Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

Madinah Chapter

Madinah Al Munawarah Chapter

Setelah kurang lebih 5 jam perjalanan akhirnya Sampai juga kami di kota Madinah. Malam itu cuaca di Madinah 180 derajat berbeda dari Makkah. Di Madinah dingiiiinn sekali sampai membuat seluruh jamaah menggigil, bahkan ketika kami sampai hotel langsung disambut dengan guyuran hujan. Alhamdulillah, bisa merasakan hujan di Arab yang katanya jarang sekali terjadi... Kata pak Ustad mudah-mudahan ini berkah buat seluruh jamaah.. Amiiin :).

Setelah istirahat sebentar di hotel, kami semua langsung bersiap ke Masjid Nabawi untuk Sholat dan berdoa di Raudah.
Masjid Nabawidi malam hari yg lg diguyur hujan
Habis di guyur hujan, payung-payung Masjid mulai dibuka semua... biar kering kali yah payungnya :).
Hati sedikit tergetar ketika melihat masjid Nabawi. Subahanallah indahnya, walaupun pertama melihatnya di malam hari tapi keindahannya tdk tertutup oleh malam.
Kepala kutundukkan karena tak kuasa menahan haru. Assalamualaika ya Rasulullah ya nabi Allah ya habib Allah. Aku datang mengunjungimu ya Rasul. Aku rindu sekali padamu. Perasaannya mungkin seperti perasaan seorang gadis yang dipisahkan dari kekasihnya.
Doa masuk masjid Nabawi pun kuucapkan.
Here I am visiting you, ya Mohammad, my prophet
Langsung mencari posisi shalat yang nyaman. Kedua tangan diangkat untuk memulai shalat tahiyyatul masijd. Rasanya tak mampu menahan kedua tangan karena rasa haru yang teramat sangat, air mata mulai menggenang, kepala tertunduk lagi, Ya Allah terimakasih, nuhun pisan sudah Kau izinkan aku untuk mengunjungi masjid Rasulullah...

Tidak seperti Masjid Al-Haram, masjid Nabawi ini lebih banyak aturannya. Mulai dari pintu masuk laki-laki dan perempuan yg dipisahkan, pas masuk mesjid harus melewati pengecekan lg karena tidak boleh membawa kamera dan HP ke dalam dan masuk Raudah juga harus tertib mengikuti aturan. Aturan tertib masuk Raudah yaitu dibagi berdasarkan Negara, more or less. Indonesia Malaysia dan Brunei dikelompokan dalam Bangsa melayu. Sebelum masuk Raudah, Bangsa Melayu ini disatukan dalam satu papan bertuliskan "Penerangan Agama" (Aneh!!!! Apaan tuh maksudanya, I was wondering who told them those words...) itu lah petunjuk kita kalau mau ke Raudah. Tapi Peraturan ini sangat menguntungkan buat jamaah Indonesia yang rata rata berukuran tubuh mungil dibandingkan jamaah lain dari Negara Negara timur tengah lainnya. Kita bukan hanya mungil tapi juga paling halus dan sopan. Mana mau kita rebutan tempat sama ibu ibu bertubuh besar itu. Bisa kejengkang kita semua sama mereka.

Alhamdulillah pertama kali ke Raudah ini, kita termasuk beruntung karena begitu disuruh antri, bentaaar banget dah disuruh masuk. Guide nya aja sampai bingung karen saking cepetnya, padahal biasanya sampai tiga kali kita harus duduk sebelum masuk Raudah katanya.

Sampai di Raudah, deg-degan rasanya... Seluruh anggota badan bergetar, aku berada di depan makam rosulullah dan mimbarnya, juga depan makam Abu bakar as Siddiq dan Umar bin Khatab. Assalamualaika ya Rasulullah ya nabi Allah ya habib Allah, Assalamualaika ya khalifah Rasulillah Abu bakar as Siddiq, Assalamualaika ya mudzhiral islam Umar bin khatab. Ya Allah aku mengakui semua rahmatMu, karuniaMu, anugerahMu. Alhamdulillahirabbilalamin. Terima kasih ya Allah. Sesaat tercekat kerongkonganku menahan keharuan berada di Raudah. Segera aku dan mamah mencari celah untuk sholat.Di sujud terakhirku, Tergambar lagi semua fragmen kehidupanku.. ku lepaskan semua uneg-uneg, kebimbangan dan kegalauan di hati, ya Allah maafkan atas semua dosa dan khilaf, maafkan hamba yg suka lupa bersyukur atas semua Nikmat dan Anugerahmu.
Terbayang lagi Surat Al Insyirah.

Bismillahirrahmanirrahim
Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad),
Dan Kami meringankan bebanmu yang berat,
Yang memberatkan punggungmu
Dan Kami tinggikan namamu.
Maka sesungguhnya dibalik kesukaran ada kemudahan, sesungguhnya dibalik kesukaran ada kemudahan.
Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakanlah (urusan yang lain) dengan sungguh sungguh, dan hanya kepada Tuhanmu
hendaklah engkau berharap.

Itu aku baca berulang ulang dan di bagian Maka sesungguhnya dibalik kesukaran ada kemudahan, sesungguhnya dibalik kesukaran ada kemudahan,…. dan hanya kepada Tuhanmu hendaklah engkau berharap…. itu aku baca berpuluh puluh kali meyakinkan diriku akan janji Allah....Ya Allah aku yakin dengan janji Mu... Sambil sesenggukan tentunya.

kupanjatkan doa jg agar Allah menyayangi dan memberi Rahmat Nya selalu kepada Bapak, mamah dan Mbak Tati dan keluarga, semoga Allah selalu memberikan petunjuk terbaik kepada kami, dimudahkan segala urusan dan dibaguskan hasilnya.... dan ya Allah terimalah sabar dan ikhlasku ini... semoga menjadi penghapus segala dosa-dosaku...

Sengaja semua doa kusampaikan sama Allah di sujud panjang terakhirku, karena kalau sudah selesai sholat baru berdoa nggak akan bisa panjang doanya.. pasti akan ditegur sama penjaganya untuk keluar dari Raudah agar gantian dengan jamaah lainnya yg banyak bgt dari seluruh penjuru dunia yg juga ingin berdoa di sana.

Setelah dari Raudah, malam ini juga kami langsung diajak ziarah ke makam Baqi. Tapi agak bingung sama makam Baqi yg sudah ditutup sekelilingnya dengan RUmah sakit dan kita gak boleh naik lagi ke atas, Jadi berdoa dari luar Rumah sakit. Benar-benar ziarah pakai mata batin deh...Punteeen...


Pagi harinya, kami diajak untuk tour kota Madinah.

Kunjungan pertama ke Masjid Quba.
Masjid Quba
Sebelum sampai ke Masjid Quba, kami melewati Masjid Jumuah. Masjid ini konon merupakan tempat Nabi Muhammad melaksanakan sholat Jumat pertama kali ketika melakukan ziarah pertama ke Madinah dari Mekah.
Berfoto sama Ibu di depan Masjid Quba, Ibu ini mamah 2 ku selama Umroh :)

Lanjut lagi perjalanan, banyaaak sekali bertemu dengan pohon korma... Sepertinya setiap tempat di madinah pasti ditumbuhi tanaman korma.
Trus Pak Ustad lanjut cerita lg, jaman dulu masyarakat Madinah sempet iri sama masyarakat Makkah karena orang-orang Makkah bisa dengan mudahnya melakukan Umroh di kota mereka, sedangkan kalau orang-orang madinah harus ke Mekah dulu baru bisa melakukan Umroh. Akhirnya masyarakat Madinah bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rosul... bisakah kami melakukan umroh di kota madinah ini tanpa harus ke Makkah ?". Rasulullah menjawab :"Bisa, kalian tinggal berwudhu di rumah masing-masing kemudian datanglah ke Masjid Quba untuk sholat maka pahala dari sholat kalian ini akan sama nilainya dengan orang yang melakukan umroh". Seluruh jamaah pun turun sholat di Masjid Quba, insyaallah dengan sholat disini menjadi Umroh kami yg ke tiga.. Aaamiiin :).

Dari sini, kami ke pasar kurma.
Emak-emak lg belanja di pasar kurma
Hmmm.... Pasarnya bener-bener ada ditengah kebon kurma. Kalau mau beli kurma bisa nyicip2 dulu lagi... kalo udah nyicip trus nggak beli jg nggak apa-apa :).
Abis icip2 kurma, minum teh manis Halal alias gratis uenak e.. :)
Dah gitu semuan pengunjung pasar kurma disediakan teh manis lagi... enaknyaa... udah nyicip2 gratis... dikasih teh manis gratis... best service nih.. :). Seru ajah disini emak emak pada berebutan beli kurma, beli coklat, kacang.... Yah maklum lah namanya juga emak emak, banyak temen pengajiannya kali :).
perjalanan selanjutnya ke jabal Uhud.
Jabal Uhud
Disini merupakan gunung tempat perang Uhud. Konon tanah di gunung uhud yang berwarna agak merah ini disebabkan karena ketika terjadi perang uhud banyak pasukan dan sahabat Rosul yang meninggal berlumuran darah di sini. Saat perang uhud awalnya Rosul dan pasukannya sudah menang, hanya saja beberpa orang di pasukan rosul ada yg agak maruk nih setelah menang bukannya meninggalkan medan perang malah tergiur untuk mengambil harta kekayaan musuh yg mereka kalahkan jg. Sudah diperingati oleh Rasul tp di-ignore. Akhirnya ternyata ada beberapa musuh yg masih hidup dan menggempur balik pasukan rosul. Akhirnya Rosul dan pasukannya pun mengalami kekalahan. Dari sini, kita bisa mengambil hikmah bahwa melakukan segala sesuatu jgn berlebihan dan nggak boleh maruk jadi orang :)

Next Trip, ke Jabal magnet.
@Jabal Magnet bersama rombongan lazuardi
Salah satu bagian gunung di jabal Magnet yang bertuliskan huruf Allah, Subhanallah..
Di Jabal magnet terdapat gunung-gunung dengan batuan yg bentukanya seperti di pahat... begitu indahnya pahatan Allah... Hawanya pun sangat dingin disini. Ada juga di salah satu bagian bukit yang bertuliskan seperti huruf Allah Deretan bukit2 batu ini ternyata bermagnet.
Bebatuan @jabal magnet seperti ada yg ukir saja
Disini kami fear factor lg untuk menguji kemagnetannya. Jadi bis kita di pray gigi nya trus sopir busnya angkat kaki, mau nunjukin ajah bahwa dia nggak nginjek gas sama sekali. Kemudian tiba-tiba saja mobil busnya bergerak sendiri seperti tersedot mulai dari kecepatan 20 km/jam, 40... 60... 100... sampai kec 120 km/jam... Semua jamaah di bus pun teriak "di reeeeemmm..." karena bus kami semakin lama semakin kencang melaju, akhirnya sopir pun nge-rem bus nya... Alhamdulillah.... Ya Allah betapa besarnya kuasaMu, hari ini hamba merasakan lagi kebesaranMu yg luar biasa.

Balik dari jabal magnet, di jalan kembali ke hotel kami melewati masjid Al-Qiblatain atau masjid dua kiblat. Di masjid ini ketika sedang sholat, Rasulullah mendapat wahyu untuk mengganti arah kiblat yg tadinya menghadapn ke masjid Al-Aqso di Jerussalem menjadi ke arah Kabah di Masjid Al-Haram di Makkah. Makanya disebut masjid 2 kiblat.

Selanjutnya kami Balik ke hotel dan beribadah sebanyak2nya di masjid nabawi. Sore harinya Pak Ustad memberikan tausyiah yg kembali menyegarkan ingatan kami tentang perilaku rasulullah yg patut di contoh.

Hari kedua di Madinah...
Kami perbanyak ibadah saja di Masjid Nabawi. Tapi tau-tau Mba Tati sms kalau sakit Bapak makin parah, minta aku dan mamah mendoakan untuk kesembuhan bapak di sana. Ya Allah.... hari ini aku sama mamah ibadah full di Masjid Nabawi hanya untuk mendoakan Bapak.
Malam harinya, selepas Isya kami pun antri masuk Raudah... Tidak seperti hari kemarin, hari ini antriannya lamaaa sekali, 2 jam lebih sampai-sampai semua jamaah yg antri terkantuk-kantuk semua.
Tiba-tiba pengurus Raudah mengumumkan bahwa Raudah belum dibuka-buka karena diluar masih hujan deras bgt, berbahaya katanya kalau hujan-hujan Raudah dibuka. Pengurus Raudah jg tidak bisa menjamin apakah malam ini Raudah akan dibuka karena tergantung hujan.. kalau sudah berhenti baru bisa dibuka kembali. Semua jamaah Lihat jam, O'o sudah jam 10... jam 11 jadwalnya kan Raudah tutup untuk wanita, tinggal sejam lg menunggu dan diluar masih hujan deras. Akhirnya semuanya pada pulang karena ngerasa hujannya nggak bakal berhenti. Kecuali aku dan mamah serta segelintir orang saja yg masih di masjid. Aku sama mamah sih masih di masjid mau sholat sunnat untuk kesembuhan Bapak dulu. Setelah itu kami juga siap2 pulang. Tapiiii ketika sudah membereskan sejadah kami tiba-tiba pengurus Raudah memanggil kami :"Ibu...Ibu... Silahkan masuk Raudah". Alhamdulillah ya Allah, AKu dan mamah pun langsung berlari masuk Raudah...
Karena tinggal segelintir orang yg masih di masjid, Alhamdulillah Raudahnya tidak ramai seperti hari kemarin. Kami pun bisa sholat sunnat dengan tenang dan bisa berdoa yg lama untuk kesembuhan Bapak di raudah malam itu.

Ya Allah Sayangilah Bapak seperti Bapak menyayangi mamah, Mba Tati dan aku dari kecil hingga sekarang. Sayangi beliau ya Allah, sayangi beliau. Jangan Engkau lepaskan rahmatMu dari beliau. Jangan Engkau lepaskan. Jadikan semua kesabaran beliau untuk berjuang mendapatkan keadilan untuk keluarga dan saudara-saudaranya menjadi penghapus dosa dosanya.
Sembuhkanlah penyakit Ayah hamba ya Allah... kami berlindung padaMu dari segala godaan Syaitan, sifat dan sikap kejahatan hamba-hambaMu yg iri dan dengki ya Allah, dengan rahmatMu sembuhkanlah penyakit Ayah hamba... Berikanlah beliau husnul khotimah ya Allah. Terima kasih Engkau selalu menemani kami sekeluarga di setiap langkah...

Tiba-tiba aku ingat ini malam terakhir di Madinah... hatiku lgsg galau karena kesedihan, besok sudah harus meninggalkan Madina, kota yang sangat dicintai Rasulullah, sudah tak bisa lagi menahan keharuan. Kembali aku mengangkat tanganku untuk sholat sunnat dengan kerongkongan yang tercekat mengucap Allahu Akbar……
Di sujud terakhirku itu kupanjatkan doa, Ya Allah terimalah sujud sujudku, terimalah ruku rukuku, terimalah shalat shalat malamku, terima lah doa doa yang kupanjatkan disini. Jangan biarkan dosa dosaku menjadi penghalang nikmatMu, penghalang doa doaku kepadaMu. Jangan Engkau biarkan dosa dan khilafku menjadi penghalang bagi kami untuk mengunjungi rumah Rasul yang amat kami cintai. Dan tak lupa juga minta agar minta dimudahkan jalannya untuk bisa melaksanakan sunnah RosulMu ya Allah :).
Mama baru pulang dari Raudah jam 23 WSA... Kedinginan dan kelaperan :)
Mudah mudahan Engkau kabulkan semua permohonan kami ya Allah. Kemudian Aku merewind kembali doa titipan dr keluarga dan teman teman tentunya. Setelah itu, aku nengok ke mamah yg masih berdoa dengan khusyuk.... aku sampai bingung berdoa apa lagi ya sama Allah saking lamanya kesempatan berdoa di raudah malam itu. Semua doa sudah dibaca dari yg bahasa indonesia sampe yg bahasa Arab.... hehe.. Akhirnya, ya Allah engkau maha mengetahui semua keinginan dan semua yg terbaik buat hamba... hehe ikut doa nya teh Yuni kalo udah bingung mo doa apa lg...:).
Hmm.. Mamah tergiur sama Kebab
Tapiii... pengen makan Bakso si Doel juga...
Pulang dari Masjid, ternyata udah jam 11 malam. Baru nyadar aku sama mamah belum makan malam.. karena kami memang belum balik-balik ke hotel dari Maghrib. Pas ke Restoran Hotel yaaah... makanannya udah habis. Akhirnya keluar deh nyari makan. Sempet Bingung, mo makan kebab apa makan Bakso Si Doel anak Madinah yah hehe. Yah...secara lidah indonesia , walopun ada di negeri Kebab.. tetep ajah milihnya makan bakso hehe... Apalagi malam ini dingiiiin bgt dan hujan rintik2, enaknya makan anget2... Pas beli Bakso, tadinya mau makan sama nasi tapi tau2 mamah ingin bgt makan campur roti lapisan kebab. Akhirnya kami belilah roti itu. Tau2 kata penjualnya.... Ambil ajah Halal !! Seriuusss?? "Ya.. Hallal" kata penjualnya lg sambil senyum. Alhamdulillah kami pun balik ke hotel dengan membawa 5 lapis roti kebab gratis eh Halal... :).


Hari ketiga di Madinah.
Pagi hari, seluruh rombongan Lazuardi jalan bareng di pelataran Masjid Nabawi
Foto bareng di samping Masjid
Pagi harinya setelah sarapan, Semua rombongan jalan mengelilingi Masjid Nabawi... Memuaskan mata melihat2 keindahan Masjid dan memuaskan jamaah untuk berofoto-foto dari pelataran Masjid. Kami semua terpesona dengan keindahan Masjid nabawi di pagi hari dimana semua payung-payungnya terbuka begitu memukau. Pas aku di sana, payung2 ini terbuka siang dan malam, apa karena tiap malam hujan yah di Madinah.. :).
Berfoto di samping makam Rosulullah (kubah hijau) sebelum pamitan pulang
Sampai akhirnya kami berhenti di luar Makam Rosul. Kembali semua jamaah memandang kubah hijau makam rosul tsb dengan linangan air mata. Terbayang kembali perjuangan rosul dan para sahabat untuk kami umatnya. Berat sekali rasanya berpisah dengan Rasul. Ya Rasul puntennnnn aku harus meninggalkamu karena kami harus melanjutkan perjalanan. Berat rasanya meninggalkanmu. Kami panjatkan kembali doa, shalawat dan salam kepada Rosul juga para sahabat dan keluarganya. Mohon pamit ya Rasul. Assalamualaika ya Rasulullah, ya Nabi Allah, ya habib Allah. Salam sejahtera bagimu ya Rasul, salam sejahtera bagi keluargamu dan sahabat sahabatmu ya Rasul. Ya Rasul, salam dari Bapak, salam dari mbak Tati, K Irzal, Arya dan Irgi.. juga salam dari Rina. Aku pamit ya Rasul...
Padang Pasir tempat Perang Badar
Semua jamaah pun kembali ke bus dan siap2 melanjutkan perjalanan ke Jedah.
Titik awal... Mulainya perang badar dari sini...
Dalam perjalan ke jeddah ini pun kami masih sempat diajak ziarah di Madinah yaitu ke Tempat Perang Badar, perang terbesar yg pernah dimenangkan oleh Rosulullah dengan kekuatan melawan musuh perbandingannya 1:10.
Tempat pemakaman Para Suhada perang Badar
Dan atas pertolongan Allah walaupun dengan kekuatan yg lebih sedikit, Rosul dan pasukannya bisa memenangkan perang Badar ini. Subahanallah, kalau melihat tempatnya yg padang pasir, nggak kebayang dulu gimana cara rosul berjuang ya...
Photo Masjid Badar.
Gimana caranya ngumpet dan menghindar serangan dari musuh di padang pasir yg tandus seperti ini. Two Tumbs Up buat Rosulullah dan para Suhada yg telah berjuang di perang Badar ini. Kemudian kami juga di bawa ke makam para Suhada yg meninggal di perang badar dan melihat masjid yg dibangun Rosul saat Perang Badar. Benar2 menambah kecintaan kami kepadamu ya Rosul.....