagaikan sebulan, sebulan bagaikan sepekan, sepekan bagaikan sehari, sehari bagaikan sejam, sejam bagaikan terbakarnya pelepah pohon kurma." (Musnad Ahmad (II/537-538 dengan catatan pinggir Muntakhab Kanz), dan diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan Anas, Lihat Jaami at-Tirmidzi, Bab Az-Zuhd, Bab Ma Jaa-a fii Taqaarubiz zamaan wa qashril Amal (VI/624, 625, Tuhfatul Ahwadzi))

Oleh karena itu waktu didalam islam ibarat seperti pedang, sebagaimana dikatakan oleh para salaf terdahulu " Waktu itu ibarat pedang, jika kamu tidak menebasnya maka waktu tersebutlah yang akan menebasmu, dan jika jiwamu tidak disibukan didalam kebenaran maka ia akan menyibukannya dalam kebathilan . (imam asy syafi'i dinukil oleh Al-Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya Al-Jawaab Al-Kaafi))

YUK SEBARKAN KE SOCIAL MEDIA MU


Jangan lupa dikasih sumber downloadannya supaya banyak yang mendownload quotes tersebut dari website ini Jazakumullahu khairan

Semoga Artikel diatas bermanfaat dan dapa kita renungkan,
semakin jauh zaman, perputaran waktu semakin cepat oleh karena itu kita harus lebih hati-hati dalam waktu yang kita jalani, memperbanyak ibadah dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah ta'ala
Barakallahu fikum
Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

Menyimpan harta yang banyak tapi tidak diinfakan | ini balasannya

Ikhwan 8:48 AM Add Comment

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jazakumullahu Khairan (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan)

JUDUL POST

Al-Qur'an telah menerangkan kepada orang yang tidak menginfakan hartanya tapi dia menimbun hartanya.

ISI POST

Bagi umat islam yang telah beriman kepada Allah Ta'ala dan Rasullullah shalallahu alaihi wa sallam, dan telah ikhlas terhadap agamanya. mereka akan berfikir bahwa harta yang berada didunia itu tidak ada apa-apanya melainkan harta akhirat, jika mereka mendapatkan harta yang berlimpah, mereka senantiasa berhati-hati karenanya, dan menginfakan sebagian hartanya, setengah hartanya, dan bisa saja ia menginfakan semua hartanya di jalan Allah. Oleh karena itu mereka sudah mengetahui bahwa Al-Qur'an telah menjelaskan tentang balasan terhadap orang yang menimbun hartanya sebagaimana Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :

DALIL AYAT


"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang bathil, dan (mereka) Menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakannya dijalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih. (ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka jahannam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan kepada mereka), "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (Q.S. At-Taubah (09) 34-35)

PENJELASAN AYAT

dikatakan pada ayat diatas bahwa orang yang menimbun emas dan perak dan tidak menginfakannya, maka Allah akan memberi azab yang begitu pedih dan berat kepada mereka, dan dineraka diazab dengan : disetrika dahinya, lalu lambung dan punggung mereka karena mereka tidak mau menginfakan sebagian hartanya. Jika ingin membaca lebih lengkap dan rinci maka telusurilah Tafsir Ibnu katsir dll dibawah ini :

BONUS QUOTES



TAFSIR

  • ISI TAFSIR : JANGAN SAMAKAN SEPERTI YAHUDI DAN NASRANI

As-Suddi berkata : "Al-Ahbar adalah pendeta dari kalangan orang-orang yahudi, dan ar-ruhban adalah pendeta dari kalangan orang-orang nasrani," Dan memang benar, bahwa ahbar adalah orang-orang alim dari kalangan orang yahudi, seperti dalam firmannya: "Mengapa para rahib dan ruhban itu tidak melarang mereka dari perkataan bohong dan memakan-makanan yang haram ?" (Q.S.Al-Maidah 63)

Dan Ruhbah (pendeta) adalah para ahli ibadah dari kalangan orang-orang nasrani, sementara al-qissisun (uskup) adalah orang alim mereka, seperti difirmankan oleh-Nya yang artinya : "Yang demikian itu diantara mereka terdapat qissisuun dan ruhban," (Q.S. Al-Maidah; 82)

Maksudnya, suatu peringatan akan bahaya para ulama su' (orang alim yang mengajak kepada keburukan) dan para ahli ibadah yang salah jalan, seperti yang dikatakan oleh sufyan bin 'Uyainah; "Barangsiapa diantara ulama kita yang rusak akhlaknya, maka mereka menyerupai orang-orang yahudi. Dan barangsiapa diantara para ahli ibadah kita yang rusak akhlaknya, maka mereka menyerupai orang-orang nasrani."

Dalam hadith shahih disebutkan "Kamu akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kamu secara pas (serupa/persis)," para sahabat bertanya: 'Yahudi dan nasrani ?" Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam menjawab , lantas siapa ?

dalam satu riwayat disebutkan : "Orang-orang persia dan romawi ? " Rasulullah menjawab ; siapa lagi orangnya selain mereka ?" (Hadith ini tidak saya temukan dalam kitab-kitab hadith secara lafzhi, akan tetapi secara maknawi hadith ini sejalan dengan hadith-hadith shahih, wallahu a'lam.)

jadi, ini adalah peringatan bagi kita untuk tidak bertasyabbuh (serupa) dengan mereka baik dalam ucapan atau perbuatan. Untuk itu Allah berfirman:

Laya'kuluuna amwaalan naasi bil baathili wa yashudduuuna'an sabiilillaaHi ("Benar-benar (mereka) memakan harta orang dengan jalan yang bathil, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.") Hal itu karena mereka memakan harta dunia dengan mengorbankan agama dan dengan secaara jabatan mereka. Seperti halnya para orang alim yahudi pada zaman Jahiliyah, dimana mereka mempunyai kedudukan dimasyarakat dan mendapatkan pajak serta sumbangan dari rakyat. Ketika Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam diutus, mereka tetap dalam kesesatan dan kekafiran karena tidak mau kaehilangan jabatan mereka, maka Allah menghapus ketamakan mereka dengan cahaya kenabian dan menggantinya dengan kehinaan dan kerendahan serta mereka akan mendapatkan amarah dan murka dari Allah Subhanahu wa ta'ala.

  • ISI TAFSIR : "JANGAN MENCAMPUR KEBENARAN DENGAN KEBATHILAN DAN JUGA JANGAN MENYERU KEBAIKAN TETAPI DIRIMU TIDAK MELAKUKANNYA

Firmannya:  wa yashuddunna'an sabiilillaaHi ("Dan menghalang-halangi manusia dari jalan Allah,") Yakni; disamping memakan-makanan yang haram, mereka juga menghalangi manusia dari mengikuti kebenaran, mencampur kebenaran dengan kebathilan dan berpura-pura dihadapan para pengikut mereka sebagai orang-orang yang menyeru kepada kebaikan, padahal perbuatan mereka tidak seperti apa yang mereka teriakkan. Mereka adalah para penyeru yang mengajak dalam  api neraka dan dihari kiamat tidak akan mendapat pertolongan.

  • ISI TAFSIR : "MENJELASKAN TENTANG ZAKAT DAN AL-KANZU

Firman-Nya: Walladziina yaknizuunadz dzaHaba wal fidl-dlata walaa yunfiquunaHaa fii sabiilillaaHi ("Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak , dan tidak menginfakannnya dijalan Allah.:") mereka adalah jenis ketiga dari golongan orang-orang yang dipandang oleh masyarakat (tokoh masyarakat). Dimana masyarakat akan membutuhkan para ulama, para ahli ibadah dan orang-orang kaya.

Jika tiga kelompok manusia ini rusak, maka rusaklah (keadaan) masyarakat, seperti yang dikatakan oleh ibnu al-Mubarak: "Dan agama itu tidaklah menjadi rusak, melainkan karena perbuatan para Raja, Ulama su' dan para pendeta."

sedangkan yang dimaksud dengan al-kanzu, imam Malik berkata dari 'Abdullah bin Dinar, dari Ibnu 'Umar; "adalah harta yang tidak ditunaikan zakatnya."

Ats-Tsauri dan yang lainnya berkata, dari 'Ubaidullah, dari Nafi', dari Ibnu 'Umar, ia berkata : "Harta yang dikeluarkan zakatnya, maka tidak termasuk al-kanzu, meskipun berada dibumi yang ketujuh, sedangkan harta yang tidak terlihat dan tidak dikeluarkan zakatnya, maka harta tersebut termasuk al-kanzu." Hal ini juga diriwayatkan dari ibnu 'Abbas, Jabir dan Abu Hurairah secara mauquf dan marfu.

Berkaitan dengan hal ini, 'Umar bin al-Khathab berkata: "Harta yang dikeluarkan zakatnya, maka tidak termasuk al-kanzu meskipun terpendam dalam tanah dan harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka harta tersebut termasuk al-kanzu, dimana pemilikya akan di setrika dengan api, meskipun berada dimuka bumi."

Al-Bukhari meriwayatkan dari az-Zuhri, dari Khalid bin Aslam, ia berkata, kami keluar bersama 'Abdullah bin 'Umar, lalu ia berkata : "Ini (adalah) sebelum diturunkannya perintah zakat, lalu ketika perintah zakat diturunkan, Allah menjadikannya sebagai pembersih Harta." Begitu juga dengan apa yang dikatakan 'Umar bin 'Abdul 'Aziz dan 'Arak bin Malik: "Ayat tersebut telah dinasakh (dihapus) oleh firman Allah (yang artinya); 'Ambilah zakat dari sebagian harta-harta mereka. ' (Q,S. At-Taubah 103)"

Sa'id bin Muhammad bin Ziyad berkata dari Abi Umamah, bahwa ia berkata: "Hiasan pedang termasuk al-Kazu, aku tidak mengatakan kepadamu kecuali apa yang kudengar dari Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam.


  • ISI TAFSIR : HUKUM ORANG YANG MENIMBUN HARTA DAN SIKSAANNYA DIAKHIRAT


Firman-Nya: Yauma yulhmaa 'alaiHaa fii naari jaHannama fa tukwa biHaa jibaaHuHum wa junuubuHum wa dhuHuuruHum Haadzaa maa kanaztum li anfusikum fadzuuquu maa kuntum taknizuun ("Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka jahannam, Lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka. 'Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari apa yang kamu simpan itu,"))

Yakni, dikatakan kepada mereka perkataan ini sebagai cercaan dan penghinaan terhadap mereka, seperti dalam firman -Nya yang artinya : "Kemudian tuangkanlah diatas kepalanya siksaan (dari air yang amat panas.) Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia." (Q,S, Ad-Dukhaan: 48-49), Yakni, adalah sebagai balasan atas perbuatan tersebut dan inilah yang kamu timbun untuk dirimu.

Untuk itulah dikatakan: "Barangsiapa yang mencintai dan mengutamakannya daripada taat kepada Allah, niscaya ia akan disiksa dengan sesuatu tersebut. Dan manakala mereka itu lebih mengutamakan pengumpulan harta daripada keridhaan Allah, maka mereka disiksa dengan harta tersebut."

Sebagaimana Abu Lahab semoga laknat Allah selalu menyertainya, ia selalu memusuhi rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, sementara sang istri  membunuhnya, maka pada hari kiamat, perempuan tersebut akan menjadi siksa baginya. dimana dilehernya terdapat tali dari sabut, yakni ia mengumpulkan kayu-kayu neraka lalu lemparkan kepada suaminya. ini semua agar siksa tersebut  akan terasa menyakitkan, jika datang dari orang yang membantunya didunia, sebagaimana halnya dengan harta-harta ini, manakala lebih disukai oleh pemiliknya harta tersebut akan lebih membahayakannya diakhirat. ia akan dibakar (dipanaskan) diatas harta-harta itu didalam neraka dengan panas yang tidak terbayang dashyatnya, dahi, lambung dan punggung mereka disetrika, wallahu a'lam.

Al-Imam Abu Ja'far bin Jarir berkata dari Tsauban, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam pernah bersabda: "Barangsiapa yang meninggalkan harta timbunan, maka pada hari kiamat tersebut akan berbentuk sesosok makhluk buas yang bertarin, yang akan mengikutinya., Orang itu berkata kepadanya: 'Kurang ajar, siapa kamu?" ia menjawab :'Aku adalah harta timbunanmu yang kamu tinggalkan.' ia terus mengikutinya hingga melahap an mengunyah tangan orang tersebut, lalu diikuti dengan seluruh badannya, Hadith ini juga diriwayatkan oleh ibnu Hibban dalam shahihnya, dari hadith yazid, dari Sa'id. Asal muasal hadith ini terdapat dalam shahih bukhari  dan shahih muslim. dari riwayat Abi az-Zinad, dari al-A'raj, dari Abu Hurairah radiallahu anhu.

dan disebutkan dalam shahih Muslim dari hadith suhail bin Abi Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shalallhu alaihi wa sallam bersabda : "Tidak seorang pun yang tidak mengeluarkan zakat hartanya, kecuali pada hari kiamat ia dibuatkan lempengan-lempengan dari api lalu disetrikakan pada lambung, dahi dan punggungnya. Yaitu pada hari yang ukurannya sama dengan 50.000 tahun, hingga diputuskanlah urusan para hamba, lalu diperlihatkanlah kepadanya jalannya, apakah kesurga atau kenereaka."
dan ia menyebutkan kelanjutan hadith ini.

Dalam menafsikan ayat ini, al-Bukhari berkata dari hushain, dari Zaid bin  Wahb, ia berkata :"Aku menemui Abu Dzar, di ar Rabdzah dan bertanya: 'Apa yang menjadikanmu berada ditempat ini?" ia menjawab : \ketika itu kami berada disyam, lalu aku membaca: orang yang menimbun emas dan perak, dan tidak menafkahkannya dijalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka akan adanya siksa yang pedih"
Maka Mu'awiyah berkata : 'Yang demikian ini tidak ditujukan kepada kita, tapi hanya ditujukan kepada Ahli kitab.'Aku berkata: 'Ini ditujukan kepada kita dan kepada mereka." Hadith ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari hadirh'Ubaid bin al-Qasim, dari hushain, dari Zaid bin Wahb, dari abi dza. ia menyebutkan  hadith tersebut dengan tambahan: "... hingga perselisihan antara kedua semakin tajam. Maka ia mengirim surat kepadanya "Utsman ra, yang mengadukan perkaraku, Lalu 'Utsman ra, mengirim surat kepada ku, agar aku datang kepadanya, Lalu aku datang kepadanya. Ketika aku sampai kota madinah, orang-orang mengikutiku seaakan mereka belum pernah melihatku. Hal itu aku adukan kepada 'Utsman, ia berkata kepadaku: 'Bersegeralah sedikit!' Aku menjawab: 'Demi Allah, aku tidak akan mundur dari apa yang pernah aku katakan."

Diantara pendapat Abu dzar adalah, haramnya menyimpan harta yang melebihi pemberian nafkah kepada keluarga. Ia fatwakan hal ini, sekaligus menyeru dan memberikan dorongan untuk melaksanakan fatwa ini. Ia juga bersikap kasar kepada orang yang tidak menerima fatwa tersebut. Sehingga Mu'awiyah mencegahnya, akan tetapi ia tetap bersikukuh dengan pendapatnya.

Mu'awiyah khawatir kalau hal ini akan berdampak negatif terhadap masyarakat, maka ia mengadukannya kepada amirul mukminin, 'Utsman ra, agar memanggilnya. Kemudian. 'Utsman meminta agar ia datang ke Madinah dan ia ditempatkan di Rabdzah sendirian. Dan ditempat inilah ia wafat, ketika itu masih dalam masa pemerintahan 'Utsman.

Mu'awiyah pernah mengujinya untuk mengetahui apakah ucapan Abu Dzar itu sesuai dengan perbuatannya, Ia mengutus seseorang untuk memberikan 1000 dinar kepada Abu Dzar, maka Abu Dzar langsung menginfakannya, Kemudian setelah itu Mu'awiyah mengutus si pembawa dinar tersebut kepada Abu Dzar dan berkata : 'Sesungguhnya kemarin aku diutus Mu'awiyah kepada orang lain tapi aku keliru, oleh karena itu kembalikanlah dinar yang seperti demikian. "Abu Dzar berkata : "Dinar tersebut telah diinfakan. Jika nanti aku memiliki harta, akan aku ganti."

Ali bin Abi Thalib meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas, bahwasanya ia berkata: "Sesungguhnya ayat ini berlaku secara umum."

Dalam hadith shahih disebutkan, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Dzar: "Aku tidak suka jika aku memiliki emas sebesar (Gunung) Uhud dan setelah lewat tiga hari aku masih memiliki sebagiannya, kecuali satu dinar yang aku simpan untuk membayar hutang."

Hal inilah wallahu a'lam yang menjadikan Abu Dzar berpendapat seperti itu
(HR. AL-Bukhari dalam kitab ar Rigaq akan tetapi dengan lafadz: "Dan aku masih memiliki satu dinar darinya kecuali sesuatu)

PESAN 

jadi seberapa banyak harta yang kamu kumpulkan untuk dirimu sendiri dan tidak menginfakannya dijalan Allah misal seperti membayar zakat mall dan tidak memberi makan anak yatim / Fakir miskin, dan untuk kemaslaharan agama, maka kelak diakhirat harta yang tidak diinfakan itu akan mengazabnya..

Semoga bermanfaat
barakallahu fikum
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mata Air Di Surga " Mata Air Salsabila " | Keindahan Surga

Ikhwan 10:08 AM Add Comment

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jazakumullahu Khairan (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan)

ARTIKEL SEBELUMNYA

Sebelumnya diartikel dailymuslim_id sebelumnya telah membahas keindahan surga yang mengenai 4 macam sungai-sungai yang berada dalam Al-Qur'an dan Salah satu sungai yang dikhususkan untuk Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam yang berada disurga yaitu sungai Al-Kautsar, dan juga artikel yang mengenai bahwa "Surga adalah tempat peristirahatan terbaik yang begitu sejuk dan indah". sebetulnya masih banyak lagi keindahan yang berada didalam surga yang diantaranya adalah bidadari-bidadari yang lembut pandangannya, pemuda yang membawa air, tidak berjenggot dan lain-lain, dan insyallah artikel ini akan diselesaikan dengan tuntas, dan ini adalah artikel sebelumnya.
Baca Juga
JUDUL

Dan pada artikel ini kita akan membahas mengenai "Mata Air Yang Berada Dalam Surga Yaitu Mata Air Salsabila"

TERDAPAT MATA AIR DIDALAM SURGA

Selain Sungai yang berada didalam surga, Allah juga memberikan kepada para hambanya yang telah memasuki surga, bahwa mereka diberi minum dengan mata air disurga yang begitu enak rasanya, sebagaimana firman Allah Ta'ala :


Sesungguhnya orang yang bertaqwa itu berada dalam surga-surga (taman-taman), dan (di dekat) mata air (yang mengalir). (Q.S. Al-Hijr (15) 45). ayat yang telah dijelaskan sama halnya dengan Surah Adh Dhariyat (51) 15

dan juga Allah berfirman dalam ayatnya yang lain yang menjelaskan bahwa disurga terdapat mata air:


Sungguh, orang-orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman. (yaitu) didalam taman-taman dan mata air - mata air (Q.S. Ad-Dukhan (44) 51-52)

sebagaimana telah dijelaskan tadi bahwa Al-Qur'an menerangkan adanya mata air disurga yaitu pada surah :
  1. Q.S. Al-Hijr (15) 45
  2. Q.S. Adh Dhariyat (51) 15
  3. Q.S. Ad-Dukhan (44) 51-52
  4. dan juga terdapat dalam ayat yang lain yaitu pada Q.S. Ar-Rahman (55) 50 yang mengenai bahwa didalam surga terdapat dua mata air yang mengalir sebagaimana firmannya menjelaskan

Didalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar (Q.S. Ar-Rahman (55) 50).


NAMA MATA AIR DIDALAM SURGA

berbicara mengenai mata air didalam surga, Allah Subhanahu wa ta'ala menamakan Mata air didalam surga itu dengan nama "SALSABILA" sebagaimana firman Allah Ta'ala yang berbunyi :


"Yang didatangkan dari sebuah mata air disurga yang dinamakan salsabil. (Q.S. Al-Insan (76) 18)

BONUS QUOTES

Yuk bagikan Quotes ini di social media mu 


Jazakumullahu khairan telah menshare

SIFAT MATA AIR SALSABILA

Lantas bagaimana rasanya dan bagaimana bentuk dan warnanya, begitu maha suci Allah yang telah menerangkan dengan lengkap mengenai Mata air salsabila ini, Mata air salsabila berwarna putih bersih, tidak memabukan, dan enak diminumnya, sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah As-Saffat (37) 45-47. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :


Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi air) dari mata air (surga), (warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. Tidak ada didalamnya unsur yang memabukan dan mereka tidak mabuk karenanya. (Q.S As-Saffat  (37) 45-47)


dan dari kedua mata air itu bercampur dengan dua macam yaitu bercampur dengan kafur dan jahe sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala 


Sungguh, Orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (yaitu) mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya (Q.S. Al-Insan (76) 5-6)

dan juga Allah ta'ala berfirman :

Dan disana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe (Q.S. Al-Insan (76) 17)

TAFSIR DALIL

berikut adalah tafsir dari kedua dalil tersebut yang dibawakan oleh ibnu katsir

menurut Ibnu katsir, " Dan disana mereka diberi gelas minuman bercampur jahe..," berarti mereka (orang-orang berbakti) diberi segelas minum an khamr, yang kadang-kadang dicampur dengan air kafur yang dingin dan segar. dan terkadang dicampur pula dengan jahe yang panas agar seimbang atau sesuai. adapun orang-orang yang dekat dengan Allah, mereka minum ari salsabila yang murni.

Muhammad Mutawalli asy-Sya'rawi menafsirkan mata air dan minuman serta campurannya, dengan mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala telah memberitahukan kepada kita tentang minuman penghuni surga dengan dua macam campuran, yaitu kafur (disebut pada awal surah) dan jahe (disebut pada akhir surah).di dalam kafur terdapat sifat dingin, segar, dan harum. sedangkan didalam jahe terdapat sifat panas dan harum. Adapun yang terjadi pada mereka adalah mencampur kedua minuman, salah satunya merupakan hal lain, yang lebih lengkap, lebih baik, dan lebih enak rasanya. Alangkah halus penyebutan kafur itu ditempatkan pada awal surah,  sedangkan jahe disebutkan pada akhir surah. kemudian minuman yang mereka minum (pertama kali) bercampur dengan kafur, yang didalamnya terdapat sifat dingin. selanjutnya ia meminum mminuman yang bercampur dengan jahe untuk menyesuaikannya. secara lahir, gelas minuman kedua bukanlah gelas minuman yang pertama karena kedua-duanya merupakan jenis minuman yang lezat dan segar. yang pertama bercampur kafur; sedangkan yang kedua bercampur dengan jahe

KESIMPULAN

Allah subhanahu wa ta'ala juga memberitahukan bahwa  pencampuran minuman mereka dengan minuman yang dingin itu dimaksudkan sebagai balasan atas ketaatan, keutamaan, kesabaran, dan kesetiaan mereka terhadap segala kewajiban yang sudah diwajibkan kepada mereka. amalan mereka itu akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda.

semoga bermanfaat 
barakallahu fikum
assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

Dinukil dari :
  1. Al-Qur'an Al-Haqq
  2. Tafsir Alqur'anmulia.wordpress