Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

Saudi Arabia Secondary Industry

Bapak/Ibu,

Apa kabar ?

Dah lama yah saya tidak nulis ? hahahha.. mungkin bagi yang baru pertama menemukan blog saya ini akan terheran-heran, ini orang maunya apa sih ? kalau mau nulis ya nulis aja, jangan banyak nanya. Iya, saya mau bilang kalau saya lama tidak menulis karena sibuk di plant-nya client. Kali ini client-nya tidak seperti biasa. Saya akan membuka mata Bapak/Ibu tentang sisi lain industri di Saudi.

Di Saudi ini, ada di kenal istilah primary industry dan secondary industry. Okelah, gampang di tebak yang namanya primary industry itu ya Oil & Gas, refinery dan petrochemical plant. Selain itu, di Saudi juga di kenal yang namanya secondary industry. Cukup saya jelaskan yang namanya secondary industry itu akan mengingatkan bapak akan industry di Cikampek, Bekasi dan sekitarnya. Ya, seperti plywood, ceramic, pabrik kaleng dan lain-lain.

Di eastern province, secondary industry itu berada di wilayah Dammam, sekitar 30 menit dari Al-Khobar. Memasuki kawasannya, Bapak akan mulai di "ganggu" lubang-lubang di jalanan, risih rasanya jika membandingkan dengan wilayah primary Industry yang jalanannya mulus dan lebar-lebar.

Oke, cukup soal itu (karena bisa jadi soal jalanan ini lagi dalam rencana pemerintah Saudi untuk di buat mulsu..eh mulus). Client yang akan kami tuju ini adalah pabrik Baja. layaknya pabrik baja, maka anda akan tertegun betapa hebatnya butir-butir baja halus yang lebih halus dari pasir menutupi hampir seluruh plant. Butir itu tidak cuma berakibat buruk untuk pernapasan, tapi juga flammable.

Jumpa dengan contact person si client, seorang engineer muda Saudi, yang tak lama kemudian membuat kami tertegun.. Sang engineer sangat ramah, fasih berbahasa inggris dengan baik dan benar, salah satu lulusan universitas terbaik di Saudi, dan pernah mengenyam pendidikan S2 di Amerika walaupun tidak di selesaikannya. Dalam pikiran kami, sang engineer ini lebih pantas jadi engineer di primary industry dari pada disini,.

Pertanyaan iseng teman saya yang berkebangsaan Phillipina akhirnya tak terelakkan kepada sang engineer ini dalam satu kesempatan santai,..."mas kok masih di sini ? bukannya lebih enak di sono-no Oil & Gas dsb-nya"... "jawabnya singkat, mantap " alhamdulillah saya masih suka disini. Saya bisa berkembang, dan menjadi apa saja yang saya mau. Bahkan bisa mendapat kesempatan memanage plant kami yang ada di Eropa, dan saya juga banyak belajar di sana. Teman saya tidak melanjutkan pertanyaanya.. tapi dalam benak kami, kagum dengan pemuda satu ini, yang rendah hati, ramah, tidak sombong dan mau belajar.

Lalu apa hebatnya cerita ini ? hebatnya adalah, kami merasa inilah plant terbaik yang pernah kami kunjungi di Saudi ini. Keramahan orang-orangnya, personnel-nya yang senantiasa menemani kami dan membawakan air di tengah teriknya suasana summer membuat kami terharu. Plant yang hebat bukan dari kemewahannya, tapi dari keramahan dan kebesaran hati personnel-nya.

Ada dua poto menarik yang sempat saya ambil ketika disana. Yang pernah sepertinya salah seorang pekerja disana sedang di mabuk asmara, tapi bingung.. akhirnya, salah satu tiang pabrik jadi sasaran unek-unek. Sedang yang kedua, hmmm no komen ah..