Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

Awal - Awal..

Asal saya dari Banda Aceh. Nasib kemudian membawa saya merantau ke Jakarta setelah kuliah. Delapan tahun lamanya saya di Jakarta. Tinggal di Jakarta bagi orang yang berasal dari kota kecil seperti Banda Aceh tidaklah mudah . You know why Lha.. Macet nya Jakarta ga "ketulungan". Kemana-mana rasanya jauh. Tapi saya mencoba tegar (keren khan ??)..

Oke, saya ga mau ngomongin soal sentimentil gimana harus ke kantor, atau apa angkot yang harus dinaikin kalau mau ke Kuningan dari Pasar Minggu. Sorry Bapak/Ibu, tidak bakal menemukan cerita seperti itu disini. Itu komitmen saya. Tapi yang ingin saya ceritakan adalah, orang Indonesia punya peluang besar untuk bekerja di Saudi Arabia.

Bapak/Ibu tahu ga www. bayt .com ? ceritanya bermula dari situ. Di tengah kegalauan, sumpek, polusi di Jakarta, saya "taruh" CV saya di website ini.

Tiba-tiba telepon saya berdering. ...."Assalamu'alaikum, Bapak.. tertarik dengan kerjaan di Saudi bla..bla..bla..(sebenarnya kata-katanya nda seperti ini, karena yang nelpon cewek Inggris 'moso' cewek Inggris ngomong Assalamu'alaikum, kan jarang ??) dia kemudian meng-arrange interview di Bahrain. Semua cost ditanggung. Mulai dari Visa, tiket, hotel bahkan saya di kasi uang saku 20 dinar Bahrain buat keliling naik taksi katanya (kira-kira 700 ribu, kan lumayan hehehe).

Pergilah saya ke Bahrain. Interview dilaksanakan di lobby hotel Sheraton Bahrain. Tidak banyak yang di interview (cuma saya), karena perusahaan saya ini bergerak di bidang service consultancy perusahaan minyak/petrochemical di sini. Total employee di Saudi cuma lima orang. Selebihnya jika ada project, maka berdatanganlah engineer lain dari berbagai negara untuk support. 

Kami memang harus mobile. Sang interviewer, dua orang dari Inggris, dan dua Afrika Selatan. Sudahlah saya ga perlu cerita soal gimana jalannya interview, karena Bapak/Ibu pasti sudah pernah di interview bukan ? Cukup saya cerita bahwa sang interviewer cukup "terkesan" dengan salah satu contoh report yang pernah saya kerjakan di Indonesia (sengaja saya gunakan kata "terkesan" untuk menghibur diri saya sendiri). 

Terlebih lagi ketika dia melihat nama bekas bos saya yang meng-approve report saya. Hmmm.." I know this guy !!! " gitu katanya. Ya udah, salaman terus sang bos (yang orang Inggris) bilang,... we are waiting feedback from you ..!!! (lah, ga terbalik nih, bukannya saya yang mestinya nunggu kabar dari dia, pie iki ?? (gimana ini?? )

Pulang saya ke Jakarta, menunggu..

Kurang lebih dua atau tiga hari setelah interview, datang e-mail proposal salary dan remuneration package yang bakal saya dapat. Saya lihat, pertimbangkan, bertanya, dan akhirnya.. Oke.. Saya Setuju. Saudi here I come .. Terbanglah saya... Bye...bye Jakarta kau cukup berkesan.

bersambung...