Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

Indonesia Engineer di Arab Saudi

Maaf Bapak/Ibu, dah beberapa hari ini tidak posting satu ceritapun. Saya lagi ditugaskan ke Riyadh. Biasalah, cari makannya dengan pergi service dari satu client ke client lain. Di Riyadh saya ke Aramco. Bagi yang tidak tahu Aramco, Saudi Arabia seperti yang kita ketahui bersama kaya karena minyaknya. Nah, PERTAMINA-nya Saudi itu ARAMCO. Karena punya duit banyak, dan punya natural resources, akhirnya pemerintah Saudi juga membuat bussines upstream, yang mengelola business upstream disini adalah SABIC. Walaupun ARAMCO juga terlibat di refinery. Konon SABIC mendapat bahan mentah dari ARAMCO hampir free of charge. Tidak seperti PIM yang harus minta mati-matian bahan mentah dari dari tetangganya ARUN/Exxon di tanah kelahiran saya Aceh. Masih jalan ga ya PIM ?

Cerita sedikit soal Riyadh, kota ini besar juga yah.. Ini Ibu kota negara Saudi Arabia. Lalu lintas lebih padat, merayap. jika di bandingkan dengan Khobar. Tapi harga-harga sepertinya relatif sama. Sewaktu di Riyadh, saya beli sikat gigi harganya 3 riyal. Di Khobar juga harganya segitu. Dah ya, segitu aja soal Riyadh. (Bapaknya Rafif pie tho ?? mengatakan harga sama dengan hanya membeli sikat gigi ??)..

Alhamdulillah ketika di Aramco, saya bertemu dengan orang-orang yang ramah (ada lho client yang ga ramah, tapi off the record ah....:)). Di Plant Riyadh ini, kebanyakan para engineer-nya orang Saudi. Saya banyak mendengar soal isu ini. Pemerintah Saudi sejak beberapa tahun belakangan ini giat-giat nya menjalankan program Saudisasi. Yaitu mengganti semua posisi-posisi penting di sebuah perusahaan dengan orang Saudi. Saya sih berpendapat, ini negara mereka, dan haknya mereka untuk mendapat porsi lebih, dan seharusnya memang merekalah yang menjadi motor sebuah perusahaan di negara mereka sendiri. Bener ga ?

Indonesian ?? Ya I am indonesian, begitu jawab saya. Indomie ?? hahahahaha... saya tertawa waktu mereka bilang indomie. Itu lho Pak/Ibu, mie instant yang populer di negara kita, apalagi kalau ada banjir dan kawan-kawannya menerpa, makanan ini sepertinya jadi salah satu menu favorite.. (karena orang hobinya ngasi ini sih..)Ternyata orang Saudi suka banget ama Indomie, bahkan saya sempat melihat beberapa papan reklame iklan Indomie di sekitar Khobar/Dammam.

Have u been to Bogor ? tanya si Saudi, Oya saya sempat tinggal delapan tahun di Jakarta, dan Bogor cuma satu jam dari jakarta jawab saya. Kenapa ? tanya saya balik. Saya senang melihat anak-anak ini, kata si Saudi sambil menunjukkan poto anak-anak TPA yang sedang belajar mengaji di sebuah bangunan kecil, yang sepertinya di design untuk menjadi tempat sholat, dan belajar mengaji anak-anak. Ini di sebuah desa di Bogor katanya lagi. Saya yang menjadi penyandang dana untuk pembangunan ini, katanya sambil membalik poto demi poto. Saya pribadi belum pernah ke tempat ini. Tapi saya senang uang saya bisa bermanfaat. Si Saudi sudah bekerja lebih dari 18 tahun di Aramco.

Tidak banyak engineer Indonesia disini. Katanya lagi. Saya tahu cuma beberapa saja. Saya tidak mau membantah, karena mungkin dia membandingkan dengan keberadaan engineer India dan Phillipines. Memang kita kalah jauh dari segi jumlah. Yang saya tahu, engineer Indonesia di Saudi itu terbanyak di Saudi Kayan SABIC. Konon katanya sekitar 300 orang. Ini adalah sebuah petrochemical plant baru yang konon bakal jadi yang terbesar di kelasnya. Selebihnya saya tahu ada beberapa engineer Indonesia di Aramco Dhahran. Sepertinya keberadaan orang Indonesia di Saudi ini tidak terdeteksi ya ?? Atau saya yang tidak tahu ya ?? heheh.. Jika ada orang Indonesia yang membaca tulisan ini, dan kebetulan berada di Khobar dan sekitarnya, kita buat perkumpulan yuk Pak ?? paling tidak nanti bisa ngobrol bareng, silaturahmi, dan melakukan hal yang bermanfaat lainnya.. ditunggu ya !!!