Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

Vacancy bagi orang Saudi

Bapak/Ibu apa khabar ?

Di client tempat saya saat ini bekerja sedang giat-giatnya menerima engineer-engineer fresh graduate. Bagi para fresh graduate Indonesia yang melihat ini pasti matanya langsung berbinar terang, atau mungkin terisak haru.. dan kemudian jatuh pingsan haah !!! yang bener nih ?? Iya, bener...!!!,mereka menerima fresh graduate, tapi bagi orang Saudi. (Ga baca tuh judul tulisannya :)). Maaf ya dik, insya Allah kalau ada yang fresh graduate akan saya posting disini.

Dalam suatu kesempatan makan siang, sengaja saya duduk di samping salah satu fresh graduate yang kebetulan bekerja satu ruangan besar dengan saya. Posisi sang engineer adalah Inspection Engineer. Beliau ini lulusan KFUPM, universitas terbaik bidang engineering di Saudi yang konon biaya kuliah, buku dan asramanya gratis, plus para mahasiswa-nya di gaji setiap bulan untuk belajar, di tambah dosen tamu berdatangan dari Cambridge, MIT dan universitas top dunia lainnya.

" Mas.. sampean keliatannya baru ya di sini ?" tanya saya memulai pembicaraan. "Oo iya, saya baru lulus kuliah, saya baru di terima disini. Ini pekerjaan saya yang pertama" jawabnya.

"Bagi fresh graduate seperti sampean susah ga sih untuk mendapatkan pekerjaan ?" tanya saya lagi.

Lalu sang fresh graduate menjawab " Hmmm, ada teman saya sudah delapan bulan belum mendapatkan pekerjaan".. Jawaban dari si engineer ini agak mengejutkan saya. Masa sih mereka susah untuk mendapatkan pekerjaan ?? Atau mungkin mereka terlalu pemilih ?? jadinya ya susah. Namun saya tidak menanyakan ini. Saya justru tertarik bertanya:

" Perusahaan apa ya yang menjadi favorite para fresh graduate di sini ? "

"Saudi Aramco dan SABIC" jawab si engineer. Lalu dia menambahkan, "kami tertarik disini, disamping gaji-nya lumayan bagi kami, juga kami bisa rileks. Kami bisa saja sih bekerja di perusahaan kecil seperti Chevron, atau Schlumberger dan mungkin mendapatkan gaji lebih besar di sana. Tapi dari pengalaman para senior, dan temen-temen mereka justru tidak bekerja rileks, trus sebagian besar di habiskan di offshore atau gurun. Sebagaian kami ya jadi malas bekerja disana".

Walaupun jawaban sang engineer belum tentu mewakili para fresh graduate Saudi lainnya, namun jawaban sang engineer menggelitik saya. Paling tidak saya sadari memang ada fenomena seperti itu. Ada sebagian dari mereka bekerja sangat santai. Saya pernah melihat sekelompok engineer yang kerja ngobrol "muluk" sepanjang hari, sambil minum teh dan makan kurma, lalu setelah itu tidur. Namun harus juga di akui, ada juga yang sangat excellent (tapi baru ketemu sedikit).

Lalu hal kedua yang menarik bagi saya adalah, mereka justru tertarik bekerja di perusahaan milik negaranya sendiri. Chevron atau Schlumberger itu kecil bagi mereka. Ini bisa jadi karena mereka merasa cukup dengan gaji dan fasilitas yang ada, plus ya itu tadi, rileks.. Jadi tertarik membandingkan jika ada orang di negara kita untuk memilih PERTAMINA atau Chevron pada posisi yang sama. Mereka memilih yang mana ya ?