Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

Produksi dalam Perspektif Ekonomi Islam

Produksi dalam Perspektif Ekonomi Islam

Islam adalah agama yang sempurna, tak hanya berbicara masalah shalat saja, akan tetapi membahas segala aspek yang ada di muka bumi ini. Diantara berbagai aspek tersebut salah satunya yaitu mengatur tentang produksi, yang mana produksi ini merupakan bagian terpenting dari sebuah perekonomian dan perlu diperhatikan dengan baik. Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan di bawah ini:

1. Pengertian Produksi

Produksi merupakan upaya untuk menambah nilai pada suatu benda agar benda tersebut dapat memberikan manfaat bagi manusia.


2. Motif Berproduksi dalam Islam

Setiap kegiatan produksi yang dilakukan haruslah bertujuan pada pencapaian kemaslahatan (kebaikan), bukan bertujuan untuk mencapai kepuasan pribadi dan lupa akan kewajiban untuk memperhatikan dan membantu orang lain. Pencapaian kebahagiaan akhirat merupakan hal yang paling penting untuk diperhatikan agar setiap aktivitas produksi dapat bernilai ibadah.


3. Konsep Produksi dalam Hadis Nabi

Kegiatan produksi sangat disukai oleh Rasulullah, karena produksi tersebut dapat meningkatkan kekuatan ekonomi umat. Kerja keras dan tidak meminta-minta adalah hal yang dianjurkan agar manusia memiliki pandangan yang baik semasa hidup di dunia maupun akhirat kelak. Rasulullah bersabda:

"Dari Abu Hurayrah r.a, katanya aku mendengar Rasulullah SAW. Bersabda, hendaklah seseorang diantara kalian berangkat pagi-pagi sekali mencari kayu bakar, lalu bersedekah dengannya dan menjaga diri (tidak meminta-minta) dari manusia lebih baik daripada meminta kepada seseorang baik diberi ataupun tidak. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Mulailah (memberi) kepada orang yang menjadi tanggung jawabmu." (HR. Muslim)

4. Tujuan dan Prinsip-prinsip Produksi dalam Islam

Tujuan produksi dalam Islam sangat erat kaitannya dengan tujuan diciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi, di mana tujuannya yaitu untuk memakmurkan bumi dan manusia sebagai pelaku ekonomi. Ketika tujuan diciptakan manusia tersebut sudah kita pahami maka akan sangat mudah untuk memahami tujuan produksi dalam Islam. Islam sangat menginginkan akan adanya kegiatan produksi, karena dengan adanya produksi manusia dapat saling memenuhi dan membantu diantara mereka. Allah telah menyediakan berbagai macam sumber daya yang tujuannya yaitu agar kita olah dan produksi supaya dapat kita jadikan sebagai modal untuk bertahan hidup di dunia ini serta menjadi modal dalam pelaksaan ibadah kepada Allah.


5. Mekanisme Produksi dalam Islam

Menurut M. Abdul Mannan, mekanisme produksi dalam Islam tidak semata-mata didasarkan pada permintaan pasar (given demand conditions), kurva permintaan tidak dapat menjelaskan data sebagai landasan terhadap sebuah perusahaan dalam mengambil keputusan tentang jumlah produk yang akan diproduksi. Berbeda halnya dengan mekanisme produksi konvensional, yang mana perusahaan diberi kebebasan dalam berproduksi, akan tetapi lebih terkonsentrasi pada output yang menjadi permintaan pasar (effective demand) sehingga kebutuhan riil masyarakat dapat terabaikan.


6. Faktor-faktor Produksi dalam Islam

Faktor-faktor produksi dalam Islam berbeda dengan faktor produksi yang ada dalam ajaran konvensional, dimana dalam Islam sumber-sumber produksi berasal dari pemberian Allah dan manusia sebagai khalifah yang harus mengelola dengan cara yang diizinkan oleh Allah. Sedangkan dalam ekonomi konvensional menganggap faktor-faktor produksi tersebut sebagai suatu hal yang tersedia dengan sendirinya, tanpa disertai dengan kepercayaan bahwa sumber daya tersebut adalah ciptaan Allah, sehingga dalam proses produksi sering melanggar dari apa yang telah ditetapkan oleh Allah. Berikut faktor-faktor produksi dalam Islam:

1) Sumber Daya Alam (SDA)

Sumber daya alam merupakan faktor produksi terpenting bagi kelancaran proses produksi, jika faktor ini telah tiada ataupun rusak maka aktivitas produksi akan terganggu. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber daya alam dengan cara yang bijak sangat dibutuhkan demi keberlanjutan proses produksi dan kestabilan ekonomi. Allah berfirman:

"Apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan." (QS. Ar-Rum ayat 9)

2) Sumber Daya Manusia (SDM)

Tak hanya sumber daya alam, sumber daya manusia merupakan hal yang lebih utama, karena jika sumber daya manusia tidak memiliki kemampuan untuk mengelola (memakmurkan) sumber daya lainnya maka aktivitas produksi tidak akan berjalan lancar, sehingga akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan perekonomian sebuah negara.

3) Modal

Modal tentu saja menjadi hal yang penting, tanpa modal maka tidak bisa dilakukannya perbaikan atau pengelolaan terhadap sumber daya yang ada, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, dan berbagai macam sumber daya pembantu lainnya. Modal ini bisa berbentuk uang, barang, maupun ide-ide cemerlang yang dapat digunakan untuk menggerakkan sektor produksi.

4) Organisasi atau Manajemen

Organisasi atau manajemen dibutuhkan untuk mengelola berbagai macam faktor produksi, dan juga menjadi hal yang berpengaruh bagi faktor-faktor produksi lainnya. Dalam arti lain yaitu jika manusia gagal dalam hal organisasi atau pun manajemen maka dapat dipastikan pengelolaan atau pemakmuran bumi (sumber daya) tidak akan berjalan seperti yang telah direncanakan.

Daftar Pustaka:

Prof. Dr. H. Idri, M.Ag., Hadis Ekonomi (Ekonomi dalam Perspektif Hadis Nabi), (Jakarta: Kencana, 2015 M.)

Mustafa Edwin Nasution, dkk., Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam, (Jakarta: Kencana, 2007 M.)