Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

"RAJAB” ASAL USUL DAN HIKMAHNYA BAGI KITA


Secara etimologi Rajab adalah sebuah kata dari bahasa arab yang mempunyai arti agung atau terhormat, Bulan Rajab berarti bulan yang diagungkan lagi dihormati. Mengapa terhormat? karena saat itu Orang-orang  Arab di zaman Rosululloh SAW sepakat untuk tidak menodai bulan ini dengan pertumpahan darah, sengketa dan kekerasan, sebagai gantinya mereka mengkhususkan kurban yaitu berupa seekor kambing yang disembelih atas nama berhala yang kemudian dikenal dengan istilah ‘Athiroh.

Saat itu Athiroh berawal dari kebiasaan orang arab memilah milih batu,  jika ditemukan batu yang bagus maka mereka jadikan berhala, namun apabila mereka menemukan batu lain yang lebih bagus maka batu yang lama dibuang dan diganti dengan yang lebih bagus itu dan begitu seterusnya, lalu  jika tidak ada batu, mereka mengumpulkan tanah hingga bertumpuk dan diletakkan diatasnya seekor kambing lalu dikelilingi ramai-ramai. Pada bulan Rajab kambing ini dihujami dengan tombak dan panah sebagai kurban. Kurban inilah yang kita katakan dengan ‘Athiroh diatas, yaitu kurban khusus hanya ada di bulan rajab.

Rasululloh SAW jelas melarang kebiasaan ini. Dalam Sebuah Hadist Riwayat Abu Hurairoh beliau bersabda : “Tidak ada dalam Ajaran islam kurban ‘Athiroh dan Fara’ (kurban ternak pertama melahirkan)”. Dalam kesempatan lain pernah seseorang mendatangi beliau seraya berkata : “Wahai Rosululloh, dahulu kami berkurban ‘Atiroh pada bulan rajab, sekarang apa yang diperintahkan?” Rosululloh menjawab : “Berkurbanlah pada bulan apa saja, dan berbaktilah kepada Alloh serta berikanlah orang makanan!”

Pembaca, sampai disini kiranya kita dapat mengambil paling tidak dua pelajaran di bulan ini yaitu pertama, marilah kita menghormati bulan ini, dengan membuang jauh jauh  segala bentuk kekerasan, kezaliman, perkelahian, bahkan peperangan baik perang mulut ataupun perang jasad, begitupula penyakit-penyakit hati lain. Orang arab di zaman jahiliyah saja dahulu yang notabene komunikasi dan ilmu pengetahuan belum pesat telah mampu untuk menghindari segala bentuk kekerasan di bulan Rajab, lalu mengapa di zaman modern ini kita tidak?

Pelajaran yang kedua adalah apabila Rosululloh SAW menghapus kebiasaan Kurban ‘Athiroh, maka kita menghapus kebiasaan-kebiasaan jelek dan dilarang agama. Seperti kebiasaan malas, Hasad, Dengki, Sombong, KKN dll mari kita hapus dengan momentum bulan Rajab ini. Wa Allohu A’lam.