Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

Kisah seorang expat..

Bapak/Ibu,

Apa khabar ?

Kali ini saya mau cerita tentang seorang expat bule yang bekerja di Saudi Arabia ini kurang lebih 6 tahun. Ini adalah kisah nyata, walaupun dapat beberapa aspek di cerita ini merupakan analisa saya saja, tapi garis besarnya adalah sedemikian adanya. Beliau ini berumur kurang lebih 58 thn. Awalnya dia bekerja di salah satu perusahaan minyak unik di Afrika. Perusahaan ini mengolah batubarat (coal) menjadi minyak liquid. Jangan tanya saya bagai mana proses plant-nya, karena saya juga tidak tahu.

Dia bekerja di perusahaan ini kurang lebih 15 thn, sebagai salah satu senior rotating equipment disana. Kemudian dia melamar ke Saudi Arabia, dan akhirnya di terima sebagai superintendent di salah satu petrochemical company. Walaupun dalam hati kecil, saya tidak mengerti kenapa perusahaan tersebut menerima expat untuk posisi managerial seperti superintendent yang semestinya tinggal tunggu laporan dari anak buah, meeting dan balas email. Singkat cerita, dia mendapatkan yang di idam-idamkan kebanyakan manusia di dunia, DUIT dan JABATAN. Pasti Bapak ingin tahu berapa gajinya ? hahahahaha pasti deh !!! cukup saya cerita bahwa dengan hanya beberapa bulan overtime, dia bisa membeli motor Harley Davidson seharga SAR 130 K. Gimana ? Oke ga menurut Bapak ? Jika ingin tahu berapa jumlah SAR 130K dalam rupiah, silahkan gunakan aplikasi currency converter di blog saya ini :).

Seiring berjalannya waktu, posisinya di perusahaan tersebut mulai di gusur arus Saudisasi. Posisinya tersebut akan di gantikan oleh orang Saudi, dan oleh karenanya, beliau harus meninggalkan perusahaan tersebut. Mulailah beliau kasak-kusuk buka lamaran ke sana dan kemari, akhirnya di terima sebagai salah satu manager disebuah perusahaan consultation company yang selama ini melakukan consultation service di perusaan Oil & Gas dan Petrochemical yang ada di Saudi ini, termasuk di perusahaa beliau tersebut. Jadi karirnya pun bisa berlanjut di jazirah para nabi ini.

Bekerja di perusahaan consultation service company merupakan hal yang baru bagi beliau. Tipikal perusahaan seperti ini sangat menantang kemampuan, skill dan pengalaman yang kita punya. Setiap hari anda di tuntut untuk menyelesaikan masalah client. Anda di bayar karena client punya masalah, dan mereka membayar mahal untuk itu. Kemampuan anda dengan mudah akan di nilai apakah anda bisa memberikan solusi dari masalah yang di hadapi client, serta kontribusi anda dengan mudah di ketahui karena biasanya perusahaan seperti ini tidak memiliki banyak employee.

Di hari-hari pertamanya di perusahaan ini beliau langsung di suguhi dengan "santapan" menyelesaikan report predictive maintenance untuk beberapa plant sekaligus. Namun beliau mengajukan keringanan ke atasannya untuk dapat memulai report tersebut bulan selanjutnya, dengan alasan belum familiar dengan alat, software, dan mesin-mesin yang ada. Make sense.. excuse accepted. Akhirnya report tersebut di selesaikan oleh expat lain yang berasal dari Asia.

Bulan selanjutnya kembali beliau mengajukan penundaan untuk menyelesaikan report ini, kali ini dengan alasan yang sama plus alasan lainya. Fine... tapi si boss besar mulai mencium gelagat yang tidak menyenangkan. Sepertinya ada yang di sembunyikan. Bulan selanjutnya, mulailah beliau mengerjakan report-report tersebut. Namun, ada yang tidak mengena. Diantaranya, banyak sekali analisa yang sifat nya copy and paste dari report sebelumnya. Walaupun kadang bisa jadi make sense, tapi mulai tercium bau yang tidak enak.

Sampai satu ketika, perusahaan membutuhkan orang segera untuk pergi ke client, karena sang client membutuh kan segera mesin-nya untuk jalan namun mengalami hambatan getaran yang tinggi. In situ balancing mungkin di perlukan. Tidak ada orang lain di kantor pada saat itu, jadi sang expat bule ini lah satu-satunya yang available. Sang big boss menunjuk " hey.. can you go ?? " di jawab singkat oleh sang expat bule ini, "it has been 15 years I've never touched it" dah lima belas tahun saya tidak pernah menyentuh ini. "but, we don't have any body at this moment, can you go ??" Pergi ke client dan anda tidak tahu apa yang harus dilakukan adalah sangat berat. Dan saya rasa sang expat tahu betul itu. Sampai kemudian akhirnya di putuskan bahwa data harus diambil oleh sang expat, dan kemudian di email, untuk di analisa oleh expat lain yang berasal dari Asia.

Demikian dari hari ke hari. Sang big boss mencium bau "incompetency", ya, ketidak mampuan. Sampai akhirnya manajemen memutuskan "good bye. Sorry.. you must go". Walaupun dengan bahasa yang halus: ..."kalau kamu masih mau bertahan disini, kamu harus menerima bahwa saya akam me-push kamu untuk melakukan service, kamu harus berkontribusi"

Tapi bagaimana ini bisa terjadi ? beliau 15 tahun sebagi senior engineer di perusahaan yang lama, plus superintendent di sini.

Ada beberapa pelajaran yang menurut saya menarik disini;
  1. Saya melihat bahwa: "experience", pengalaman adalah pilihan. Anda bisa jadi tua dan beruban, tapi jika tidak belajar dan berbuat, maka anda semakin tua tapi tidak semakin berpengalaman.
  2. Lewat interview dan di terima di Middle East "kadang" tidak menjustifikasi bahwa anda hebat. Bisa jadi yang meng- interview sebenarnya tidak mengerti bidang anda, dan bisa jadi anda cuma beruntung.
  3. Kadang, tidak ada korelasi antara gaji dengan kompetensi ??, mereka di bayar lebih tinggi karena kebetulan berkulit putih ?? dan pandai berbahasa Inggris dengan baik dan benar ??.
  4. Ada yang mau menambahkan ?? :)