Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

Taubatnya Nabi Adam AS

• تَابَ : bermakna kembali, atau tobat, akan tetapi dalam bahasa arab kalimat تَابَ apabila disertai dengan على maka bermakana : sifat Allah (menerima taubat), apabila disertai dengan إلى bermakana : sifat manusia (bertobat).
• التواب : kata ini juga masih berhubungan dengan makana taubat, akan tetapi ini bisa disifati kepada manusia, yang berarti banyak taubatnya, juga bisa disifati untuk Allah yang berarti : yang maha menerima taubat.
• هبط : bermakna turun, akantetapi mengandung makna paksaan dan tidak mulya, berbeda dengan kalimat نزل yang sama bermakna turun akantetapi biasa disebut kepada sesuatu yang mulya seperti Alquran, Malaikat dll.


Ayat yang telah lalu telah menceritakan kepada kita secara historis tentang kronologis awal penciptaan nabi Adam dan Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam sebagai aplikasi dari rasa taat kepada Allah SWT, maka tampaklah antara makhluk yang mengabdi secara utuh dan yang tak sempurna pengabdiannya disebabkan oleh ego kesombongan.
Tinggallah Adam disurga bersama istrinya, akantetapi Iblis tidak ada hentinya berusaha untuk mengeluarkan Adam dari Sorga hingga Akhirnya Nabi Adampun diturunkan dari Surga ke mukabumi ini.
Pembahasan kali ini akan memfokuskan dua poin penting dari kandungan ayat ini yaitu taubatnya nabi Adam dan diturunkannya dari Sorga.



• Ayat 37 : TAUBATNYA NABI ADAM AS

Bapak kita Adam AS ketika tinggal surga dibebaskan oleh Allah SWT untuk menikmati apa yang ada di sana, akantetapi Allah melarang satu buah yang dinamai buah khuldi , setelah syaitan menggoda nabi Adam lewat Hawa maka nabi Adam memakan buah itu dan diturunkanlah dari sorganya Allah SWT.

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, ini adalah tuntunan dari Allah tata cara bertaubat bagi Adam, adapun kalimat yang diterima oleh Adam dari Allah SWT sebagai cara bertaubat adalah sebagai berikut :
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Selain itu, diriwayatkan bahwa nabi Adam juga di diajarkan manasik haji (tuntunan ibadah haji), dalam riwayat lain kalimat yang diterima oleh nabi Adam ketika Allah menyuruhnya untuk turun ke bumi adalah permohonan dari nabi Adam jika ia taubat, maka Allah menjawab : "maka saya akan kembalikan kamu ke sorga".
Nabi Adam diriwayatkan ketika beliau bertobat menangis selama 200 Tahun, tidak makan dan minum 40 hari, dan tidak mendekati Hawa 100 Tahun, sampai beliau thawaf di ka'bah dan menerima kalimat diatas.

Ayat ini juga mengandung hikmah akan diterimanya taubat hambanya karena sifat Allah (yang maha menerima taubat), sebesar apapun dosa hambanya, sebagaimana yang di janjikan oleh baginda rasul SAW. Rasulullah bersabda : التائب من الذنب كمن لا ذنب له (orang yang bertobat dari dosanya bagaikan orang yang tidak berdosa).
Syarat taubat adalah : merasa menyesal dan bertekad untuk tidak kembali lagi kepada maksiat yang telah lalu, jika kurang dari salah satu syarat diatas maka belum bisa dibilang taubat yang sempurna.

Timbulah pertanyaan, jika nabi adam berdosa bukankah para nabi ma'shum (terpelihara dari dosa) ? jawabnya adalah : ketika nabi Adam tinggal di sorga belum di angkat menjadi nabi, dan diangkatnya nabi adam menjadi nabi setelah diturunkannya kebumi, bagaimana bisa menjadi nabi jika tidak memiliki ummat dan tanggung jawab (takalif, sprt sholat dll).

Lalu apakah yang membedakan dosa Adam dan Iblis? Adam setelah berdosa mengakui kesalahannya dan bertobat akantetapi Iblis tidak mengakui bahkan membantah perintah Allah karena kesombongannya, itulah yang menyebabkannya kekal dineraka dan tidak akan pernah masuk surga . Oleh karna itu jika kita memiliki kesalahan segeralah kembali kepada Allah pasti Allah akan mengampuninya, dan sangatlah salah dan beda orang yang membangkang kepada Allah dikarenakan melecehkan perintahnya, seperti kenapa harus sholat? Kenapa harus zakat itukan hartaku ! dsb..

Dikisahkan pada masa pemerintahan Khalifah Umar RA, bahwasanya ada seorang pencuri yang akan dihukum potong tangan, lalu datanglah orang tua si pencuri dan meminta maaf bahwa ini adalah pertama kalinya anaknya mencuri, lalu umarpun menjawab : "Allah mengampuni kepada hambanya yang mencuri pertama kali, pasti dahulu dia pernah mencuri " . ini satu pelajaran yang penting jika Allah ingin menampakan kesalahan seseorang kepada hambanya yang lain, pastinya hamba itu sudah melakukan kesalahan itu berkali-kali, karna bisanya dalam dosa pertama Allah menyembunyikan kesalahan hambanya akantetapi jika sudah berkali-kali Allah akan tampakan kepada orang lain, seperti contoh koruptor, biasanya jika dia tertangkap sebelumnya sudah pernah korupsi dll.

Adapun sifat Allah التواب (Attawwab) yang berarti sang menerima taubat, karena kapanpun hambanya bertobat dari dosa apapun sebelum nafas ditenggorokan, Allah berjanji akan mengabulkan taubat hambanya, banyak sekali kunci maaf dari Allah SWT untuk para ummat nabi Muhammad SAW, kalau ummat terdahulu jika berdosa harus membunuh dirinya baru bisa diterima, sedangkan ummat nabi diberikan berbagaimacam jalan menuju Ampunan Ilahi, diantaranya :
1. Rasul bersabda : "jika kalian berdosa (banyaknya) sampai setinggi langit, kemudian kalian tobat maka Allah akan menerima taubat kalian".
2. Rasul bersabda : " barangsiapa setelah selesai shalat beratsbih 33x bertahmid 33x bertakbir 33x dan membaca :
لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ , لَهُ اَلْمُلْكُ , وَلَهُ اَلْحَمْدُ , وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Maka niscaya Allah akan mengampuni kesalahannya walupun sebanyak buih di lautan".
3. Rasul bersabda : " barangsiapa yang ketika naik kekasurnya (untuk tidur),dan membaca :
لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير
لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر
Maka Allah akan mengampuni dosanya walaupun sebanyak buih di lautan".


• Ayat 38-39 : TURUNNYA DARI SORGA

Di ayat sebelumnya telah dikisahkan tentang turunnya nabi Adam dari surga, lalu apa maksud pengulangan kembali cerita diturunkannya Adam dari Sorga ? jawabanya adalah : ayat yang terdahulu menceritakan turunnya nabi adam dari surga ke langit bumi, adapun ayat ini mengkisahkan turunnya nabi Adam dari langit bumi ke muka bumi .

Kronologi historis :

Dikisahkan oleh Ibnu Jauzy : Nabi adam diturunkan dari surganya Allah SWT kemuka bumi, dikarenakan kesalahan yang dilakukan oleh nabi Adam yaitu memakan buah khuldi. Iblis yang selalu berusaha untuk mengeluarkan nabi Adam dan Hawa dari Sorga dan berjanji akan mengganggu anak keturunan Adam agar bersamanya di neraka.

Karena pelanggaran itu turunlah Adam, Hawa dan iblis ke muka bumi ini, tidak memakai sehelai benangpun untuk menutupi tubuhnya maka Allah memerintahkannya untuk menyembelih domba dan memakai kulit domba untuk baju.

Adapun nabi Adam diturunkan di dataran India (Srilangka) , Hawa di Jeddah (Saudi Arabia), dan Iblis di tepi lautan (Ubulah).

Nabi adam turun dari Sorga membawa beberapa buahan yang sekarang ada di bumi, juga Hajar Aswad dan Tongkat nabi Musa.

Nabi Adam yang diturunkan di Srilangkapun mencari Hawa, dan berjumpa di Muzdalifah, itulah salah satu tempat manasik ibadah haji, lalu nabi Adam pergi ke syam dan meninggal di Makkah tepatnya dekat ka'bah yaitu Jabal Kubais.

Adapun hikmah yang dapat kita petik dari untaian ayat ini adalah :
1. Dalam perintah turun bermakna banyak اهبطوا yang berarti turunlah kalian semua, padahal yang di sorga hanya Adam dan hawa? Para ulama menjelaskan bahwa kita semua termasuk dalam perintah ini karena kita termasuk anak cucu Adam.
2. " maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati" makananya adalah jika kita mengikuti peraturan syariat agama Allah maka kita tidak akan taku, contohnya : jika ada seorang yang korupsi pasti dia takut akan ketahuan, jika suami selingkuh pasti dia takut ketahuan oleh istrinya, karena itu menyelahi kode etik ajaran agama kita.
Lain halanya hamaba Allah yang bertaqwa, dia tidak akan merasa resah dan takut.
3. Ayat ini juga menggambarkan bahwa setelah nabi Adam diturunkan maka anak cucunya akan terbagi menjadi dua : yang pertama : yang mengikuti petunjuknya maka tidak akan sedih dantaku, kedua : yang kafir akan ajaranNya maka akan kekal di neraka.

Demikaianlah paparan singkat dari tafsir surat Albaqoroh dari ayat 37 sampai 39, mudahmudahan kiranya dapat menambah wawasan pemahaman kita akan kitab suci Agama kita Al-Quran.

Oleh : Auza'i Mahfudz Asirun *Pemakalah adalah mahasiswa The Holy Quran And Islamic Sciences, program S2, dihimpun dari berbagai referensi Tafsir Klasik dan Kontemporer.
http://aznaku.blogspot.com, dapat di copy di www.auzai.co.cc.

=======================================================
http://tafsirtematis.wordpress.com/2008/07/15/surat-al-baqarah-37

Nabi Adam (as) bertawassul dengan hak Rasulullah saw dan Ahlul bait (sa).

Allah swt berfirman:
فتلقى آدم من ربه كلمات فتاب عليه
“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya,”

Jalaluddin As-Suyuthi dalam tafsirnya Ad-Durrul Mantsur ketika menafsirkan ayat ini, mengatakan: Ibn Abbas pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang “Kalimat-kalimat yang diterima oleh Adam dari Tuhannya lalu Dia menerima taubatnya”.
Rasulullah saw bersabda: “Adam memohon kepada Allah dengan hak Muhammad, Ali, Fatimah, Al-Hasan dan Al-Husein (sa), kemudian Allah menerima taubatnya.” (Kanzul Ummal 1: 234).

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang firman Allah “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya “(Al-Baqara: 36). Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya Allah menurunkan Adam di India, Hawa’ di Jeddah, Iblis di Misan, dan ular di Ashbahan, ular itu berkaki seperti kaki onta. Adam tinggal di India selama seratus tahun menangisi kesalahannya sehingga Allah mengutus Jibril kepadanya dan berfirman: “Wahai Adam, bukankah Aku menciptakanmu dengan tangan-Ku? Bukankah Aku meniupkan ruh-Ku ke dalam dirimu? Bukankah para malaikat-Ku telah sujud kepadamu? Bukankah Aku telah menjadikan Hawa sebagai isterimu? Adam menjawab: Semua itu benar. Kemudian Allah swt bertanya: Mengapa kamu menangis? Adam menjawab: Bagaimana aku tidak menangis sementara aku dikeluarkan dari sisi Yang Maha Pengasih.

Kemudian Allah swt berfirman: “Hendaknya kamu bertaubat dengan kalimat-kalimat ini, sesungguhnya Allah akan menerima taubatmu dan mengampuni dosamu. Ucapkan olehmu:
اللّهم إني أسالك بحق محمّد وآل محمّد، سبُحانك لا إله إلاّ أنت، عملت سوءاً وظلمت نفسي، فتب عليّ إنك أنت التواب الرحيم، اللّهم إني أسألك بحق محمّد وآل محمّد، عملت سوءاً وظلمتُ نفسي فتُب عليّ إنك أنت التواب الرحيم
Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad. Maha Suci Engkau tiada Tuhan kecuali Engkau, aku telah melakukan kesalahan dan menzalimi diriku, maka terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Menyayangi. Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad, aku telah melakukan kesalahan dan menzalimi diriku, maka terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Menyayangi.

Kemudian Rasulullah saw bersabda: “kalimat-kalimat inilah yang diterima oleh Adam.” (Kanzul ‘Ummal 1: 234, hadis ke 4237)

Hadis tersebut dengan segala macam redaksinya juga terdapat di dalam kitab:
1. Manaqib Ali bin Abi Thalib, Al-Maghazili Asy-Syafi’i, halaman 63, hadis ke 89.
2. Yanabi’ul Mawaddah, Al-Qundusi Al-Hanafi, halaman 97 dan 239, cet. Islambul; halaman 111, 112, 283, cet. Al-haidariyah.
3. Muntakhab kanzul ‘Ummal, Al-Muntaqi Al-Hindi (catatan pinggir) Musnad Ahmad bin Hambal, jld 1, hlm 419.
4. Al-Ghadir, Al-Amini, jilid 7, halaman 300.
5. Ihqaqul Haqq, At-Tustari, jilid 3, halaman 76.


oleh: Syamsuri Rifai
http://tafsirtematis.wordpress.com/2008/07/15/surat-al-baqarah-37/