Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

Bahasa, Makanan, tetangga, Rumah, Lingkungan, etc Part 2

Kita sambung ya Pak/Ibu,

Saya pernah cerita bahwa di Saudi kalau Bapak datang sendiri tanpa keluarga, maka Bapak harus tinggal di akomodasi yang khusus buat para "bujangan" (bachelor). Antara akomodasi bujangan dan family, tidak boleh digabung. Jadi waktu Bapak cari akomodasi, Bapak akan ditanya , .."lu bujangan apa bawe keluarge ??".

Pernah juga saya cerita, ada dua tipe akomodasi yang tersedia disini. Di dalam compound (komplek) atau di apartment. Seandainya Bapak bujangan, dan tinggal di bachelor compound, maka ongkos sewa, termasuk makan dan minum pagi, siang dan malam. Harga compound bachelor perhari sekitar 250-300 rial, sudah termasuk makan pagi, siang dan malam. Ada beberapa compound yang punya harga relatif murah di Khobar, tapi bagus, diantaranya Rezayat Village dan Tamimi Compound. Compound lain juga punya akomodasi untuk bachelor seperti Euro Village, tapi harganya lebih mahal. Kurang tahu berapa harganya, kalau Bapak ingin tahu , nanti coba saya cariin. Fasilitas di dalam compound sih umumnya standard, seperti gym, basket court, tenis court dan kolam renang. Sedangkan kalau tinggal di Apartemen ya tidak ada fasilitas di atas, dan harus sedia makanan sendiri. Tapi jelas lebih murah. Bagus untuk berhemat..

Saya melihat perumahan di Saudi, selalu dilengkapi dengan pagar semen tinggi sehingga orang dari luar tidak bisa melihat dari luar. Saya pernah tanya kepada salah satu teman Saudi. Kenapa bangun pagar tinggi-tinggi banget sih ? Jawabannya simple...for safety. Orang Saudi merasa tidak secure.. Trus emangnya ke tetangga saling kenal ga ? ya, cuma say hello aja...Trus nanti kalau meninggal mayatnya siapa yang ngurus ?? ah ...kamu banyak nanya ah.. disini ada petugas khusus pengurus mayat, keluarga yang ditinggalkan, tinggal telpon petugas ini aja.....Dasar orang kampung... ga pernah liat pagar rumah tinggi.. trus bingung, mayat kok petugas yang ngurusin, karena di kampung saya, para tetangga yang mengurus.. Tidak ada petugas-petugasan.. yang ada solidaritas.. fardhu kifayah..

Speed...
Mengendarai mobil di Saudi, sungguh menghanyutkan.. Jalanan bagus.. Minyak murah, cuma 40an halalah/liter..(sekitar Rp 1000-an)... mobil bisa naik yang relatif bagus, karena bisa beli yang kualitas bagus, karena harganya lebih murah ga kena pajak..(apalagi kalau mobil ga perlu beli, karena part of contract dengan employee heheh..Alhamdulillah).. tiba-tiba saja tanpa sadar kita sudah mencapai 120 km/jam.. bahkan saya tanpa sadar sering 160 km/jam.. harus hati-hati Pak/Ibu jangan mentang-mentang.. ya.. Kalau Bapak masih dengan bussiness visa, Bapak bisa pakai SIM international yang bisa di buat di IMI Jakarta. Bisa dilihat caranya disini.Namun jika sudah punya Iqama (KTP-nya Saudi) harus punya SIM Saudi..Eh..ngomong-ngomong tadi waktu pulang kantor, saya melihat pemandangan menarik di kaca spion mobil saya. Saya melihat ini sebagai salah satu dinamika kemewahan di Saudi..ini poto nya..Jarang lho Pak/Ibu ada orang naik motor di Saudi..