Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

KERUSUHAN DI KHARTOUM DAN S2

2 Februari 20010. Pagi ini di Surat Kabar “Shohafa” terbaca di depan halamanya dengan font besar “Tadzaahuratun amama maqorri ART, ihtijaajan 'ala 'adami bassi Umami Ifriqiya” yang artinya kurang lebih “Demonstrasi di depan Kantor ART (stasiun TV), dalam tuntutan tidak disiarkannya Piala Afrika”.

Bola tendang lagi-lagi menyebabkan kerusuhan di Khartoum, belum rapet bibir kita ngomongin kubu Mesir yang "main urat" dengan Kubu Jazair, sekarang malah ada omongan baru lagi yang tak kalah serunya. Yaitu tentang ratusan pelanggan stasiun ART yang menuntut Pihak Stasiun TV langganannya atas tidak disiarkannya Piala Afrika, padahal siaran itu telah dijanjikan sebelumnya.

Celakanya : Stasiun al’-Jazirah sport 2 menyiarkan siaran tersebut gratis.

Akibatnya : Pelanggan ART yang sudah membayar iuran merasa kebakaran jenggot melihat tetangganya yang asyik nonton.

Solusinya : Demi meredam amuk massa, pihak stasiun terpaksa mengembalikan sisa uang pembayaran dengan tetap memberikan hak siar TV.

Selidik punya selidik, ternyata olah raga yang melibatkan 11 orang ini paling disenangi di Khartoum. Adalah sepak bola yang setiap jumat pagi dan sore memenuhi lapangan  di setiap sudut kota Khartoum, betapa indahnya melihat anak-anak bermain bola, tertawa lepas sambil berjingkrak-jingkrak. Sepertinya olah raga yang satu ini telah menyihir penduduk Sudan, bahkan tidak berlebih-lebihan kalau dikatakan sebagian besar penduduk dunia juga hobinya berbola ria, termasuk pula mereka yang tidak bisa menyundul bola.

Ya, di satu sisi ada mereka yang mati-matian membela bola, sampai capek-capek demo. Sementara di sisi lain ada pihak yang tidak bertanggung jawab terhadap janjinya. Untungnya gue gak dipusingin ama hal nyang beginian, mending ngurus S 2 yang belum mendapatkan jawaban, jaka sembung bawa senter, ga nyambung pin...... (maksudnya mohon doa he he)