Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

Wadi'ah, Titipan Ala Islam

Wadi'ah, Titipan Ala Islam



Daftar Isi:
  1. Pengertian dan Tujuan Akad Wadi'ah
  2. Pengertian Akad Wadi'ah
  3. Tujuan Akad Wadi'ah
  4. Landasan Syariat Akad Wadiah
  5. Rukun dan Syarat Wadi'ah
  6. Jenis-jenis Akad Wadi'ah
  7. Wadi'ah Yad Amanah
  8. Wadi'ah Yad Dhamanah

1. Pengertian dan Tujuan Akad Wadi'ah


Berikut penjelasan mengenai pengertian dan tujuan akad wadi'ah (Any Widayatsari, 2013):

1) Pengertian Akad Wadi'ah


Wadi'ah adalah akad titipan barang yang dilakukan oleh satu pihak kepada pihak lainnya, dimana barang yang dititipkan tersebut harus dijaga dengan baik, dan siap untuk dikembalikan apabila si penitip menginginkannya.

2) Tujuan Akad Wadi'ah


Tujuan dilakukannya akad wadiah yaitu untuk menjaga keselamatan barang dari berbagai macam masalah yang mungkin terjadi, diantara masalah yang sering timbul yaitu pencurian barang, perampokan, kemusnahan barang yang terjadi secara tidak disengaja.

2. Landasan Syariat Akad Wadiah


Berikut landasan hukum akad wadi'ah (Mufti Afif, 2013):

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya (pemiliknya)..."(QS. An-Nisa' [4]: 58)

"...maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (titipan/hutang) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya...(QS. Al-Baqarah [2]: 283)

"Dan saling tolong-menolonglah kalian di dalam kebajikan dan ketaqwaan" (QS. Al-Maidah [5]: 2)

"Tunaikan amanah orang yang memberi amanah kepadamu dan janganlah kamu menghianati orang yang menghianatimu." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, Ahmad dan Ahshabun Sunan).

3. Rukun dan Syarat Wadi'ah


Ascarya, rukun akad wadi'ah antara lain yaitu (Erham Asy'ari, 2018):

1) Adanya kedua belah pihak yang melakukan akad (penitip dan penerima titipan)
2) Adanya objek wadi'ah (barang yang akan dititipkan)
3) Adanya ijab qabul antara kedua belah pihak yang melakukan akad

Sedangkan syarat-syarat akad wadi'ah antara lain yaitu:

1) Pemberian bonus yang diberikan oleh pihak yang menyimpan barang
2) Tidak adanya persyaratan sebelumnya mengenai pemberian bonus (tidak boleh disyaratkan di awal akad)

4. Jenis-jenis Akad Wadi'ah


Ascarya, akad wadiah dibagi kepada dua jenis yaitu wadiah yad amanah dan wadiah yad dhamanah (Ahmad Mukhlisin dan Habib Ismail, 2018):

1) Wadi'ah Yad Amanah


Wadi'ah ini merupakan titipan dari satu pihak kepada pihak lain dengan berlandaskan kepercayaan untuk menjaga barang, sehingga pihak yang menerima titipan tidak dibenarkan untuk memanfaatkan objek wadi'ah (barang titipan). Penerima titipan tidak bertanggung jawab atas kehilangan ataupun kerusakan barang selama hal tersebut bukan akibat dari kelalaiannya.

2) Wadi'ah Yad Dhamanah


Wadi'ah ini adalah titipan dari satu pihak kepada pihak lain yang didasari dengan prinsip tanggungan, sehingga pihak yang menerima titipan diperbolehkan untuk memanfaatkan barang dan harus bertanggung jawab apabila ada kerusakan ataupun kehilangan barang.

Daftar Pustaka:


Any Widayatsari. (2013). Akad Wadi'ah dan Mudharabah dalam Penghimpunan Dana Pihak Ketiga Bank Syari'ah. Economic: Jurnal Ekonomi dan Hukum Islam, Vol. 3, No. 1 2013

Mufti Afif. (2014). Tabungan: Implementasi Akad Wadi'ah atau Qardh? (Kajian Praktik Wadi'ah di Perbankan Indonesia). Jurnal Hukum Islam (JHI), Vol. 12, No. 2, Desember 2014

Mufti Afif. (2013). Analisis Kritis Implementasi Akad Wadi'ah (Studi Kasus pada Perbankan Syari'ah di Indonesia). Jurnal Ekonomi Islam, Vol. 2, No. 1, Desember 2013

Erham Asy'ari. (2018). Penerapan Produk Tabungan Wadi'ah dalam Perpektif DSN-MUI Nomor 2 Tahun 2017. Khozana, Vol. 1, No. 1, Januari 2018

Ahmad Mukhlisin dan Habib Ismail. (2018). Implementasi Simpanan Umroh dengan Akad Wadi'ah (Studi di BMT El-Mentari Putra Rumbia Lampung Tengah tahun 2017. Khozana, Vol. 1, No. 1, Januari 2018