Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

DI NEGRI YANG INDAH INI

25 Oktober 2008, Sudan, begitulah orang-orang menyebutnya. Nama yang bagus bagi sebuah Negara yang indah. Dia punya empat musim; panas, panas sekali, dingin dan dingin sekali. Lucu memang. Namun sesuai dengan pengakuan salah satu dari kawanku dalam ocehannay "Sudan itu ditinggal sebenar aja udah bikin kangen lho!".
Sudan di pagi hari sepi, orang-orang masih pada nyenyak tidur sich, baru nanti kira-kira jam 10.00 pagi mulai terdengar suara riksah (bajaj), obrolan-obrolan santai pria sebaya dibawah pohon sambil ditemani teh dan zalabiyah (terigu goreng). Kalau kita jam 7.00 udah harus siap-siap. Mandi. Breakfast dengan fuul, trus nyari uang koin dikantong celana kotor yang bertumpuk, sambil mengira-ngira kayaknya kemarin masih ada kembalian deh, maklum kita mesti merogoh 8 piaster untuk ongkos bus. Lika-liku kehidupan mahasiswa/i di Sudan. Kalau dirasa emang "kasian deh lu", tapi ternyata setelah difikir-fikir hal-hal seperti itu sangat sulit bahkan tidak bisa dilupakan, ga bisa diceritakan kecuali oleh linangan air mata.

Nah omong-omong tentang Sudan, boleh dong kita serius dikit ngomongin Negara yang satu ini. Dari mulai sejarah kemerdekaannya, berapa luasnya, bahasanya apa, de el el de el el…

Sudan dengan Khartoum sebagai ibukotanya merupakan salah satu dari negara yang terletak di antara negara negara bagian timur tengah. Di sebelah utara, Sudan "dempet" dengan Mesir, Chad sebelah barat, Kongo, Uganda, Kenya di sebelah selatan dan Ethiopia di sebelah timur.

Revolusi Inggris yang terjadi pada tahun 1952 merupakan cikal bakal alias jabang bayi dari kemerdekaan Sudan. Muhammad Najib dan Jamal Abdunnaser yang saat itu memimpin Mesir berpendapat bahwa satu satunya jalan untuk menyingkirkan kekuasan Inggris di Sudan adalah dengan meminta Inggris untuk memberikan kepercayaan kepada Mesir untuk berkuasa di Sudan. Sejak saat itu Inggris "baru deh percaya" kepada Mesir. Para tokoh revolusi Sudan diantaranya DR. Ismail Azhari memandang hal ini menguntungkan dan akan membuat Inggris terpaksa "gulung tikar" alias cabut dari Sudan.

Dugaan Pak Ismail ga meleset, pada tahun 1954 pemerintah Inggris dan Mesir menandatangani surat pernyataan kemerdekaan untuk Sudan terhitung tanggal 1 januari 1956. Sejak saat itu Sudan telah dapat mengirup udara kemerdekaannya dan DR. Ismail Azhari terpilih sebagai presiden pertama Sudan.

Seperti yang "dikasih tau" tukang peta, Sudan setelah "diukur-ukur" ternyata lebar juga. Mempunyai wilayah seluas 2.505.810 km² dengan jumlah 25 wilayah yang mencakup 133 daerah, yang terbesar adalah kota Umdurman. Umumnya tanah Sudan berupa padang pasir, persediaan air diperkirakan hanya 5 persen saja yaitu di daerah sekitar sungai Nile. Pada sensus terakhir tahun 2006, penduduk Sudan setelah "dihitung-hitung" kepalanya diperkirakan berjumlah sekitar 31.700.000 kepala. Bahasa resmi yang diteriakkan penduduk setempat adalah bahasa arab, meskipun ada juga bahasa Hausa dan Amhariah yang digunakan dalam forum-forum dialog "orang-orang pinggiran".

Motto yang terbaca diatas gambar burung gundul pada lambang negara Sudan yang berbunyi “Annashru lana” (kemenangan adalah milik kita) dan lagu kebangsaan-nya yang berjudul "Nahnu jundullah wa jundul wathan (kami adalah tentara Allah dan negri) benar-benar menunjukkan kuatnya nilai-nilai keislaman di negeri ini. Yang selanjutnya? Selanjutnya datang ke Sudan aja ya!!