Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

Bahasa, Makanan, tetangga, Rumah, Lingkungan, etc

Bapak/Ibu,

Apa kabar ?

Kalau di luar negeri, atau ga usah luar negeri lah.. luar kampung aja. Apa yang beda ya ? pasti bedakan ? ya namanya juga kampung orang. Budayanya bisa beda, tingkah laku, adat istiadat, makanan, bisa jadi beda.

Arab Saudi sebagaimana kita tahu sangat kuat dengan "culture" muslim-nya. Namun ingat lho ya, budaya dan agama bisa beda. Kadangkala budaya bertentangan dengan agama. Kalau sudah seperti ini, seorang muslim yang baik haruslah memilih aturan agamanya dari pada budaya. Bener ga ? Begitu juga di Saudi. Namun, kadangkala "si budaya", karena sudah sangat membaur dengan masyarakat, seolah-olah menjadi aturan agama.

..."halo..you la..how are you.."
...."I call you many..many ...many time"...
.... "but you no answer"....
... "Alah... you joking... I no believe you hahahaha"..

Perbincangan diatas saya dengar dari orang Indonesia yang lagi ngobrol dengan sahabatnya dari negara lain lewat HP. Seiring berjalannya waktu, Saudi telah berubah menjadi negara yang multicultural. Seperti biasa bahasa Inggris sepertinya menjadi penyatu perbincangan. Senang sekali saya mendengar perbincangan diatas. Si orang Indonesia tadi sangat pede dalam dengan bahasa Inggris-nya, tidak perduli grammar, yang penting ngobrol. Saya mengamati, yang dilakukan oleh si orang Indonesia tadi berbeda dengan orang Indonesia kebanyakan. Orang Indonesia itu memandang diam adalah emas. Ada benarnya sih, namun harus pada konteksnya. Agama mengajarkan berkata yang baik atau diam. Jangan-jangan Bapak/Ibu diam karena kendala bahasa ya ? hahaha.. kadangkala saya seperti itu. Akibatnya kadangkala orang Indonesia dinilai tidak cakap dalam bekerja, kurang aktif.. Padahal cuma gara-gara kurang "ngomong" aja. Ya udah, mulai sekarang saya pede aja ah.. ga perduli ama grammar, sambil terus belajar.. hajar !!!

bersambung...