Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

Cerita dari Beijing

Alhamdulillah... bisa diberi Anugrah sama Allah untuk melihat Negeri China, negeri yang terkenal dengan Rezim Komunisnya. Awalnya reaksiku biasa aja ketika mendapat hadiah LPP berangkat ke China (Thanks to Astragraphia for this award), karena terus terang China tidak pernah masuk dalam Planning agenda jalan-jalanku. Dibenakku dulu, China hanya tempat untuk belanja2 saja, bukan untuk rekreasi menghilangkan penat rutinitas ditambah pemerintahan komunisnya buat aku agak enggan ke sana. Tetapi setelah sampai di Kota Beijing dan Shanghai semua yang aku pikirkan ttg China jadi terbalik 180 derajat. Menarik banget... Banyak tempat-tempat yang awesome yg bisa bikin otak encer lg… dan yang pasti kotanya sooo… beautifull, sangat rapih, bersih dan artistik… Eksotisme budaya kuno hingga modern kerasa di China. Memang tidak salah kalau Rasulullah jg pernah bersabda “Thalabul 'ilmi walau bitstsini” Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri China…. Emang nggak ada matinya negeri ini. Ok, lets start the journey…

DAY I
JKT - BEIJING (23.00 WIB – 07.00 Waktu China)
Baru tiba di Bandara Beijing, langsung siap jalan2
 
Fuih nyampe juga di Beijing setelah 7 jam 10 menit perjalanan tepatnya bersama seluruh rombongan pemenang LPP Astragraphia dari seluruh Indonesia (34 orang) . Kirain ke Hotel dulu pas abis landing di Bandara Int’l Beijing, ternyata kata Mba Tiur (Tour Guide) Ayoo.. langsung ke tempat wisata pertama, wuiiihhh… tanpa mandi n gosok gigi… Ayo kita camooon…

FORBIDDEN CITY
Gerbang selatan Forbidden City
 
Terletak persis di tengah-tengah kota kuno Beijing, merupakan istana kerajaan selama periode Dinasti Ming dan Dinasti Qing. Konon dibangun dari tahun 1406 – 1420. Luasnya sekitar 720,000 meter persegi, membentang 961 meter dari utara ke selatan dan 753 meter dari timur ke barat dan terdiri dari 980 bangunan dengan 8.707 ruangan (denger2 ruangannya banyak karna selir rajanya aja ada 3000 an, wow..). Luaaaassss bgt pokoknya. Pantes saja ketika saya mengelilingi area ini ngerasa gak nyampe-nyampe ke ujung. Tapi nggak ngerasa cape, soalnya pemandangannya unik2, apalagi ngeliat pohon2nya yang udah tua n melilit-lilit serta relief bangunannya yg artistik, sampe nggak nyadar kalo udah ilang dari rombongan karna kelamaan mengambil angle foto. Sampai aku sering banget diteriakin sama Tour Guide nya karena ketinggalan mulu dari rombongan… hehe.. maap ya Tiur.. .

TIAN'ANMEN
@Lapangan Tian'anmen
 
Setelah sampai di ujung utara Forbidden City, ketemulah lapangan Tiananmen. Jadi ujung utara istana raja ini adalah Gerbang Tiananmen. Lapangannya juga luas bangeet, katanya jd tempat demo sekarang. Kalau dulu lokasi ini jadi kota kerajaan, tp sekarang disekelilingnya adalah pusat pemerintahan China. Wah, tambah seru nih acara pemotretannya sambil mikir jaman dulu gimana capeknya para punggawa kerajaan koordinasi dengan hulubalang untuk melaksanakan titah sang raja yah, secara belum ada teknologi HP n chatting ditambah jauhnya satu bangunan ke bangunan yang lain…
“Dewiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, buruaaaaann” Ups, ketinggalan rombongan lagi deh… Ok, Tiur… .

MASJID NIUJIE
Masjid Niujie tampak depan
 
Next trip ke Masjid tertua di Beijing. Masjid ini dibangun pada abad ke-9. Masjidnya terdiri dari beberapa bangunan yang arsitrekturnya seperti tample. Tempat sembahyang wanitanya pun jauh banget dari tempat cowok. Pas masuk Masjid ini lah saya pertama kali melihat orang china berjilbab, make kopiah, baca alqur’an… Unik bgt rasanya tp seneng melihatnya. Suasananya benar-benar berbeda. Hanya sayangnya saya tidak bisa berkomunikasi dengan mereka karena nggak ada yang ngerti bahasa inggris, jadinya Mbak Pulin pun pakai bahasa Isyarat saat minjem mukenah hehe.

TEMPLE OF HEAVEN
@Temple of Heaven
 
Begitu menginjakkan kaki di Temple of Heaven, langsung merasakan nuansa damai.. tenang, benar-benar feels like in heaven.. (padahal belum pernah ke heaven hehe…)Saya beruntung bisa masuk ke sini di musim panas, karena suasananya jadi sangat asri, banyak bunga dan pohon yang tumbuh. Tempat ini merupakan tempat sembahyangnya kaisar.
Bangunan utama tample of heaven
 
Bangunan inti di kawasan Temple of Heaven ini adalah sebuah bangunan bundar besar yang ditopang oleh tiang-tiang kayu berukiran dan bercat meriah. Temple nya sebenarnya mirip seperti di forbidden city, hanya saja bentuk bangunannya dan semua yg ada di sana berbentuk lingkaran, sedangkan di forbidden city semuanya berbentuk persegi.
Konon bangunan inti ini bertujuan untuk memuja para dewa dan leluhur yang direpresentasikan dengan “surga/heaven”, maka semua yang ada di kawasan khusus ini berbentuk lingkaran. Sedangkan yang bersifat duniawi/kekuasaan, senantiasa berbentuk persegi seperti di forbidden city. Tanya kenapa? Belum nyampe cuy pelajaran filosofinya untuk kenapanya… .

RED THEATRE
Horeeeeeeee… Nonton kungfu show di Red Theatre. Penasaran juga pengen ngeliat pertunjukan kungfu secara live. Apalagi yang bertaraf internasional seperti ini. “Kungfu: The Legend of Chun Yi” disebut-sebut sebagai the most exciting kungfu show in the world. Saya saja sampai terkagum-kagum dengan penataan dekorasi panggung dan lighting yang berubah ubah dengan cepat, it sooo Amazing… Tapi sayangnya diakhir-akhir show Saya terserang penyakit ngantuk berat, hehe maklumlah sebagai putri tidur ketika duduk di ruangan AC n ramang-ramang gini… langsung deh 5 watt matanya…hihi… Jadi nggak tau deh endingnya seperti apa :p.

DINNER @PEKING DUCK
Ahaaa…!! makan lagi….
Walaupun tour guide sudah menjamin kalo restoran yang dikontrak selama travelling ini “NO PORK”, tapi…. yang muslim tetap saja masih khawatir. Setiap makanan yang datang ke meja, teteeeup ditanyain lg “ini apa? itu apa?”. Mungkin karna cape ditanyain terus, si pelayan restorannya akhirnya selalu menjawab “this is peking Duck” untuk semua makanan yg datang dan yg kami tanyakan….capppee deeeh…!! Jadinya karna ragu2 , kami makannya dikit2 ajah... kalo ada yg blg rasanya aneh langsung ga dimakan. So…. pas nyampe di hotel malam harinya, perut ini udah kriuk-kriuk minta diisi lagi… hehehehe. Untungnya hotel kami deket McD 24 hour, jadi nggak susah nyari makan lagi pas laper.

DAY II

SUMMER PALACE..
Summer palace bridge
 
Indah banget sebenarnya tempat ini hanya sayangnya pemandangan di Summer Palace nggak bisa dijepret dengan sempurna karena tertutup kabut. Hanya jembatannya saja yang bisa di abadikan dengan kamera, selebihnya tample2 nya yang indah itu hanya samar-samar terlihat dalam tumpukan kabut dan awan…
Perahu unik yang mengitari danau di summer palace.
 
Tapi jika berada di sana, walaupun tertutup kabut tidak mengurangi suasana damai, tenang dan bikin plong pikiran kita.. tetap indah rasanya…. Sambil jalan menyusuri jembatan kita bisa ngeliat perahu2 china yang unik lalu lalang di sela-sela jembatan menyebrangi danau… menembus kabut. Foto2? Tetep jalan walopun di tengah kabut…. .

Pas ngeliat jam, wah nggak kerasa udah waktunya balik ke meet point karena akan ke tempat lain. Sebelum diteriakin Tiur mending balik deh… Tapi sebelumnya harus inget pesan Ali (Tour Guide dari China) “jangan lupa nyanyi dulu”. SI Ali nggak mau nyebut pipis , karena nggak sopan. Jadinya kalo nyuruh kita “pipis dulu” dia pasti akan bilang ke kita “nyanyi dulu” .

GREAT WALL
Bersama rombongan LPP @ Grat Wall
 
Ketika masuk kawasan Great Wall, rasanya seperti ke puncak di bandung. Hanya saja di atas puncak ada sederetan dinding yang meliuk-liuk seperti naga. Rasanya bersyukuuur bgt karena diberi kesempatan melihat satu dari 7 Keajaiban Dunia : Tembok Besar China ini.
on the way ke pos #1 - Great Wall
 
Megaaah dan panjaaaaaang banget temboknya. Sama seperti di tempat2 wisata sebelumnya suasananya asli crowded banget, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing tumpek blek di Great Wall.
Napak tilas kebesaran tembok besar ini dimulai dari masa Dinasti Qin, di bawah Kaisar Qin Shi Huang (221-207 SM) diteruskan pada masa Dinasi Han (207 SM - 9 M) dan diselesaikan pada masa Dinasti Ming (1368-1644)… Usianya cukup fantastis yah kalau dihitung sampai sekarang dan masih berdiri dengan kokohnya lagi.

Panjangnya kurang lebih 9000 km, melewati 9 provinsi yang membentang dari Benteng Jiayu di Provinsi Gansu Tiongkok Barat sampai pinggir Sungai Yalu Provinsi Liaoning Tiongkok Timur Laut. Ruuuar biaaasa.
Tapi aku dan teman2 hanya mampu menaikinya sampai di pos satu saja, hehehe…. Sudah cukup buat kami.. cukup pegel :D.

Next....

LUNCH @RESTORAN MUSLIM.
Di bawah restoran ini, terdapat toko cinderamata dan keramik2 china plus kita juga bisa lihat pengrajin-pengrajinnya yang sedang membuat keramik. Ternyata susaaaaaahh bgt buatnya. Setiap garis dan motif di tambahkan ornament dan pernak pernik…Fuiiih harus teliti bgt buatnya. Sepadanlah dengan harganya .

OLYMPIC BIRD NEST STADIUM
Stadion Olympiade Beijing yang seperti sarang burung
 
Di sinilah tempat Olimpiade tahun 2008 lalu digelar.
Seperti namanya, stadion tersebut terlihat unik dengan desain mirip sarang burung raksasa.
Pembuatan stadion ini konon merupakan salah satu megaproyek china yang menelan biaya cukup spektakuler $500 juta USD.Benar-benar terlihat sangat mewah dan artistik.
Di samping Stadion ini terdapat Hotel bintang 7, yang juga satu-satunya di China. Wow….Ini pertama kali nya juga aku melihat Hotel bintang 7. Ckckckckck….. Lagi asik foto-foto sama Mas Arfan, tiba2 nyadar kok temen serombongan udah nggak ada ya??? Ketinggalan rombongan lagiiiiiiiii, lariiiiiiiiiiiiii….

Next Destination yang sudah ditunggu-tunggu..

BELANJAAAAAAAAAA!!!
Datanglah kami ke pusat perbelanjaan YASHOW…
Belanja di Yashow
 
Katanya di tempat ini harganya bisa bener-bener murah asalkan jago nawar. Soal tawar-menawar harga bisa dibilang mungkin di sini paling sadis sedunia. Tak ada patokan berapa persen harus menawar dari harga resmi yang dibuat penjual. Yang jelas, jangan sampai membeli barang 100 yuan ke atas jika barang itu tidak benar-benar istimewa. T-shirt yang ditawarkan 300 yuan pun bisa kalian dapatkan dengan harga 15-20 yuan. Sepatu yang dijual 900 yuan bisa kamu dapatkan dengan 50 yuan. Jadi, sangat ekstrem dan sadis memang.

kadang-kadang kita harus berani nawar sampe kurang dari 10% dari harga awal yang disebut si penjual. Kalo harganya masih kemahalan, pura-pura aja ninggalin tuh penjual, pasti dipanggil lagi kok. Hehehehe… Walhasil souvenir, mainan Thomas, kaos, dan tas long chemp bisa saya beli dengan harga yang terjangkau. Tapi sempet juga sih kecolongan, waktu beli koper samsonite, karena belanjaan pertama jadi masih takut n nggak tega nawar segitu miringnya…. Koper aku dapetin dengan harga 150 yuan, padahal teman2 bisa dapet dengan harga 100 yuan saja bahkan ada yang sampai dapat 50 yuan. Apess deh.

Tapi kalau dapet harga murah banget harus siap di maki-maki dulu sama penjualnya, bahkan ada yang sampai mukul. Tapi its OK, tetep dikasih kok barang belanjaannya. Asal tutup kuping n abis bayar siap2, kaboooooorrr…!! .

HARD ROCK BEIJING.
@Hard Rock Beijing
 
Uhuy…. Bisa maen ke Hard Rock Beijing… Pada belanja2 kaos hard rock dan yang pasti foto-foto. Setelah puas belanja n foto2, semua rombongan naik ke bus lg untuk kembali ke Hotel.
Tapiii.. di tengah jalan tiba2 HP Mbak Pulin di sms sama teman kami Wahyudi. Isinya: “Mbak, saya kok di tinggal? Saya masih di Hard Rock”.. OoooOO.. My God…. Wahyudi ketinggalan….!!
Mulai deh semuanya panic mode on dan pikiran aneh udah seliweran dibenak temen2. Mana lg hujan deres, HP nya nggak bisa dihubungi lagi, apa mungkin lowbet atau habis pulsa?, mana susah nyari taxi pasti hujan2 gini, belum lagi hotel kami jauh bgt dari kota kalo naik taxi pasti mahal bgt, jangan2 wahyudi udah kehabisan duit… Wuah semua pikiran ekstrim… bergelanyut di benak orang2… Bus kami tidak bisa kembali ke Hard Rock karena sudah masuk tol.

Pas sampai di hotel semua orang mulai kreatif, ada yg telponin manager hard rock beijingnya, ada yang nyoba nyari tau taxi yang dipake wahyudi, ada yang isiin pulsanya jaga2 nggak bisa dihubungi karena pulsa abis…Eh, tau2 agak lama akhirnya Wahyudi muncul… tidak kurang satu apapun.. Malah nyengir2 pas datang (Entah emang seneng, ato hanya ingin membuat kami semua tidak khawatir), seneng bisa ngerasain naik subway Beijing katanya. Ternyata bener yang ditakutin temen2 uang n pulsanya habis. Untung dia ketemu sama sopir taxi China yg baik hati, di kasih tau gimana cara nyampe hotel dengan duit pas-pasan. Dianterinlah akhirnya si Wahyudi ke terminal subway sama si sopir taxi, trus nyampe Hotel deh…hhhh… Thanks God.
Pullman Hotel, tempat kami menginap di Beijing.
 
Akhirnya semua rombongan bisa tidur di hotel dengan tenang malam ini, semoga besok bisa lebih kuat dan bersemangat untuk jalan-jalan to the next destination : Shanghai.