Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

TAMU DARI JEPANG

22 Juli 2008, Jepang adalah salah satu dari negara yang paling maju teknologinya, produk yang dibuat Jepang itu dicari karena mempunyai kualitas baik dan tahan lama. Meskipun sering terjadi gempa Jepang ternyata mampun membuktikan kemampuannnya untuk tetap maju.

Di Era 30-an negara Jepang masih dalam keadaaan yang sangat memperihatinkan, penduduknya hidup dengan cara nomaden dari gunung ke gunung, mereka kebanyakan menjual ternak, kayu bakar dan sebagian kecil berkebun. Masyarakatnya belum mengenal agama, kehidupan mereka masih di liputi takhayul, ajaran orang tua dan raja-raja. Disana-sini belum tercium bau-bau kemajuan. Meskipun gambaran mereka seperti tersebut diatas masyarakat Jepang kala itu mempunyai sifat yang perlu perlu kita tiru dewasa ini; tepat janji, semangat yang kuat serta berbakti kepada guru dan orang tua. Ini patut diperhatikan. Tahun 1945 tentara sekutu menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Hal ini membuat masyarakat dan tanah jepang setengah mati.

Bom yang dirakit dengan modal rumus E = M.c2 ini berhasil melumpuhkan Jepang sehingga mereka dipaksa untuk menyerah kepada tentara sekutu. Di sisi lain hal ini telah membuat masyarakat jepang mundur jauh kebelakang. Ketika Jepang mengalami keadaan yang seperti ini Indonesia telah menjadi negara yang lebih maju dari jepang. Angin proklamasi telah meniup semangat anak bangsa untuk maju dan berkarya. Disini timbul sesuatu yang menarik; bagaimana jepang dalam kurun waktu yang begitu singkat dapat menjadi lebih maju dari kita sekarang? Hal ini patut di renungi.

Jepang pasca bom atom mempunyai metode pembangunan baru, mereka menitikberatkan permasalahan pendidikan. Jepang saat itu menggunakan sisa-sisa kekayaannya untuk membiayai anak-anaknya sekolah ke berbagai lembaga pendidikan di Eropa maupun Asia. Keputusan ini tidak meleset, terbukti dengan memperhatikan sisi pendidikan, lahirlah sumber-sember daya manusia yang mumpun di bidangnnya. Hal ini tentu saja membantu jepang untuk maju dan berkarya. Hal ini patut kita teladani.

Hiroko Kinoshita dari Kyoto adalah salah satu dari putri Jepang yang sempat berkunjung ke Khartoum, ia sengaja datang untuk meneliti islam di asia dan Afrika sebagai bahan tesisnya, umurnya yang baru 23 tahun masih tergolong muda untnuk remaja sebayanya. Ia tertarik dengan islam terkait dengan kejadian bom 11 september yang saat itu membuat pandangan dunia tertuju kepada islam. Ini berdampak positif, membuat banyak orang ingin mengenal islam lebih jauh, diantara mereka kebanyakan meresa kagum dengan ajaran islam, sehingga puluhan orang masuk islam setiap harinya di negara-negara Eropa. Hal ini patut disyukuri.

Pihak barat memandang hal ini sesuatu yang berbahaya. Kenyataan ini berangkat dari kedengkian mereka terhadap islam. Karena itu mereka melancarkan serangan-serangan, baik secara terang-terangan ataupun terselip. Salah satu yang paling berbahaya adalah tuduhan bahwa islam itu teroris. Ini patut kita fikirkan. Hal semacam inilah yang membuat Hiroko tertarik untuk memilih islam di Asia dan Afrika sebagai basis tesisnya. Ia mencoba menggali ulang apa dan mengapa islam di Asia dan Afrika, lalu setelah mendapatkan apa dan mengapa, ia mencoba menemukan bagaimana-nya. Asia merupakan belahan bumi yang jumlah penduduk muslimnya terbesar di dunia, sedangakan Afrika merupakan tempat awal perkembangan islam, ia seolah-olah ingin melihat islam langsung dari pusatnya, sehingga pemahaman yang di harapkannya tidak meleset. Di kerangka semacam inilah Hiroko –meskipun belum menjadi Muslimah- mencoba mengenalkan islam dengan tesisnya kepada masyarakat jepang khususnya dan dunia pada umumnya . Hal ini patut kita syukuri.

Dalam dialog santai yang diadakan oleh Pengurus Cabang istimewa Nahdlatul ulama Khartoum sudan dengan Hiroko, penulis menanggapi judul yang ia pilih dengan lebih memusatkan pembahasan pada makna dan hakikat jihad. Penulis menyatakan jihad tidak selalu identik dengan bom dan perang, jihad di zaman modern ini lebih dekat kepada pembelaan islam dengan soft power. Adapun sebagian kelompok muslim yang melakukan kekerasan dengan pemboman disana-sini sehingga merugikan materi bahkan nyawa dari pihak muslim ataupun bukan dan menganggap hal itu merupakan satu-satunya metode jihad yang paling tepat, maka penulis kira mereka belum sampai pada pemahaman jihad yang sebenarnya, hanya saja baru sampai pada tahap mengerti makna jihad. Untuk mengerti dan mengetahui makna jihad mungkin di butuhkan waktu yang singkat, akan tetapi untuk memahami rahasia makna jihad dibutuhkan perenungan dan analisa yang mendalam. Jihad pada dasarnya untuk kepentingan dan kemenangan islam, untuk sampai pada tujuan ini banyak caranya, bukan hanya perang dengan mengangkat senjata, belajar, membantu orang, jujur dalam bekerja, mencari nafkah merupakan bagian dari jihad juga.

Jika kita dapat mengkomunikasikan hal ini dengan situasi dan kondisi sekarang, maka penulis duga kuat kita akan memiliki kesempatan lebih untuk mengenalkan islam kepada dunia. Islam yang damai sesuai dengan konteks rahmatan lil ‘alamin. Aspirasi penulis ditanggapi Hiroko dengan baik. Dialog santai organisasi yang diketua tanfidziahi H. Mirwan Akhmad Taufiq dari Mojokerto ini berjalan dengan santai dan mengena. Ini patut disyukuri.