Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

KOPI DI MATA MASYARAKAT ARAB

25 Juni 2009. Kalau pergi ke Khartoum, sempatkanlah untuk mampir sebentar di kedai-kedai kopi pinggir jalan. Duduk-duduk santai sambil minum kopi. Biasanya dijajakan oleh Ibu-ibu dengan menggunakan semacam meja kecil, lengkap dengan perabotan lainnya. Kita disediakan kursi kecil yang terbuat dari anyaman tali, lalu dia berkata sambil tersenyum ''Aq'ud!'' (duduklah!). Kopi diseduh menggunakan arang, ada juga yang menggunakan kompor gas mini. Kalau tidak mau terlalu manis, kita mesti mengingatkan si Ibu untuk mengurangi takaran gula, kalo enggak, bisa kemanisan, karena mereka (orang Sudan) sangat menyukai gula. Setelah 5 menit kopi panas siap dihidangkan dan bisa dihirup sambil memperhatikan lalu lalang orang dijalan. Hal yang sama juga ada di Cairo, meskipun suasananya tidak sama, karena disana sudah dijajakan di tempat yang lebih ''keren''.

Dahulu kata ''Qahwa'' (kopi) oleh bangsa Arab dikategorikan sebagai salah satu dari jenis minuman keras, kalau kita telusuri literature Bahasa Arab, maka akan ditemukan terminologi sama yang menginformasikan bahwa ''Qahwa'' ialah jenis khamar. Barulah pada sekitar pertengahan abad ke sepuluh Hijriah ''Qahwa'' digunakan untuk menamai Biji Kopi.

Istilah tersebut berkembang di Negeri Yaman, mereka menjadikan kopi sebagai minuman favorit. Daud al-Anthaki, seorang dokter dari Ethiopia mengumpulkan pendapat-pendapat penduduk yaman mengenai kopi dalam bukunya yang berjudul ''Tuhfatu bani az-Zaman, fi hukmi Qahwatil Yaman''. Dalam buku itu dia jelaskan faidah dari kopi seperti minuman penenang, penguat gigi, obat luka, penghilang dahak, dan penguat pertahanan tubuh. Ia juga membeberkan wacana orang Yaman mengenai status kopi antara haram -terkait jenis khamar dan candu- dan halalnya.

Abu Thayyib al-Ghazi dalam bukunya yang berjudul ''Qahwa'' menukil pendapat Imad al-Hanbali (1098 H.) bahwasanya kopi mulai terdengar sejak zaman Nabi Sulaiman dimana Ashif bin Barkhiya seorang ahli hikmah merekomendasikan biji kopi Yaman sebagai obat untuk sekelompok orang yang mengalami trauma (Syadzaratuz Dzahab fi akhbaari man Dzahab, 8/40 al-Hanbali, Imad).

Pada Biografi Syaikh Abu Bakar as-Syadzily (851-914 H) ditemukan kata-kata kopi. Beliau menggunakannya sebagai hidangan sehari-hari karena dapat menghilangkan kantuk, Ia juga merekomendasikan murid-muridnya agar ikut mengkonsumsi kopi. Muridnya-pun turut merekomendasikan juga. Hal ini membuat kopi semakin tenar di Yaman dan digunakan sebagai minuman sehari-hari. Dari Yaman, kopi mulai dikenal oleh bangsa Arab seiring dengan migrasi penduduknya dari dan ke seluruh negara-negara Arab seraya membawa informasi dan sample kopi.

Tahun 1664 M kopi mulai dikenal Eropa. Ia masuk Perancis lewat jalan Andalusia (Spanyol) dan segera digunakan oleh para dokter disana sebagai obat. Sekarang ini kopi dinikmati dimana saja di seluruh dunia. Sampai-sampai ada acara televisi yang menggunakan istilah ''Kopi Pagi'' untuk menggambarkan suasana pagi hari yang indah. Kalau minum kopi, jgn lupa untuk mencampurkannya dengan susu, supaya namanya berubah jadi Kopsus.