Biaya Umroh Plus

Info Biaya Umroh

Penjelasan Tuntas Mengenai Akad Qardhul Hasan

Penjelasan Tuntas Mengenai Akad Qardhul Hasan

Daftar Isi:
  1. Definisi Akad Qardhul Hasan
  2. Model Implementasi Akad Qardhul Hasan
  3. Penyaluran Dana Pinjaman Produktif
  4. Penyaluran Dana Sosial
  5. Alasan Mengenai Pentingnya diterapkan Akad Qardhul Hasan di Perbankan Syariah
  6. Landasan Syariah Akad Qardhul Hasan

1. Definisi Akad Qardhul Hasan


Qardhul Hasan adalah pinjaman yang diberikan oleh satu pihak kepada pihak lainnya dengan tidak mengharapkan imbalan atau kelebihan pada saat uang tersebut dikembalikan. Apabila pihak yang menggunakan dana mengalami kerugian yang mana kerugian tersebut bukan disebabkan olehnya, maka hal tersebut dapat mengurangi jumlah pinjaman yang harus dikembalikan (Heru Sulistyo dan Abdul Hakim, 2013).

2. Model Implementasi Akad Qardhul Hasan


Berikut model implementasi akad qardhul hasan (Falikhatun, Yasmin Umar Assegaff, dan Hasim, 2016):

1) Penyaluran Dana Pinjaman Produktif


Pinjaman produktif merupakan pinjaman yang diberikan oleh satu pihak kepada pihak lainnya dengan memikirkan keberlangsungan dari dana tersebut. Dalam arti lain dana yang diberikan tersebut bukan merupakan barang konsumtif. Dengan disalurkannya dana yang berupa pinjaman produktif ini maka akan berdampak baik bagi perekonomian masyarakat, dikarenakan masyarakat dapat menjadi pelaku usaha.

2) Penyaluran Dana Sosial


Dana sosial merupakan dana yang diberikan oleh satu pihak kepada pihak lainnya sebagai bentuk syukur dan saling tolong-menolong dalam memenuhi kebutuhan sesama manusia. Bentuk dana yang diberikan berupa dana konsumtif ataupun dana yang dianggap mendesak dan perlu untuk diberikan. Dana sosial ini dapat meningkatkan hubungan persaudaraan antara satu pihak dengan pihak lainnya, sehingga ketenangan dan kenyamanan dalam bermasyarakat akan terjaga.

3. Alasan Mengenai Pentingnya diterapkan Akad Qardhul Hasan di Perbankan Syariah


Berikut beberapa alasan mengenai pentingnya penerapan akad qardhul hasan pada lembaga keuangan (perbankan syariah) (Bagya Agung Prabowo, 2005):

a. Dikarenakan perbankan syariah merupakan sebuah lembaga yang memiliki kaitan erat dengan keuangan dan memiliki keahlian dalam mengelola keuangan sebuah negara. Maka, akad qardhul hasan menjadi penting untuk diterapkan agar dana yang dikelola oleh perbankan syariah tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat serta dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu dengan adanya akad qardhul hasan pada perbankan syariah akan membuat perbankan syariah lebih akrab dengan masyarakat dan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah.

b. Sesuai dengan perbankan syariah yang merupakan sebuah lembaga yang bergerak dalam penghimpunan dan penyaluran dana masyarakat. Maka, bank syariah harus memastikan apakah dana yang dihimpun dan disalurkan tersebut berjalan dengan baik dan juga harus memastikan apakah ada orang yang terzalimi dibalik keberadaan dan operasionalnya. Maka dari itu, akad qardul hasan berperan penting dalam membantu masyarakat yang tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan uang yang dipinjamkan oleh bank dan dapat mengurangi kesenjangan ekonomi yang terjadi dalam masyarakat dengan pembiayaan produktif dari akad qardhul hasan.

c. Dikarenakan dana akad qardhul hasan bersumber dari dana pihak ketiga, diantaranya yaitu dari dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Maka penerapan akad qardhul hasan pada perbankan syariah sangat diperlukan agar dana yang telah terkumpul tersebut dapat tersalurkan dengan baik.

4. Landasan Syariah Akad Qardhul Hasan


Berikut landasan hukum mengenai akad qardhul hasan (Irawan Febianto & Arimbi Mardilla Ashany, 2012):

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pijaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (Al-Baqarah (2): 245)

Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasan-Nya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun. (Al-Tagabun (64): 17)

Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada Rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air di dalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir diantaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus. (Al-Maidah (5): 12)

Daftar Pustaka:


Heru Sulistyo & Abdul Hakim. (2013). Model Pembiayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) melalui Qardhul Hasan. Riptek, Vol. 7, No. 1, Tahun 2012

Falikhatun, Yasmin Umar Assegaf & Hasim. (2016). Menelisik Makna Pembiayaan Qardhul Hasan dan Implementasinya pada Perbankan Syariah di Indonesia. Jurnal Keuangan dan Perbankan, Vol. 20, No. 01, Januari 2016

Bagya Agung Prabowo. (2005). Konstruksi Hukum Pembiayaan Al-Qardh Al-Hasan pada Bank Syariah (Studi Kasus pada Bank Syariah Mandiri Cabang Yogyakarta). Jurnal Hukum, No. 29, Vol. 12, 2005

Irawan Febianto & Arimbi Mardilla Ashany. (2012). The Impact of Qardhul Hasan Financing Using Zakah Funds on Economic Empowerment (Case Study of Dompet Dhuafa, West Java, Indonesia). Asian Business Review, Vol. 01, Issue 01, September 2012