Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

Lagi tentang orang Indonesia..

Apa khabar Pak/Ibu,

Gimana, mantap semuanya ??

Ngomong tentang orang Indonesia di Saudi sepertinya tidak akan ada habis-habisnya. Negara ini sangat sangat mengenal negara yang namanya Indonesia dan orang-orangnya. Selain di kenal di Saudi sebagai the largest moslem country in the world, Indonesia juga di kenal sebagai peng-ekspor pembantu yang baik, (lho.. bukannya tentang ini sudah di tulis ya.. ? ya.. betul, tapi ada sisi yang lain lagi).

Dalam perjalanan tugas ke Yanbu, saya kebetulan duduk sebelahan dengan seorang Saudi dengan pakaian khas ala Saudi-nya. Iseng-iseng, sambil melihat keluar jendela pesawat... saya bertanya ke "teman sebangku saya ini" dah malam ya Pak ? (ini gaya basa-basi saya kalo lagi bosan di pesawat).. Yess.. It is dark.. jawab sang Saudi, lalu saya sambung cepat dengan dengan memperkenalkan nama saya, lalu ana min Indonesi (saya dari Indonesia). Inilah sisa sedikit kata - kata yang masih saya ingat dari hasil kursus singkat super kilat bahasa Arab dulu waktu masih kuliah, selain kalimat dari guru saya yang selalu menyambut saya di depan pintu kelas yang berbunyi, ...limaza tazhabu mutaakhir ??? (lu kenapa telat mulu sih ???)

"Ahhhaaa, dari Indonesia ya ... Welcome".. jawab si Saudi. "Apakah kamu kerja di Yanbu ??" "Ga, saya kebetulan saja di tugaskan ke Yanbu, base saya di Khobar", jawab saya. "Kebetulan salah satu client kami di sini lagi punya masalah dengan turbine- nya jadi saya di tugas kan untuk menganalisa dan kemungkinan melakukan in-situ balancing". Bagi Bapak/Ibu yang tidak tahu apa itu Turbine dan in-situ balancing, cukup aja saya katakan turbine itu adalah salah satu dari banyak jenis mesin, seperti mesin pemotong rumput, mesin pompa air di rumah dll, tapi yang satu ini agak besar dan butuh ribuan accessories-nya untuk menghidupkannya. Sedangkan in-situ balancing itu adalah obatnya jika rotor berputar ngawur tidak seimbang.

"Oh.. gitu" jawab si Saudi. "Berarti kamu engineer ya ??".. "Saya tahu apa yang sedang kamu lakukan karena saya mechanical engineer di ARAMCO"..."Oya ???", jawab saya .....

"Eh.. gimana sih orang Indonesia sang Saudi menyambung, saya kemarin baru saja pesan pembantu ke salah satu agen di Indonesia, dan saya sudah bayar SAR 9000. Eh... dua minggu sang pembantu bekerja di rumah saya, eh..dia malah kabur.. Ga lama kemudian, dia di tangkap oleh polisi. Lalu sang polisi yang menangkap menelpon saya. Setelah di interogasi, akhirnya dia bilang, dulu waktu di Indonesia dia di janjikan bekerja sebagai perawat. Bukan pembantu. Makanya dia kabur.." Mendengar cerita si Saudi ini saya bergumam dalam hati, pasti deh... ujung-ujungnya tentang pembantu..

Mendengar ini, saya katakan. Begitulah Pak, ada agen yang baik, dan ada juga agen yang menipu. Padahal sang pembantu sendiri harus membayar paling tidak 1300 USD untuk bisa bekerja di Saudi ini. Mendengar ini sang Bapak terbelalak.. mantap juga ya untung si agen ??...Kami berbincang lama, sampai kemudian pesawat mendarat dan kamipun harus berpisah, tak lupa sang Bapak memberi no telp-nya ke saya..lalu mengucapkan "call me kalau kamu butuh bantuan di yanbu".. Baik kan orang Saudi ?. Sebenarnya mereka orang-orang yang baik yang sangat mengerti makna teman sejati dan persaudaraan hakiki.

Tiba di Yanbu, kerjaan di eksekusi.. sambil duduk menunggu jeda turbine jalan, saya ngobrol dengan seorang engineer Saudi. "Saya pernah ke Indonesia tahun 2006, it was the best kata si engineer Saudi. Istri ketiga saudara saya yang bekerja di ARAMCO juga orang Indonesia", katanyanya menyambung. "Oya" ?? jawab saya. "Kata abang saya, dia senang sama istri ketiga nya ini, orangnya penurut, sangant santun, bahkan jika di beri uang sedikit, dia menerimanya seolah itu pemberian yang luar biasa. Abang saya bilang, istri Indonesia, to take care of you". Wah..wah..wah, mendengar ini, saya cuma tersenyum. Sudah tambah lagi peluang untuk orang Indonesia di Saudi, yaitu di peristri. Gimana, ada yang berminat ??